Zaya & Zayan

Zaya & Zayan
bengkak



pagi yang menyinari wajah sang cantik itu, terasa terusik karena cahaya tersebut masuk kedalam jendela membuat wanita itu menjadi terbangun.


"pusing banget pala gw anjir" ucap zaya memegang kepalanya yang sedikit pusing.


"sudah jam berapa sihh" sambungnya dan melihat di handphonenya.


"anjirr dah!! gw sudah telat" ucap nya terburu buru dan masuk ke dalam kamar mandi.


selesai sudah dua puluh menit dia di kamar mandi, dengan cepat - cepat dia memakai pakaian sekolah dan membersihkan tempat tidurnya.


"dah siap, gw turun ke bawah takut telat nih" ucap zaya keluar dari kamarnya.


tengah terburu-buru dia turun dari tangga dan bersalaman dengan orang tuanya.


"nak tunggu!!" ucap sang papa.


"iya pah ada apa?" ucap zaya membalikkan badan.


"ini bukannya hari Minggu?" ucap papanya heran melihat zaya sudah berpakaian rapi.


"HAHAHAHA!!! ngelantur dia pah" ucap zayan yang berdiri di tangga.


"ohh iyaa, zaya baru sadar" ucap zaya menepuk jidatnya dengan hal kebodohan nya itu.


"Oalah nak, makannya di lihat dulu hari jangan sibuk main hp mulu" ucap mama yang tahan ketawa.


"biasa lahh mah, gini nihh orang yang sering bergadang" ucap zayan turun dari tangga ingin mengelus rambut sang adek, tetapi zaya malah memilih menjauh.


"siapa juga yang bergadang, sok tahu lu" ucap zaya dengan nada cuek.


"lu" kalimat yang keluar dari mulut zaya, seketika zayan kaget melihat zaya yang berbeda.


"yaudah sarapan dulu, nanti kamu ganti pakaiannya" ucap papa, mereka makan sarapan pagi, selesai sarapan pagi zaya masuk ke kamar dan mengganti pakaian nya.


selesai mengganti pakaian zaya kini dia duduk di taman belakang halaman rumahnya.


"gw jadi jarang banget ke taman ini, biasanya taman ini selalu buat gw senang apa lagi ketika zayan memetik satu bunga itu dan menaruk di belakang telinga gw" ucap zaya sambil melihat bunga bunga.


"zaya" ucap zayan memanggil sang adek.


"hmm.. ada apa?" ucap zaya cuek.


"kamu kenapa? ada masalah? cerita ke kakak dong?" ucap zayan


"gak gw gak papa kok" ucap zaya sambil melihat bunga disana.


"mata kamu kenapa bengkak zaya?" ucap zayan sadari tadi melihat zaya yang baru sadar kalok matany bengkak.


"apa urusannya sama lu? lu gak perlu tahu" ucap zaya ingin pergi dari sana tetapi zayan malah menarik tangan zaya.


"bilang ke kakak kamu kenapa zaya?" tetapi zaya tetap diam.


"zaya!! kamu dengar kakak ngomong kan? katakan pada kakak kamu kenapa zaya?!" ucap zayan terasa di acuhkan membuat zayan marah.


"sakit kak!! lepasin!!" ucap zaya berontak.


"sebelum kamu jawab pertanyaan kakak gak bakalan lepasin!?" ucap zayan penuh amarah.


"kakak ingin tahu zaya gini kenapa?, kak zaya rindu kakak!! zaya mau kakak yang dulu kakak tahu bengkak mata zaya hanya karena zaya kesepian kakak selalu belain dini untuk kesana kesini. apa kakak sudah muak sama zaya?!" ucap zaya sambil menangis.


"apa maksud kamu kayak gini zaya? kakak sudah bilang ke kamu kakak sama dini cuman teman biasa" ucap zayan.


"teman bisa jadi suka, tidak mungkin kakak tidak memiliki rasa ke dini, kalok emang kakak gak ada rasa mana mungkin kakak belain ke rumah dini untuk tugas" ucap zaya.


"kakak sudah bilang kalok tugasnya di batalkan tapi apa? zaya di bawak kerumah dan kakak bilang mau kerja kelompok ke rumah dini sesayang itukah kakak sama dini?" sambungnya dan melepas cengkraman dari tangan zayan.


zaya kini pergi meninggalkan zayan yang terdiam sambil menahan hatinya yang sakit ketika zaya berkata seperti itu, dia seakan akan tidak becus menjaga seorang adek semata wayangnya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


malam hari, zaya emang tidak ingin makan tidak ada rasa laper dan nafsu, dia hanya saja terdiam diri dan menatap jendela kamarnya dengan tatapan kosong.


tok! tok! tok!


suara ketukan pintu itu, membuat zaya tersentak dan membuka pintunya.


"mama? ada apa mama datang ke kamar zaya?" ucap zaya, mama masuk ke dalam kamar zaya dan duduk di kasur itu. zaya menyusul dan duduk juga di samping sang mama.


"zaya kenapa kamu gak makan?" ucap mamanya khawatir.


"zaya gak selera makan mah, mama aja yang makan yah" ucap zaya sambil tersenyum paksa.


"mama tahu kamu lagi ada masalah sama zayan" ucap mama, seketika zaya kaget apa jangan - jangan mamanya mendengar pembicaraan tadi.


"mama tahu kok, mama gak dengar suara kalian tapi mama yakin kamu pasti itu kan masalahnya?" ucap mama, zaya tidak bisa berbohong dengan mamanya pun mengangguk.


"kalian sudah pada besar, sudah dewasa. jangan seperti anak kecil lagi yang selalu berantem, mama ingat sekali ketika kalian masih kecil, kalian dulu begitu akrab sampai tidak bisa di pisahkan" ucap mama sambil memegang pipi zaya.


"mama tertawa melihat kalian yang saling sayang, mama ingin kalian seperti waktu kecil itu. mama tahu semakin dewasa semakin jarak antara kalian akan berjarak, tapi mama yakin kalian lah yang membuat keluarga ini menjadi ceria" ucap mama sambil menangis.


"gimana pun, masalah apapun itu tolong jangan membuat kalian seperti ini, mama gak mau kalian seperti ini" sambung mama.


"ma..., maafin zaya yahh, zaya janji bakalan baik dengan kak zayan secepatnya" ucap zaya sambil menghapus air mata sang mama.


"mama yakin itu zaya, sekarang tidur yah putri kecil mama" ucap mama dan bangkit dari kasur zaya, mengecup kening zaya dengan penuh kasih sayang.


"tidur sayang yah... selamat malam" ucap mamanya dan pergi dari kamar itu.


"gw bisa maafin kak zayan tapi tidak sepenuhnya" gumam zaya.


...TBC...


OKE GYUSSS SAMPEK SINI DULU YAHH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH MAKASIH....


BYE....