Zaya & Zayan

Zaya & Zayan
Di tinggal



ketika perkataan zayan tadi membuat hati zaya berhenti sejenak.


"jangan-jangan kak zayan udah tahu" gumam zaya panik.


"idih kak zayan gak ganteng mohon maaf" ucap zaya dan pergi menjauhi zayan.


zayan terkekeh melihat tingkah laku adeknya itu, pesta makin meriah yang penuh ramai orang yang berdansa.


"yokk zayan kita berdansa bareng" ajak dini dengan tersenyum.


"ohh yaudah" ucap zayan merangkul pinggang dini dan tangan, zaya yang melihat itu tiba-tiba saja merasa cemburu.


"yok kita berdansa juga" ucap dirga merentangkan tangannya untuk menari bersamanya.


"gak makasih, gw mau disini aja" ucap zaya tidak melihat ke dirga, melainkan ke zayan.


Dirga yang melihat mata zaya, seketika dirga tahu kalok zaya melihat zayan dan dini sedang berdansa.


"mereka mesra yah, gw jadi kepingin gitu juga" ucap dirga menggoda sambil melirik sekilas ke arah zaya.


"udah sana, gw mau pulang" ucap zaya berlalu pergi dari pesta itu.


"isss!! kenapa sih kok mesti dini yang sama kak zayan, kenapa juga gw cemburu gini" ucapnya kesal, zaya berjalan dengan kesal sambil mulutnya sedikit ngomel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selesai berdansa, zayan yang melihat sekitar tidak mendapati zaya, ia pun berlari mencari keberadaan zaya.


"lu kenapa buru buru gitu?" ucap dirga yang mengetahui temannya ini sedang mencari sesuatu.


"gw cari adek gw, lu nampak gak?" ucap zayan bertanya.


"tadi awalnya gw ajak in dia dansa, tapi dia gak mau terus katanya mau pulang" ucap dirga, membuat zayan sedikit terkejut.


"kenapa gak lu cegah bodoh!!" ucap zayan dan berlari keluar ke pesta itu.


dengan rasa khawatir zayan sedikit balap motornya, untuk mencari keberadaan zaya.


"lu kenapa sih zaya, kok bandel banget" ucap zayan terus mencari zaya kesana kesini.


ampir saja frustasi, zayan sedikit kebingungan harus cari dimana, tetapi ia tidak sengaja melihat zaya di sebrang jalan dengan muka yang kesal.


dengan rasa penasaran zayan mendekati wanita itu dan benar saja itu zaya, akhirnya ia menghampiri zaya.


"zaya ?" suara yang zaya sangat tahu, akhirnya ia balikan badannya melihat sumber suaranya, dan benar saja suara itu milik zayan.


"lu kok pulang tanpa seizin kakak?!" ucapnya sedikit marah, tetapi masih bisa ia kontrol kan.


"kakak kok manggil zaya kayak gitu gak kayak biasanya?" ucap zaya sedikit kaget ketika zayan memanggil "lu".


"zaya gak mau ganggu kakak, zaya liat kakak lagi senang sama dini jadi yaudah zaya pulang aja dulu" ucap zaya sedikit sakit ia melihat ke mesraan zayan.


"tapi gak gini juga zaya, kalok ada apa-apa gimana sama kamu, kakak khawatir" ucap zayan sambil memeluk zaya.


"kak, zaya udah besar zaya juga bisa jaga diri sendiri kok" ucapnya membalas pelukan sang kakak.


"Dimata kakak kamu masih kecil" ucap zayan, membuat hati zaya kembali berbunga-bunga.


"yaudah kita pulang yah" ucap zayan sambil melepaskan pelukannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sesampainya dirumah, mereka mendapati sang papa yang sedang duduk di sofa dengan mama.


"kenapa baru pulang?" ucap sang papa melihat anaknya seperti tidak tahu pulang.


"maaf pah..." ucap zaya menundukkan kepalanya.


"kamu zayan, seharusnya jangan membawa adik kamu malam-malam gini" ucap papa menghadap ke arah zayan.


"ini bukan salah kak zayan pah..., ini salah zaya kar--" ucap nya terpotong.


"iya pah ini salah zayan karena ngajak zaya sampai larut malam gini" ucap zayan, membuat zaya kaget.


"kak, tapi ini emang salah zaya" ucap nya tidak ingin kakaknya kenak marah sama papa mereka.


"gak zaya, sudah seharusnya kakak ngelindungi kamu" ucap zayan menyakinkan sang adek.


papa yang melihat mereka itu seketika amarahnya tidak ada lagi, karena melihat mereka sama-sama saling perduli.


"sekarang kalian masuk kamar dan istirahat" ucap papa, dan mereka tidak berbantah berlalu masuk kamar masing-masing.


"pa..., mama gak mau kalok mereka tidak akrab lagi, mama takut kalok misalnya mereka tahu yang sebenarnya" ucap mama gelisah.


"yaudah tidak usah di bilang aja ma..." ucap papa menenangkan mama.


"gak pa! secepatnya kita bilang ke mereka, mama takut kalok mereka benar-benar benci kita karena tidak kasih tahu hal ini" ucap mama.


"yaudah tenangin dulu yah diri mama, jangan mama pikirin itu gak baik untuk kesehatan mama" ucap papa dan beristirahat di kamar.


...TBC...


OKE GYUSSS SAMPEK SINI DULU YAHH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH....


BYEEE MAKASIHH....