Zaya & Zayan

Zaya & Zayan
mencari masalah



...jangankan ketemu, lihat dia sekilas aja gw udah salting parah...


"maaf pak, mengganggu ini berkas yang bapak kasih ke saya" ucap asisten itu sambil menyerahkan berkas.


"makasih" ucap seorang paruh baya itu dengan duduk di pinggir kolam, ia membaca satu persatu berkas itu dengan detail.


"jadi selama ini dia anak dari keluarga yang di angkat jadi anak anekrasa?, wah tidak di sangka musuh yang harus gw lenyapkan" senyum licik nya sambil membuat sebatang rokok.


DISISI LAIN


"Bella, lu udah tahu belum kalok anak OSIS yang pernah nembak zaya?" bella mengganguk.


"katanya dia mau nembak zaya untuk kedua kalinya njirr, sampai segitunya kayaknya yah cintanya sama zaya"


"Gilak sih, gak ada malunya udah tahu zaya itu susah banget dekat sama cowok"


"Kelen ngomongin gw ?" tanya zaya yang baru masuk kelas.


"dihh siapa bilang kami ngomong lu" ucap bella.


"selamat pagi anak - anak" sontak semuanya tertib.


"buka buku kalian, halaman 234 kalian akan kerja kelompok dalam kelompok itu terdapat tiga orang jangan lebih yang ada malah gak siap siap, tugasnya Minggu depan kalian kumpul"


"kalian membuat peta beserta nama dan negaranya yang lengkap dan cantik, nanti ibu nilai" sambung guru pkn tersebut.


mereka semua hanya bisa menghela kan nafas kasarnya, dari mulai kelas 6 sd sampai 11 SMA pelajaran itu sangat membosankan.


"oke anak anak ibu tinggalkan karena ibu masih ada urusan silahkan jangan berisik" ibu itu pergi dari kelas mereka.


"capek gw gilak itu Mulu anjir" ketus ani.


"pkn emang gitu perlajarannya tapi lu sama aja gak bakalan ngerti juganya" ucap zaya sembari membaca buku.


"bisa gak otak lu, gw ambil?"


"bisa - bisa aja sih kalok otak lu gw pecahi dulu" ketus zaya, seketika ani hanya terkekeh.


"cabut yok wee ke kantin" ajak bella tanpa babibubo mereka cabut ke tempat kantin biasa mereka nongkrong.


"buk, pesen kayak biasanya yah buk" ucap zaya.


"kami juga buk" seru bella.


"ngikut aja kalian" mereka berdua terkekeh.


"zaya gw lihat - lihat kak zayan lagi dekat yah sama dini?" zaya langsung terkejut.


"gak, kak zayan dia di rumah mulu kok gak dekat sama dini, yang nyebarin berita itu hoax jangan di percaya"


"tapi kalok gw lihat lihat emang sih dini kayak suka sama kak zayan"


"lu bisa diam gak, jangan sampek mulut lu gw sembelih" ucap zaya.


"lah lu aneh, kenapa jadi lu emosi gitu?" heran Ani.


"bisa diam gak sih kalian ini ah!!" ketusnya, dan memilih untuk pergi.


"gw heran sama tuh anak kenapa cobak?" tanya bella, ani hanya menggelengkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"cihh, gak mungkin kali kak zayan suka sama dini" sebelnya.


"lebih bagus dia sama gw, gak boleh ada yang suka sama kak zayan"


"lu Gilak?" tanya seseorang lewat dekat zaya.


"siapa yang orang gilak? gw gak gilak!!" ketusnya.


"terus kenapa ngomong sendiri?" tanyanya.


"terserah gw dong, kok lu sibuk bener"


"yaudah berarti lu gilak!" ucap seseorang itu dan mendahului pergi.


"enak aja dia bilang gw gilak, secantik ini di bilang gilak emang gak ada otaknya"


"esttt gw kayak pernah kenal yang tadi baru ngomong sama gw, tapi siapa yah nama nya" ucap zaya terus memikirkan nama cowok yang baru dia ajak ngomong itu, dengan wajah yang kebawah sampai - sampai ia menabrak seseorang.


"kak zayan?" ucapnya.


"siapa arga? tanya zayan.


"ah? i--itu aduh itu kak"


"itu apa? cobak bilang yang benar, siapa arga?"


"cowok yang gak zaya kenal!" cengirnya.


"gak kamu kenal kenapa kamu tahu nama nya?" heran zayan, adeknya ini pande mengelak.


"aduh kak susah tahu jelasinnya"


"cepat jelasin!" ketus zayan.


"nanti yah di rumah, zaya harus balik bye kak" zayan yang belum puas dengan jawaban adeknya itu terasa geram.


"awas saja, siapapun berani mendekati zaya, berurusan lah dengan gw" gumamnya di dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


cepat - cepat zaya lari masuk ke kelasnya, dia terasa lega, tetapi jantung nya masih tetap tidak bisa control.


"woii!! zaya, lu ngapain kok keringatan gitu?" tanya bella.


"mulut lu bising banget setan!!" ketus zaya.


"ZAYAAAA!!!!" teriak seseorang, suara itu membuat zaya menoleh siapa yang berani teriak namanya dengan tidak sopan.


"lu laki, tapi suara lu kayak banci" sontak zaya, yah OSIS yang pernah nembak cintanya tetapi di tolak oleh zaya dengan mentah - mentah dan ia kembali dengan semua bunga dan coklat di tangan kanan dan kirinya.


"maaf hati gw terlalu menggebu - gebu cinta gw tulus zaya, lu mau kan menerima cinta gw?"


"gw janji bakalan jagain lu dengan cinta gw yang tulus ini, terimah lah cinta ini" ujar angga memegang bunga itu dan mengasih ke arah zaya.


"sekarang lu pergi deh, gw gak mau di ganggu" cueknya membuang muka ke sembarangan arah.


"salah gw dimana sih zaya?, gw ganteng loh!" pd nya level dewa.


"kenapa harus gw? gw malas pacaran sama lambeh turah kayak lu" pergi zaya dan membawa tasnya entah kenapa wanita itu pergi yang intinya ia pergi jauh, ia sangat basi melihat drama kayak seperti itu.


segera zaya keluar gerbang ia tidak pedulikan guru atau pun penjaga gerbang yang meneriak namanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


DISISI LAIN


"zayan!! adek lu cabut tuh!" ujar temennya melihat zaya di jendela kelasnya.


"dasar bener - bener nakal!" ketusnya dalam hati dengan senyuman misterius.


tanpa babibubo zayan keluar kelas dan menuju keluar dari sekolah untuk menyusul zaya.


zaya yang kini duduk di tempat penunggu halte, ia sangat lelah melihat hari sialnya ini, bagaimana tidak selalu ada aja yang menggangu hidupnya, membuat ia sangat kesal.


ia terus duduk di halte itu dengan tatapan yang lurus, entah apa yang di dalam benak pikirannya, akhirnya ia tersadar dari pikiran nya itu. ia menoleh ke arah dari samping, dengan sosok badan yang tegap dan wajah yang datar.


"lu lagi lu lagi, bisa gak. gak usah ikutin gw" ketus zaya.


"siapa yang ngikutin lu?, lu bukan artis yang kemana - mana gw ikutin!" jawabnya dengan tatapan datarnya.


"banyak banget bacot lu!" ujar zaya dengan senyuman remehnya.


"jangan geer! gw kesini mau pulang!"


"alah lu suka kan sama gw?, bilang aja lah"


"suka? ngacah dulu sebelum ngomong seper---" ucap arga terhenti melihat sosok laki - laki yang menarik zaya dan membawa pergi dari situ.


"kak! sakit tahu!" berontak nya tetapi zayan tidak mendengarkannya, arga hanya bisa melihat manusia itu dengan wajah datar tanpa malas melihatnya.


...TBC ...


OKE GYUS SMPEK SINI DLU YAH, MAAF JARANG UP INSYAALLAH NANTI SERING UP KALOK ADA WAKTU.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH MAKASIH ...