Zaya & Zayan

Zaya & Zayan
berantem



sejak saat zayan dekat dengan dini, zaya selalu buat gara - gara sehingga membuat zayan marah, itu juga tidak mempan membuat zaya semakin merengkel.


"zaya stop!!! dimana buku kakak" ucap zayan teriak dari kabarnya mencari buku harian sekolahnya yang di sembunyiin sama zaya.


"zaya gak tahu" ucap zaya yang tidak tahu dimana buku zayan.


"gak zaya bohong kan, zaya sembunyiin buku kakak kan?, kembalikan kakak mau kerja kelompok sama dini cepat" ketus zayan yang dari tadi tidak dapat buku tersebut.


"di bilangin kan gak ada sama zaya, zaya juga gak tahu buku yang gimana" ucap nya kesal yang terus di tuduh.


"yaudah kalok gitu bantuin kakak cari bukunya" ucap zayan sembari mencari buku itu di sekitar kamarnya.


"malas banget zaya, bagus zaya tidur aja sihh" ucap zaya ingin pergi dari kamar itu.


"gak zaya gak boleh keluar dari kamar ini sampai ketemu bukunya" ucap zayan mencegah zaya agar tidak keluar dari kamar.


"kalok misalnya zaya dapat buku itu kakak gak boleh pergi!!" ketus zaya.


"tapi kakak ada kerja kelompok sama teman kakak" ucap zayan.


"kakak lebih milih kerja kelompok atau zaya pergi dari rumah ini?!" ucap zaya penuh rasa cemburu ketika zayan terus saja dekat dengan dini.


"apaan sihh dek, kamu ngomong apa gak jelas banget" ucap zayan heran.


"kakak selalu aja sama dini semenjak kakak sama dia, kakak tuhh lupa sama zaya" ucap zaya dengan rasa kesal dan marahnya.


"tapi kakak dekat sama dini itu karena tugas bukan hal lain" ucap zayan membenarkan dirinya agar tidak salah paham.


"gak kakak bohong!!!, lebih bagus zaya pergi" ucapnya keluar dari kamar zayan, tetapi di cegah oleh zayan dan memeluk adeknya.


"usttt!!! diam jangan bilang gitu, kakak yang ngerasa bersalah kalok kamu terus bilang mau pergi" ucap zayan menenangkan adeknya.


"kenapa waktu zaya sama kakak tuhh udah gak ada, udah gak kayak dulu" ucap zaya sambil nangis di pelukan zayan.


"maafin kakak yah..., gara - gara ini waktu kakak sama kamu cuman dikit" ucap zayan.


"yaudah kalok gitu gimana kita makan es krim coklat mau?" sambung zayan menawarkan ke pada zaya, dengan cepat zaya mengiyakan tawaran dari kakaknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mereka pergi dengan menggunakan kereta, dengan riang senyum zaya kembang membuat dirinya senang bisa kembali kayak seperti dulu berdua dengan zayan, dia berharap akan seperti ini seterusnya.


sampai di tempat es mereka duduk manis dengan memakan es coklat.


"gimana enak gak dek?" ucap zayan.


"yaudah habisin yahh" ucap zayan dan melanjutkan makan es krimnya.


deringan hp zayan membuat zayan harus angkat telpon tersebut, selesai nelpon dia kembali memakan es krim tersebut tanpa melihat zaya yang kini tengah menatapnya.


"itu siapa kak yang nelpon ?" tanya zaya.


"gakk, gakk ada kok" ucap zayan.


"kakak bohong yah sama zaya?" ucap zaya.


"itu tadi dini, dia bilang kenapa gak jadi kerja kelompoknya terus kakak bilang karena sibuk" ucap zayan.


"yaudah kak kalok mau kerja kelompoknya silahkan tinggalkan zaya aja disini" ucap zaya, siapa tahu zayan tidak ingin meninggalkan dirinya.


"gak usah, yaudah makan aja lagi" ucap zayan membuat zaya senang karena zayan lebih memilih dia dari pada dini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selesai memakan es krim, zayan menggantarkan zaya kembali kerumah, membuat zaya ngerasa heran, padahal masih sore kenapa dia harus kembali pulang, sesampainya di rumah zaya turun dari kereta.


"zaya maaf yah kakak jadi gak enak sama dini kasian dia harus kerja kelompok sendiri tanpa kakak bantu" ucap zayan membuat rasa hati zaya sakit karena gara - gara ini dia cepat pulang.


"yaudah kak gak papa" ucap zaya dengan senyum terpaksa.


"oke, kakak pergi dulu" ucap zayan mengecup kening adeknya dan berlalu pergi.


"gw berharap kakak selalu ada buat zaya ternyata malah jadi sebaliknya" gumam zaya dan melihat zayan pergi.


zaya masuk ke kamar nya dengan rasa hati hancur dan dia menangis.


"gw gak bakalan bisa miliki kakak seutuhnya, karena gw tahu kalok kakak pasti suka sama dini" gumam nya dengan isakan nangisannya.


"waktu sudah berubah tidak kayak dulu kakak yang selalu ada buat gw, tapi sekarang waktu itu sudah dimiliki oleh dini" sambungnya.


akhirnya begitu banyak nya zaya menangis tidak terasa dia terlelap tidur dengan mata yang berair.


...TBC...


OKE GYUSSS SAMPEK SINI DULU YAHH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH....


OKE MAKASIH....