Zaya & Zayan

Zaya & Zayan
mencari tahu 2



"ini pergi sekarang dek, mumpung waktunya panjang" ucap zayan, mereka pergi dengan menggunakan mobil.


mereka mencari panti yang di katakan oleh mama "Indah Dwi" hanya panti itu yang bisa tahu, mereka berdua terus cari kesana kesini untuk menemui panti tersebut, 1 jam mereka mencari panti itu akhirnya mereka mendapati panti yang di cari dan masuk ke tempat itu.


"assalamualaikum buk" ucap zayan bersalaman dengan ibu mengurus panti itu, begitu juga zaya ikut bersalaman.


"waalaikumsalam nak, ada cari siapa yah?" ucap ibu itu heran.


"ibu masih kenal dengan wanita yang mengambil bayi untuk di adopsi, bayi itu cewek dan cowok?" ucap zaya.


"iya ibu ingat, wanita itu bersama dengan suaminya kan?" ucap ibu itu, membuat zayan dan zaya ngerasa bahagia.


"ibu tahu dimana asal usul bayi itu buk?" ucap zayan.


"maaf nak, ibu tidak tahu tapi yang jelasnya salah satu pengurus panti ini tidak sengaja melihat seorang laki-laki paruh baya menaruk anak tersebut dengan mengunakan kotak dan lalu pergi, tidak berselang lama, lelaki itu pergi ada seorang wanita paruh baya menaruk bayi itu di sebelah dekat dengan bayi di sampingnya"


"pengurus itu akhirnya mengambil bayi tersebut, kami melihat kedua bayi yang tidak sesama jenis. menurut kami bayi itu tidak lah satu darah tetapi wajah mereka yang ampir mirip, lalu wanita yang bernama Aneksara datang ke tempat kami dia ingin bayi tersebut karena dia tidak bisa mempunyai anak" ucap ibu itu menceritakan semuanya, rasanya hati zaya dan zayan hancur ketika mendengar kata-kata dari ibu panti.


"nak, kenapa kalian menangis?, apakah ada hubungannya dengan bayi tersebut?" tanya ibu panti itu.


"maaf buk, bayi yang ibu bicarakan adalah kami" ucap zayan, seketika ibu itu tersenyum dan memeluk mereka berdua dengan rasa terharu.


"kalian sudah besar nak?, yallah maha sayang kepada kalian, mempunyai keluarga yang lengkap" ucap ibu panti itu tidak menyangka.


"ibu bolehkah kami bertemu dengan pengurus yang lain siapa tahu mereka tahu orang tua kandung kami" ucap zaya.


"tidak nak, lebih baik kalian tidak usah mencari masa lalu kalian. bahagia lah dengan keluarga yang sekarang"


"tapi buk, kami ingin tahu gimana keluarga kandung kami, kami juga ingin sekali menemuinya walau sekali" ucap zayan.


"maaf nak, pengurus panti ini sudah tiada, mereka sudah meninggal hanya pengurus baru disini" ucap ibu itu, mereka pun akhirnya frustasi tidak dapat melihat orang tua mereka.


akhirnya mereka pun berpamitan dan pergi dari situ, mereka hanya memikirkan gimana caranya untuk mendapati informasi tentang mereka.


"kak, apa kita tidak di takdirkan untuk ketemu sama orang tua kandung kita?" ucap zaya.


"pasti ada takdir dek untuk kita bisa ketemu sama orang tua kandung kita kok" ucap zayan menyakini adeknya.


"dek ingat, kita emang gak dapat keluarga kandung kita, tetapi kita mendapat keluarga anekrasa yang begitu menyayangi kita" ucap zayan seketika zaya tersenyum.


"iya kak, zaya paham kok mereka juga yang membesarkan kita, tetapi zaya juga ingin tahu kayak mana keadaan keluarga kandung zaya kak" ucap zaya.


"kita pasti ketemu kok keluarga kita, zaya berdoa aja yah" ucap zayan sambil mengelus kepala zaya.


perjalanan sudah 3 jam mereka lelah mencari informasi tentang mereka tetapi nihil satu pun tidak ada yang tahu, mereka juga bingung karena tidak tahu apa yang ingin mereka nunjukin. foto keluarga asli mereka aja tidak tahu apa lagi lagi segala halnya yang lain.


membuat zaya dan zayan rasa ny menyerah, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.


"nak, kalian dari mana saja?" ucap papa duduk di sofa.


"kami tadi keluar mencari informasi tentang keluarga kami pah, tapi percuma tidak ada satu pun yang tahu dimana keluar kami" ucap zaya menunduk, papa mendekati putrinya itu.


"nak, kamu pasti bisa kok ketemu dengan orang tua kamu, papa sama Mama mendukung keputusan kamu" ucap papa menyemangati anaknya itu.


"kami juga ingin tahu gimana keluarga kalian, tapi satu hal yang kalian harus tahu. keluarga ini akan setia menunggu kalian berharap kalian tidak akan pernah meninggalkan rumah dan keluarga ini" ucap papa.


"pah, kami ini anak mu, jangan bilang seperti itu. kami akan tetap sayang sama kalian sampai kapan pun" ucap zayan, seketika papa terasa terharu tidak sia sia ia mendidik anaknya menjadi dewasa, begitu pun dengan mamanya sembari tadi duduk di sofa melihat anaknya.


"makasih nak, makasih kalian lah yang membuat keluarga ini menjadi ceria, dan bahagia" ucap papa memeluk kedua anaknya dengan rasa sayang.


mama yang melihat itu juga ikut terharu tidak ada yang lebih bahagia dari pada keluarga, keluarga adalah emas yang sangat penting di dalam hidup keluarga.


"pah, mah, zaya laper" ucap zaya manja.


"yaudah yok kita makan bersama" ucap mama, dan mereka akhirnya makan bersama seperti hari sebelumnya.


...TBC...


OKE GYUSSS SAMPEK SINI DULU YAHH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH...


BYEE MAKASIH...