
"'hari yang sangat melelahkan" zaya merebahkan tubuhnya dikasur embuknya, pasalnya ia tidak habis pikir dengan kakaknya itu. tiba-tiba saja zayan mulai dekat kembali dengan dini, membuat zaya sangat geram.
"ck, dasar katanya gak suka tapi tetap didekati!" ketus zaya begitu sebal lihat kakaknya.
"ZAYAAA!" teriak zayan
zayan yang berlari kearah kamar zaya tanpa mengetuk, ia langsung masuk begitu saja membuat pemilik kamar tersebut kaget. "bisa gak kalok masuk itu di ketuk pintunya dulu gak sopan banget" keselnya.
"zaya ini semua salah paham, maafin kakak yah" pintanya sambil duduk di samping zaya.
"kakak mana lagi yang harus gw percaya" ujarnya meniru yang sedang viral di sosmed. "tadi itu dia narik kakak sungguh" sambil mengangkat kedua jarinya bertanda jujur.
"kok nyaman banget, nanti bohong tuh" memalingkan wajahnya.
"tolong, percaya sama kakak zaya. tadi beneran dia itu minta tolong ke kakak" memegang tangan zaya dengan tulus. "jujur sama zaya. dia minta tolong apa ke kakak?"
"orang tuanya ingin menjodohkan dirinya dengan pria dan---"
"bagus doang biar dia gak dekat lagi dengan kakak yakan?" sambung zaya dengan santai.
"kamu apaan ngomong kayak gitu ke dini, kakak tahu kamu benci sama dini, tapi kamu juga gak berhak ngomong kayak gitu tentang dia!" kesal zayan. "kok kakak jadi belain dia sih, sudahlah jujur aja kalok kakak itu suka kan sama dini?"
"terserah kamu zaya" zayan yang pergi dari kamar zaya, seketika zaya mulai menangis melihat kakaknya tidak perduli lagi, kiranya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain
lelaki yang sedang duduk di sofa, dengan wajah datar dan tampak sedang memikirkan sesuatu, entah apa yang sedang ia pikirkan.
"zaya?, cih wanita yang menyebalkan. tidak tahu sopan santun dan enaknya menuduh orang" ketusnya saat pertama kali ia jumpa wanita itu, hidupnya terus saja di jumpa kan oleh wanita geer seperti itu.
"liat saja apa yang gw lakuin ke lu. bersiaplah untuk memohon ke pada gw" senyum devilnya, disini lah sisi gelap pria itu sebenarnya. siapa lagi kalok bukan Arga Althar Putra pria dengan sejuta cuek dengan wajah dingin dan datar membuat pria ini tidak segan - segan akan mengajarkan manusia yang sedang mengusiknya termasuk "zaya".
"gak papa pah, arga cuman memikirkan sesuatu"
"emang apa yang kamu pikirkan?" tanya papanya.
"tidak ada pah, arga mau keluar dulu" ujarnya meranjak dan mengambil kunci mobil, entah kemana anak tersebut.
"hai, jangan pulang terlalu malam. papa ingin bicara dengan mu" ujar papa arga, dan di angguk oleh arga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain
zaya yang masih diselimuti oleh pikirannya yang sangat buruk tentang kakaknya itu. "ZAYA BENCI KAKAK!! ZAYA BENCI KAKAK!!" teriak membuat sebelah kamarnya terbangun dan memasuki kamar zaya.
"zaya kamu kenapa?, kamu gilak eoh?!" ketus zayan yang awalnya tengah memejamkan matanya untuk beristirahat selepas, dari kamar zaya sejak tadi.
"zaya benci kak zayan, kakak sudah berubah zaya benci kakak zayan!!" bentaknya sambil memegangi telinga nya, zayan yang melihat itu langsung memeluk adeknya.
"siapa yang kamu benci?, setega itu kamu benci kakak?" ujarnya dengan suara lembut. "iya zaya benci kakak, kakak udah belain dini kakak sudah berubah, zaya benci itu" jawabnya dengan nada lemas, zayan yang sudah paham sikap zaya ia hanya diam dan terus menenangkan adeknya.
"kakak tahu kamu sangat sayang dengan kakak, tidak ada yang namanya benci dan seorang kakak tidak akan membenci adeknya sampai kapanpun"
zayan aneksara.
...TBC ...
OKE GUYS SAMPEK SINI DULU YAHH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH ...
BYEEE MAKASIHH...