Zaya & Zayan

Zaya & Zayan
mencari tahu



tok.. tok.. tok..


"nak, buruan kita sarapan pagi" ucap mama mengetuk pintu kamar putrinya.


"mah sudahlah, mereka ingin sendiri biarkan mereka nenangin diri" ucap papa menguatkan mama sembari tadi mengetuk pintu putri dan putra tetapi tidak ada satupun sautan dari mereka.


"tapi pah, mereka belum makan. mama gak bisa lihat mereka gini terus pah" ucap mama melihat pintu itu, ingin sekali ia melihat putrinya dan putranya seperti kemarin sebelumnya.


"yaudah kita makan dulu yah mah, nanti kita cobak untuk manggil mereka lagi" ucap papa.


"papa deluan makan, mama ingin ke kamar" ucap mama, mendahului pergi meninggalkan papa.


"Tuhan, maafin kami telah membuat putra putri kami sedih seperti ini" gumam papa tidak di sadari air mata jauh di pipi papa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"maafin zaya mah..., zaya sudah membentak mama dan papa. tapi di sisi lain zaya marah kenapa kalian baru bilang sekarang, zaya tidak tahu harus cari dimana orang tua zaya yang kandung" ucap zaya menangis di balik pintu itu dan mendengar percakapan mama dan papanya tadi.


"gw harus cari tahu semua ini, gw pasti bisa temui orang tua kandung gw. gw gak ingin ngerepotin keluarga ini" gumam zaya, dan ia meranjak dan ingin bersikap siap.


selepas dia bersikap siap, zaya keluar dari kamar nya dan menuju pintu keluar tetapi di tahan oleh zayan.


"kamu mau kemana?" ucap zayan menahan tangan zaya.


"kak, zaya ingin cari tahu siapa orang tua kandung zaya" ucap zaya.


"kamu gak perlu cari tahu tentang keluarga kita zaya, kalau pun dia sayang ke kita pasti orang tua kita bakalan datang" ucap zayan.


"tapi kak, zaya juga ingin tahu kenapa zaya ada di keluarga ini, asal usul zaya jg gak tahu"


"kakak juga ingin tahu kan gimana orang tua kandung kakak?" sambung zaya, seketika zayan hanya terdiam.


"nak, kalian mau kemana?" ucap mama melihat anaknya ingin pergi.


"kalian ingin pergi tinggalkan mama dan papa nak?" ucap mama menahan kedua anaknya itu.


"maafin mama sayang, maafin mama" ucap mama sambil mencium tangan anak.


"mama, zaya sama zayan gak marah mah, tapi tolong mama kasih tahu yang sebenarnya ke kami dimana keluarga kami mah?" ucap zaya, seketika mama hanya terdiam.


"mama kenapa diam?, apa mama tahu dimana keluar kita mah?" ucap zayan menyakinkan mamanya, sang mama cuman menggeleng kepala nya.


"tidak!, mama tidak tahu dimana asal kalian nak, mama ambil kalian dari panti" ucap sang mama menunduk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


flashback on


"maaf buk, ibu tidak bisa punya anak" ucap dokter.


"dokter bicara apa?, istri saya sehat - sehat aja kok" ucap papa tidak terima.


"istri bapak mengalami infeksi organ reproduksi sehingga sangat sulit, istri bapak hamil" ucap dokter seketika papa dan mama hanya bisa menangis karena tidak akan bisa mempunya keturunan yaitu anak mereka.


sesampainya di mobil mama hanya diam dan terus menangis.


"mama sudahlah, walaupun kita tidak punya anak tetapi mama masih punya papa" ucap papa, menyemangati mama, tetapi nihil mama hanya bisa terdiam.


entah kenapa ketika mobil tersebut melewati panti asuhan "Indah Dwi" mama melihat dan ingin sekali memasuki ke tempat tersebut.


"pah, stop kita berhenti disitu yah" ucap mama, papa yang begitu heran hanya mengikuti mama saja.


mereka pun berdua masuk ke dalam panti tersebut, terlihat anak kecil yang sedang bermain dan ada juga yang sudah menginjak dewasa yang sedang belajar, membuat hati mama sedikit senang.


"buk, disini ada anak yang baru bayi atau baru lahir?" ucap mama, seketika papa terkejut.


"mah, kenapa kita harus ambil anak dari panti?" ucap papa.


"pah, ini adalah salah satu jalan untuk bisa kita punya anak" ucap mama.


"tapi mah kita gak perlu kayak gini" ucap papa.


"papa tenang saja yah" ucap mama yakinkan suaminya.


"ohh ada kok buk, baru 2 hari yang lalu anak itu datang, tetapi tidak bersama orang tuanya" ucap ibu itu mama hanya bisa menggeleng kan kepalanya, "kenapa orang seenaknya membuang bayi tidak berdosa itu, sedangkan ia bayi satu aja sangat susah untuk mengandung".


"boleh saya lihat bayi tersebut buk?" ucap mama, dan mereka di persilahkan melihat bayinya.


betapa senangnya ketika mama dan papa melihat bayi itu sedang tidur di ayunan bayi.


"buk, kenapa bayi ini ada dua?" ucap papa heran.


"iya pak, di waktu yang persamaan bayi ini di taruk tempatnya disini, tetapi kami sampai sekarang tidak tahu siapa orang tua mereka, saya melihat kalau mereka bukan lah saudara atau pun kembar, tetapi wajah mereka ampir mirip" ucap ibu tersebut.


"dan mereka juga kelamin yang berbeda, yang ini cewek dan itu cowok" sambung ibu itu.


mama tidak kuasa melihat anak bayi tersebut, dengan rasa ingin mengendong, akhirnya mama mengambil satu bayi itu dan memeluknya. ia mereka walaupun ia jadi seorang ibu.


"pah, andai ini anak kita pah..., mama ingin sekali anak secantik dan seganteng mereka. mama ingin mereka menjadi keluarga kita pah" ucap mama yang terus memandangi wajah bayi itu dengan air mata terharu.


papa yang tidak tega melihat istrinya seperti ini, dan tidak tega juga melihat nasib bayi itu pun akhirnya dengan rasa ikhlas, papa setuju untuk mengambil anak tersebut.


"buk, kami akan mengadopsi anak tersebut" ucap papa, serentak mama ikut senang mendengar itu.


"papa setuju, kalau anak ini berdua kita bawak kerumah?" ucap mama sangat senang, dan papa tersenyum melihat istrinya itu begitu bahagia.


"baik pak, saya akan urus semua makasih yah pak sudah mau menjaga anak ini, saya minta tolong jaga lah dengan baik karena anak ini tidak lah banyak menangis, saya ikut bahagia karena mereka sama sekali tidak ngerepotin saya, anak ini adalah anak baik" ucap ibu itu, mereka memang lah setiap malam tidak menangis, sedang bayi lain setiap malam pasti menangis.


"makasih sekali lagi pak, buk sudah mau menjaga anak ini" ucap ibu panti yang tidak bosen - bosen meminta terimah kasih.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


flashback off


"mah, maafin zayan yah sudah nyakitin hati mama... zayan tidak tahu harus gimana" ucap zayan, mama memeluk kedua anaknya itu dengan rasa sedih dan senang.


"tapi mah, zaya dan zayan ingin cari tahu sebenarnya asal usul kami, mama setuju kan?" ucap zaya, mama pun mengangguk gimana pun mereka juga ingin tahu dimana orang tua mereka.


"mama izinin kalian untuk cari tahu dimana orang tua kalian, tapi mama hanya berpesan kepada kalian. mama mohon walaupun kalian sudah mendapatkan orang tua kandung kalian, kembali lah kepada mama dan papa nak, mama gak bisa hidup tanpa kalian" ucap mama memegang tangan anaknya.


"mama kesepian nak, kalau kalian pergi mama gak mau kalian pergi" ucap mama kembali menangis.


"mah, kami berdua selalu disini sama mama dan papa, kami gak bakalan pergi kok, mama tenang aja yah" ucap zayan dan menghapus air mata mamanya.


...TBC...


OKE GYUSSS SMPEK SINI DULU YAHH SEMOGA KALIAN SUKA, LUMAYAN PANJANG NIH XIXIXI:V


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH...


SEMOGA PAHAM YAHH


MAKASIH....