
kini hari berlalu, sudah 5 hari mereka tidak mencari keberadaan orang tua kandung nya.
"kak, zaya pergi sama teman zaya dulu yah tolong bilang kan ke mama sama papa" ucap zaya.
"jangan malam - malam pulangnya!!" teriak zayan dari kamarnya.
"iya kakak tersayang" lalu zaya pergi menggunakan mobil miliknya yang selama ini ia simpan, karena ia sangat menyayangi mobilnya itu jadi lebih baik ia di bonceng dari pada menggunakan mobilnya.
sesampainya mereka, Ani dan Bella di tempat tujuan sudah ada zaya yang datang tepat waktu.
"lama banget pun kalian, kayak siput tahu!!" ketusnya.
"sorry zaya, macet tadi di jalan" cekir ani.
"dimana nya yang macet? lu bohong sama gw?" jawab zaya seketika ani tidak bisa berbuat apa-apa cuman bisa menundukan dirinya.
"yaudah pesan dulu kalian biar gw yang bayar" seperti biasanya, setiap mereka bertiga jalan - jalan selalu saja zaya mentraktirkan mereka berdua.
"lu emang yah teman baik gw, sayang kali gw sama lu dah" ucap bella memeluk zaya, zaya hanya bisa senyum tipis.
selesai mereka duduk di tempat itu, rasanya bosen, akhir mereka bertiga memutuskan untuk pergi jalan-jalan lagi, tetapi ketika zaya ingin membukakan pintu ke cafe tersebut, zaya tidak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya.
"maaf buk, saya tidak sengaja" ucap zaya segera membantu ibu tersebut.
"ibu gak papa kan?" tanya zaya khawatir.
"gak papa nak, makasih sudah membantu ibu" ucap ibu itu dengan suara lembutnya.
"kalok gitu saya permisi pergi dulu yah buk" saat zaya ingin melangkah pergi tangannya di tahan oleh ibu tersebut.
"nak tunggu, ibu boleh tahu nama kamu?" tanyanya.
"ohh nama saya Zaya Aulika Aneksara" ucap zaya sambil tersenyum.
"nama yang cantik seperti orangnya" sendu ibu tersebut dengan senyumnya.
"makasih buk, saya pamit dulu yah" lalu zaya pun pergi meninggalkan ibu tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
DISISI LAIN
"BRO!!! lu jadi ke markas kan?" ucap dirga dari balik telponannya.
"iyaa, sudah jangan ganggu gw!!" ketus zayan mematikan telepon nya.
Zayan segera bersiap-siap, tidak menunggu lama dia tinggal pakek jaket dan pergi menggunakan motornya ke markas.
tetapi ketika ia menancap gas motornya, ia tidak sengaja menabrak seorang bapak - bapak paruh baya itu, segera cepat zayan menolong bapak tersebut.
"maafkan saya, karena tidak berhati-hati. apakah bapak tidak apa - apa?" tanya zayan khawatir.
"tidak nak, lain kali kamu harus hati-hati" ucap bapak itu.
"iyaa pak, maaf kan saya sekali lagi sudah menambrak bapak".
"nama saya Zayan Raden Aneksara" ucap zayan tersenyum.
"nama ini seperti nama putra ku" gumam bapak tersebut.
"pak!, ada yang salah ?" tanya zayan sembari tadi bapak itu termenung.
"tidak ada nak".
"kalok gitu sama pamit pergi dulu yah pak" ucap zayan kini dia menghidupkan motornya dan pergi.
"cari tahu tentang anak itu" ucap bapak tersebut dengan menelpon seseorang.
"lama banget lu datangnya" ucap dirga menyambut temannya itu.
"iya tadi gw gak sengaja nabrak orang"
"lu nabrak orang? yang bener aja lu!!" sambung rafa.
"yah namanya gw tadi lupa nge rem" ucap zayan memutar mata malasnya.
"cihh!! mengelak saja lu" ucap rafa sambil melempar ke arah zayan.
tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, zayan yang sudah bosen sama teman - temannya itu, segera ia pergi tanpa menunggu lama-lama.
zayan melaju motornya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai, kebetulan jalan tidak begitu ramai jadi ia bisa balap agar cepat sampai.
"assalamualaikum" ucap zayan memasuki rumahnya.
"kok gak ada orang yah?, apa mama sama papa lembur yah?" tanya zayan seorang diri, ia baru ingat kalok adiknya tadi pergi. segera ia menuju kamar adiknya itu.
"zaya?" ucap zayan masuk tanpa mengetuk pintu.
"lahh tidur rupanya" ia pun mendekati adiknya itu.
"kalok di liat - liat cantik sih, andai zaya bukan adik gw pasti udah gw nikahi lu zaya" ucap zayan dengan suara pelannya.
"ehh bentar, gw kan sama zaya itu emang bukan saudara kandung, pasti boleh doang gw nikah sama dia"
"bodoh lu zayan!!!" memukul kepala nya. "gw mikir apa sih, lagian dia mana mau sama gw bodoh banget sih gw anjing!!" ucap zayan dan pergi dari kamar adiknya.
ia pun duduk di kamar sambil menikmati secangkir kopi.
"gw masih penasaran siapa orang tua kandung gw? dan kenapa yah tadi gw muji - muji zaya? arghhh bikin pala gw pusing aja !!" ketusnya dan ia memilih tidur.
...TBC ...
OKE GUYS SAMPEK SINI DULU YAHH, MASIH PENASARAN KAN KENAPA TIBA - TIBA ZAYAN SEPERTI ITU?
AUTHOR JUGA GAK TAHU HEHEHE..
YANG PASTI DI TUNGGU DLU YAH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH...
BYEE MAKASIH....