
"zayan!!" ucap seseorang yang berlari mengejar zayan, seketika zayan membalikkan badannya dan melihat orang tersebut.
"dini, lu kok lari-lari gitu?" ucap zayan heran.
"hehehe gw mau bilang makasih hadiah yang lu kasih" ucap dini tersenyum.
"ohh iya sama-sama" ucap zayan membalas senyuman dini.
"ohh yah kemarin itu kok lu cepat baliknya?" ucap dini bertanya.
"itu gw lagi nyari zaya, dia pulang gak bilang-bilang" ucap zayan terkekeh.
"kenapa lu nyari dia? kan dia udah bilang kan ke lu kalok dia mau pulang?" ucap dini.
"gak!! dia gak ada bilang ke gw, biasalah dia anaknya agak dikit nyebelin" ucap zayan.
"yok kita makan bareng" ajak dini, dan seketika zayan mengiyakan ajakan dini.
mereka menikmati makan siangnya di kantin, tetapi ada saja yang menggangu mereka, yahh siapa lagi kalok bukan dirga dan rafa.
"haii bro!! lu gak ngajak kami yahh hebat" ucap dirga menepuk pundak zayan.
"entah nih malah asik pulak makan berdua " goda rafa.
"bisa gak kalian gak usah ganggu gw" ucap zayan.
"ehh santai bro, kami disini cuman cari lu doang kok yakan fa" ucap dirga dan rafa mengangguk.
"kalok gw lihat-lihat lu sama dini cocok juga yah" ucap rafa menjail temannya.
"iyaa gw juga, kalian tuh kayak cocok banget bagitu" sambung dirga, membuat dini malu-malu ketika teman zayan membicarakan mereka.
"udah lah gw mau balik gak enak ada kalian" ucap zayan berlalu pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ketika zayan ingin balik ke kelas, ia melihat adiknya sedang berbicara dengan seorang cowok, dan membuat zayan mendekati adiknya itu.
"dia siapa yah? apa kawan sekelasnya? atau mungkin pacarnya? apa mantan nya?" gumam zayan begitu banyak pertanyaan di dalam hatinya.
dengan memasang wajah cool nya ia menghampiri sang adik.
"zaya gak kekantin" ucap zayan dan zaya melihat kehadiran sang kakak.
"bentar lagi kak, zaya mau ngomong sama teman dulu" ucap zaya.
"ohh gitu yaudah deh kakak balik ke kelas yah" ucap zayan, ia pikir kalok ia kembali ke kelas bakalan di kejar oleh zaya, tetapi zaya malah sedang fokus sama obrolan nya.
zayan pun merasa kesal liat adiknya gak ada respon sama sekali.
"kak!! kenapa ada dini?" ucap zaya heran.
"ohh dia mau pulang bareng sama kita" ucap santai zayan.
"kenapa dia gak pulang sama yang lain aja" ketus zaya tidak mengizinkan dini pulang bareng sama mereka.
"iyaa sopirnya gak bisa anter, karena ban nya bocor jadi yaudah lah dek sekalian jalan" ucap zayan.
"gak usah zayan, gw naik taksi aja deh" ucap dini ingin pergi tapi di tahan oleh zayan.
"yaudah naik" ucap zayan menarik tangan dini dan duduk di samping zayan.
zaya yang melihat itu kesal, dan terus saja gerutu gak jelas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah selesai ngantar dini, mereka kembali pulang sampainya dirumah zaya lebih dulu masuk tanpa menunggu sang kakak.
zayan yang melihat itu berlari mengejar sang adiknya.
"zaya kenapa?" ucap zayan
"gak perlu kakak tahu!!" ketus zaya dan pergi meninggalkan sang kakak.
makan malam telah tiba mereka makan bareng bersama keluarga, hening tidak ada suara cuman ada suara garpu dan sendok.
"gimana sekolahnya seru zaya?" ucap papa.
"gak pa!!" ucap zaya singkat dan kembali makan.
"emang zaya kenapa sayang?" ucap sang mama.
"gak papa kok mah cuman kesel aja" melihat kearah zayan.
"apa lihat-lihat!! " ketus zayan yang menyadari zaya melihat dia dengan muka kesalnya.
"siapa yang lihat kakak ihh najis tahu" ucap zaya mengejek.
"sudah sudah mari lanjut makan lagi" mendengar suara mama, seketika meja makan kembali hening.
...TBC...
OKE GYUSSS SAMPEK SINI DULU YAHH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH....
OKE MAKASIH...