
"kenapa kamu sama dia lagi? kamu punya hubungan sama dia?" tanya zayan.
"makannya itu kakak, dengerin dulu!" kesal zaya sambil memegangi lengannya yang sakit.
"zaya sama arga itu musuh, kenapa zaya bilang gitu? zaya kesal sama dia setiap zaya ngomong ke dia, eh malah zaya di cuekin sama dia, zaya gak suka" kesalnya dengan arga.
"terus sudah tahu gitu kenapa masih mau ngomong sama dia?"
"entah, zaya juga gak tahu kenapa pingin ngomong ke arga" ucap polos zaya, zayan yang mendengar itu terus mengkontrol emosinya.
"mulai sekarang, zaya jangan pernah dekat dengan yang namanya arga jangan sekali-kali kamu mulai suka sama dia" ucap zayan dengan nada tidak suka dengan nama tersebut.
"kakak kenapa gitu?, gak biasanya kakak kayak gitu?" tanyanya.
"sekarang kita pulang" ucap zayan tidak menjawab pertanyaan adeknya itu dan langsung masuk ke dalam mobil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sesampainya dirumah, mereka melihat seorang paruh baya dengan menggunakan jas hitam. dan tangan di lipat dekat dada.
zaya dan zayan yang heran dengan kehadiran sosok pria yang gak di kenal, hanya menatap gak suka, karena seenak saja ia masuk ke rumah ini tanpa ada orang tua mereka.
"maaf, anda siapa?" tanya zayan dengan tatapan tajam.
"apa kamu anak dari keluarga anekrasa?" tanya orang yang kini mendekati mereka berdua.
"emang urusan anda apa? jika anda ingin bertemu dengan orang tua saja, dia ada di kantor tidak ada di rumah silahkan pintu keluar ada di sana" ucap zayan to the point, menunjukkan pintu keluarnya.
"santai anak muda, saya kesini hanya ingin bertanya. apakah anda bukan dari keluarga ini?" tanya pria- itu dengan santai.
"itu bukan urusan anda, jangan sampai memancing emosi saya!" ketus zayan.
pria tadi hanya melihat zaya dan zayan secara pergantian. "kalian dikit mirip, tapi bahwa kalian tahu, keluarga ini telah mengadopsi diri kalian" ucapnya dengan nada remeh.
"kami sudah tahu, anda terlambat jadi lebih baik anda keluar dari rumah ini" ketus zaya, sembari tadi menahan amarahnya.
"wuhh, saya mendengar suara putri anekrasa. mereka tidak sia - sia membesarkan mereka untuk jadikan babu"
"TUTUP MULUT KOTOR MU ITU!!, ANDA TIDAK TAHU KELUARGA KAMI JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN KELUARGA KAMI, DAN SATU HAL ANDA TIDAK BERHAK MASUK KE RUMAH ORANG TANPA SEIZIN MANA PUN JADI TOLONG ANDA KELUAR DARI RUMAH SAYA!!" nada zayan yang dari tadi ia tahan kan.
"baik saya akan keluar dari sini, tapi saya bakalan kunjung ke rumah keluarga kalian. untuk melihat putra saya" pria paruh baya itu langsung keluar dari rumah tersebut.
zayan yang melihat pria itu dengan tatapan bencinya, bagaimana tidak. pria itu masuk begitu saja tanpa seizinnya atau pun orang tuanya.
"bi!! bibi" teriak zayan memanggil bibi pembantu mereka yang sudah lama berkerja di keluarga ini.
"kenapa tuan?" tangannya sambil menunduk. "kenapa bibi ngizinin pria tua itu masuk?" tanyanya.
"baik lah bi, bibi boleh kembali berkerja lagi" ucap zaya, zaya tahu bibi itu takut melihat wajah zayan yang kini sedang marah.
"kak, dia siapa? kenapa dia sesuka hati seperti itu? dan tadi dia juga bilang putra saya?" maksud dia apa " ucap zaya memikir pria yang baru datang itu.
"kakak juga tidak tahu, nanti kita tanya aja ke mama sama papa" ucap zayan ia lebih dulu melangkah kaki nya menuju ke kamar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
siang mengganti malam, keluarga ini sedang duduk di sofa untuk bersantai santai, zayan yang masih melamun seketika memudar.
"nak, kamu kenapa diam aja, ada yang kamu pikirkan?" tanya papa, zayan pun langsung menceritakan semua kejadian tadi siang itu.
seketika mama dan papa menoleh satu sama lain, " apa mama sama papa kenal orang itu?" tanya zayan.
"maaf nak, kami baru menceritakan ini sekarang. pria yang kamu bilang itu adalah musuh kami" ucap sang papa dengan nafas beratnya mengungkap semuanya.
"musuh?, emang mama sama papa ada salah apa?" tanya zaya.
"tidak ada nak, hanya masalah sedikit saja" ucap mama, mereka masih ragu untuk kasih tahu yang sebenarnya.
"tidak mungkin masalah sedikit dia sesuka hatinya datang seperti tadi siang itu" ucap zayan.
"dan papa, tidak kasih tahu ke kami?" ucap zaya seakan akan orang tuanya menyembunyikan sesuatu.
"gak papa nak, sekarang kalian tidur aja yah, udah malam" ucap mama. "gak mah, jangan mengalihkan pembicaraan ini. jujur kepada kami mama sama papa apa salahnya kami anak kalian kenapa kalian sembunyiin ini?" tanya zayan geram.
"sabar nak, papa belum bisa jelasin ini tapi papa yakin ada saat nya nanti papa ceritakan"
"pah, gak seharusnya papa sembunyiin ini pah, seharusnya kami yang melindungi kalian bukan kalian lagi. kami sudah besar ini tanggung jawab kami pah"
"iya papa tahu, tapi nanti yah sayang papa cerita in, kalau begitu kalian tidur lah susah malam" rasa geram zayan akhirnya dia pergi dari ruang tamu itu dan menuju kamar begitu juga sama zaya.
"apa jangan - jangan dia mau mengambil anaknya kembali pah? tanya mama khawatir.
"gak, itu gak mungkin mah, papa yakin dia tidak bakalan bisa mengambil zayan begitu saja"
...TBC ...
WUHH, KOK ZAYAN YAHH ADA APA INI DENGAN ZAYAN? MASIH PENASARAN KAN DI TUNGGU YAH SELANJUTNYA ...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH ...
BYEE MAKASIH ...