YOU'RE MINE

YOU'RE MINE
Derita di balik senyum manis.



Esoknya, hanabi mulai kembali bersekolah lagi. Disana, teman temannya sudah menunggu hanabi. Mereka sudah tahu apa yg terjadi karna sensei mengumumkan berita duka itu d kelas.


Hanabi :"daijoubu ". Ucapnya sambil berjalan ke tempat duduknya.


Kazumi :"leader, kau tahu. saat kau tdk bersekolah, devil genk kembali mengganggu kami". Adu nya.


Hanabi :"souka". Ucapnya. Hanabi duduk d tempatnya, lalu meletakan kepalanya di atas meja.


Teman temannya tdk ingin mengganggunya dulu untuk sementara waktu.


**


Pelajaran pertama hari itu adalah berenang. Semua murid d haruskn mengikuti pelatihan d kolam renang.


Di tempat berganti pakaian, hanabi terduduk melamun.


Miyako :"leader, ayo". Ajaknya pada hanabi.


Hanabi berdiri, kemudian dia melepas lensa kontaknya lalu pergi bersama mereka ke kolam renang. Disana semua siswa sudah berkumpul. Hanabi berjalan dgn berpegangan pada temannya. Setibanya, mereka duduk mendengarkan materi dr sensei. Hanabi mengandalkan pendengaran nya untuk memahami materi itu.


Beberapa waktu kemudian, sensei meminta siswa untuk mempraktekkan materi yg sebelumnya telah dia sampaikan.


Hanabi berdiri d tepi kolam, menatap jauh ke dalamnya. dia sedikit takut, namun akhirnya. ..


*priiiiit*. Peluit berbunyi dan hanabi terjun ke kolam. Dia berenang sesuai dgn materi hari itu. Tapi, hanabi tdk menyadari dinding finish yg sudah dekat. Dia mempercepat laju renang nya. Dan. .


*tak*. Kepalanya menabrak dinding itu sangat keras sekali dan mengeluarkan darah.


Nori :"hanabi-chan ". Teriaknya.


Hanabi langsung tak sadarkan diri. Lalu sensei membawanya ke ruang UKS sekolah. Disana, hanabi mendapatkan pertolongan pertama.


sensei :"bagaimana? ". Tanya nya panik.


"hanya sedikit benturan d kepala, dia akan sadar beberapa menit lg. ". Ucap bu sara(ketua medis di UKS sekolah).


Sensei :"arigatou ". Ucapnya.


Beberapa jam, hanabi belum sadar. Saat jam istirahat teman temannya menjenguknya di UKS. Tak lama. .


Hanabi :"mmmh". Ucapnya yg baru tersadar.


Kazumi :"leader! Daijoubu desu? ". Tanya nya.


Hanabi membuka matanya, lalu dia bangun dan berusaha untuk duduk.


Itami :"yokatta. . aku sangat khawatir ". Ucapnya.


Hanabi :"lensa kontak ku". Ucapnya.


Hanabi kemudian memakai lensa kontaknya. Dilihatnya temannya disana. Dia merasakan sakit d kepalanya.


Hanabi :"apa yg terjadi? ". Tanyanya.


Kazumi :"kau hebat, kau memimpin saat d kolam tadi". Ucapnya.


Hanabi :"maksudmu? ". Tanya nya.


Miyako :"ah hehe, daijoubu. Leader istirahat saja dulu. Ini. . kami jg membawakan mu makan siang, kau belum makan kan". Ucapnya.


Hanabi :"Arigatou, tapi. . aku ingin ke kelas". Ucapnya.


Kazumi :"kedo. . ".


Nori :"tentu, tentu saja. Ayo ". Ajaknya.


Hanabi pun kembali ke kelasnya dgn perban d kepalanya. Waktu istirahat masih lama, hanabi meminjam buku temannya untuk menyalin pelajaran yg tertinggal saat dia d UKS. Sambil menyalin buku itu, dia sesekali memakan makanan yg temannya bawakan tadi.


Kazumi :"hanabi-chan, apa itu. . sakit? ". Tanya nya mengarah k luka di kepala hanabi.


Hanabi :"iie. . ini tdk sakit kok". Ucapnya sambil tersenyum. Tak berapa lama. .


*tak. . tak*. Seseorg datang.


Hanabi :"Hotaru. . senpai? Dousta? ". Tanya nya saat Hotaru datang k kelasnya.


Hotaru :"aku dengar kau terluka, jadi aku baru bisa kesini. Apa ini sakit? ". Tanya nya.


Hanabi :"ah hehe, iie. Tidak sakit kok". Ucapnya sambil tersenyum.


Nori :"sssstttt, sepertinya mereka saling menyukai". Ucapnya berbisik pada yg lain.


Miyako :"kau benar". Balas nya.


Itami :"sugoi, leader langsung mengembat ketua osis kita". Ucapnya.


Kazumi :"jangan berkata seperti itu". Omelnya pd temannya yg lain.


Hotari menemui hanabi sebentar dan setelah itu dia pergi.


Beberapa menit kemudian. Bel masuk berbunyi, dan pelajaran berlanjut. Disana, haru menatap hanabi dia merasa kasihan pada hanabi dgn kondisinya saat ini.


Hanabi :"jangan menatapku dgn tatapan mesum itu, baka". Ucapnya yg membuat haru terkejut.


Haru :"aku. . aku. . tidak menatapmu. Dan jangan pernah kau memanggilku seperti itu". Omelnya.


Hanabi mengabaikannya dan fokus pada pelajaran. Jauh dr lubuk hatinya, duka itu masih ada, masih sangat terasa menyakitkan. Hanya saja hanabi menyimpannya dan membohongi semua org dgn senyumnya.