
Pelajaran terakhir hari itu adalah pelajaran olahraga. Semua murid sudah berkumpul di lapangan dan mendengarkan sensei yg sedang menyampaikan materi pembelajaran pada murid.
Sensei :"materi kali ini yaitu tentang bulu tangkis, sensei sudah memberitahu pada kalian untuk membawa alatnya, apa kalian membawanya? ". Tanya nya.
"ya, sensei". Balas mereka.
Sensei :"baiklah, sensei akan menjelaskannya. Dengarkan baik baik. . ". Ucapnya. Setelah itu sensei menjelaskan materi tentang bulu tangkis, dia jg mempraktekkan beberapa gerakan.
Setelah itu sensei meminta dua org untuk mempraktekkan nya, terpilih lah hanabi dan haru. Mereka menatap penuh kekesalan satu sama lain.
*priiiit*. Sensei meniup peluit.
Mereka mulai memainkan nya. Hanabi maupun haru tdk mau kalah, mereka terus berusaha menjatuhkan lawan.
*tak*. Hanabi memukul kok🏸 dengn sangat keras yg membuat kok itu mendarat d kepala haru.
Hanabi :"hehehe". Tawanya menghina.
"Awas saja kau". Gerutu haru.
Sensei :"ya cukup, sensei harap semua sudah mengerti tentang materi kali ini". Ucapnya.
"Ya, sensei ".
Sensei :"setelah ini, kalian boleh mempraktekkan nya sendiri". Suruhnya.
Kemudian semua siswa berdiri dan memilih pasangan mereka sendiri sebagai rival nya.
Kazumi :"Itami, ayo bermain dgn ku". Ajaknya.
Miyako :"Nori, kau dgn ku ya". Pinta nya.
Nori :"woke, ayo". Mereka pun mencari tempat untuk bermain.
Hanabi :"aku? Aku dgn siapa? ". Herannya tak memiliki pasangan.
Tiba tiba. .
Haru :"sora hanabi, aku menantangmu bermain bulu tangkis". Tantang nya.
Hanabi :"hah? O-oke. . siapa takut". Ucapnya menerima tantangan.
Hanabi dan haru bersiap d posisinya, dan memulainya. Permulaan memang selalu selow. Tapi semakin lama, permainan semakin panas. Haru ingin membalas hanabi.
Hanabi :"aaaa". Teriaknya saat kok mendarat di jidat nya.
Kazumi :"leader". Panggilnya.
Haru :"hahaha, kita impas". Ucapnya.
Hanabi :"aku tdk akan kalah darimu". Ucapnya kemudian kembali memainkan permainan.
Permainan yg sangat menakjubkan. Semua murid terdiam menyaksikan. Dan jg sensei membiarkan mereka melakukan nya.
"Ya, tidak terlalu buruk. Itu jg termasuk pembelajaran bagi teman nya". Gumam sensei.
Mereka bermain imbang. Tapi bukan soal skor melainkan soal kok yg mendarat mengenai mereka.
Tamada :"leader, jangan sampai kalah dgn seorg perempuan". Ucapnya.
Miyako :"kalahkan dia! ". Soraknya.
Mereka menyemangati leader mereka masing masing.
**
Permainan berlangsung sangat lama, dan mereka sudah mulai merasa lelah. Tapi mereka cukup gengsi untuk menyerah.
"Kuso. . bagaimana ini**". Gerutu haru.
"Aku sudah lelah sekali". Hanabi. .
Lalu haru dengan sengaja memukul kok itu dgn sangat keras dan melambung yg membuat kok itu terbang entah kemana.
"Yokatta". Haru dan hanabi. Kemudian mereka terduduk lemas. .
*kriiiiiing*. Bel pulang sudaj berbunyi.sensei dan Semua murid kembali dan bersiap untuk pulang.
Kazumi :"leader, daijoubu? ". Tanya nya yg mengkhawatirkan hanabi.
Hanabi :"daijoubu. . ".
Toru :"hahaha, lemah sekali". Ucapnya menghina hanabi.
Nori :"leader mu yg lemah, dia membuang kok supaya bisa istirahat kan? ". Tebaknya yg tepat sasaran.
Toru :"apa yg kalian katakan? Hah? ". Ucapnya menghampiri mereka.
Itami :"kalian pikir kami takut? Kami hanya tdk ingin membuat kelas berantakan. Tapi kali ini, kita berada d lapangan". Ucapnya.
Tamada :"jadi kalian menantang kami? ". Tanya nya.
Miyako :"ya, angel genk menantang duel devil genk disini". Tantang nya dgn suara lantang.
Azusa :"kuso. . ". Ucapnya.
Mereka kemudian saling mendekat dan menyerang dengan memukul mukul menggunakan raket 🏸. Mereka jg saling menonjok dan menendang.
Hanabi :"yamete, minna". Ucapnya. Hanabi merasa bertanggungjawab atas mereka.
Haru :"biarkan saja. Apa kau takut? ". Ejeknya.
Hanabi berdiri.
Hanabi :"kau. Maju lah". Tantangnya.
Haru berdiri dan mereka saling menyerang. Angel genk vs devil genk.
Semua murid sudah berhamburan pulang tapi mereka masih berkelahi di lapangan. Tidak ada yg terluka, hanya merasakan sakit d sekitar tubuh mereka.
Lamanya mereka berkelahi sampai akhirnya mereka menyerah. Hari mulai sore, mereka pun pulang bersama. Meski begitu, mereka masih saja saling mengejek dan saling menghina.
** * **