YOU'RE MINE

YOU'RE MINE
Ponsel baru.



*tok. . tok*. Hanabi mengetuk pintu rumah bibinya.


Hanabi :"tadaima. . bibi. . kau dirumah? ". Panggilnya.


*kreeek*. Membuka pintu dan keluarlah miki, dia langsung memeluk hanabi.


Miki :"yokatta, aku sangat mengkhawatirkan mu, aku melihat berita d tv kalau terjadi badai di tempat mu pergi". Ucapnya.


Hanabi :"daijoubu, ada haru bersamaku bi". Ucapnya.


Miki :"hmmmm". Ucapnya melepaskan pelukan lalu menatap hanabi.


Hanabi :"aku. . sangat merindukan loli, hehe". Ucap nya sambil tersenyum.


Miki :"kau tdk memakai lensa kontak? ". Tanya nya


Hanabi :"oh itu, hmm. Saat badai itu, aku berlari dan mungkin itu terjatuh ". Ucapnya.


Miki :"souka, bibi akan membelikannya lg nanti. Ayo masuk, kau pasti sangat trauma dgn kejadian itu ya? ". Tanyanya sambil mengajak hanabi masuk.


Hanabi :"sedikit, bibi tau. Haru menggendongku saat itu hehe". Curhat nya.


Miki :"waaaah, dia baik sekali. Ajaklah dia main kemari ". Suruhnya.


Hanabi :"hmmm". Ucapnya.


Miki mengantar hanabi ke kamarnya.lalu dia kembali ke bawah dan mengurus loli dan juga pekerjaan rumah yg lainnya.


**


Hanabi hendak mengganti pakaiannya, tapi dia tdk tahu apa jendelanya terbuka atau tidak. Kemudian dia berjalan untuk memeriksanya.


Hanabi :"untung saja tertutup". Ucapnya. Kemudian dia mandi dan berganti pakaian.


Setelah itu, hanabi merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya. Dia masih blm percaya kalau skrg dia sudah memiliki pacar.


Tak lama dia pun tertidur.


**


"Hanabi. . bangunlah". Suara seseorg dalam setengah sadarnya.


Hanabi :"Mmmmhhh? ". Ucapnya ketika bangun.


Paman :"yokatta. . aku sangat mengkhawatirkan mu, kau baik baik saja? ". Khawatir nya.


Hanabi :"paman, aku baik baik saja". Ucapnya


Hanabi :"jangan berkata seperti itu paman, aku baik baik saja". Ucapnya.


Paman :"yokatta, yokatta. . ini lensa kontak, miki bilang lensa kontak milik mu hilang, pakailah". suruhnya.


Hanabi menerima nya dan langsung memakainya. Kemudian dia baru bisa melihat dgn jelas.


Hanabi :"arigatou paman". Ucapnya.


Paman :"hmm. . paman membeli dua untuk stok, simpanlah". Ucapnya memberikan satu buah lensa kontak lg.


Hanabi :"gommen, aku merepotkan paman dan bibi". Ucapnya.


Paman :"iie, kau sudah seperti anakku. Paman masih punya sesuatu untuk mu". Ucapnya.


Hanabi :"nani? ". Herannya.


Paman :"ini diaaa. . ". Ucapnya menunjukan sebuah ponsel keluaran terbaru tahun ini.


Hanabi :"ini? Po-ponsel? ". Bingungnya.


Paman :"ya, ini untuk mu". Ucapnya.


Hanabi :"ho-hontou ni? Waaaah arigatou ". Ucapnya menerima ponsel itu.


Paman :"itu sudah lengkap, kau tinggal menggunakannya. Nomor paman dan bibi jg sudah d simpan disana". Ucapnya.


Hanabi :"arigatou. . arigatou. . ". Ucapnya sangat senang.


Paman :"ya sudah, paman kebawah dulu. Kau segeralah datang untuk makan malam ya". Ucapnya.


Hanabi :"ya, arigatou paman". Ucapnya.


Paman hanabi pun pergi dari kamarnya. Dengan adanya pamannya, dia merasa memiliki seorg ayah. Walaupun sebenarnya memang memiliki, tapi ayahnya tdk pernah peduli padanya.


*


Hanabi sangat senang dgn pemberian pamannya itu, dia mulai menekan tombol pada ponsel itu dan layarnya menyala. .


"Sugoi. . ibu tdk pernah mengijinkanku untuk memiliki ponsel, dan kali ini. . aku memilikinya. . aaaaah senangnya". Gumamnya.


Hanabi memainkan ponselnya. Dia mengutak-atik(ah dasar lidah Sunda mh gitu, gommen ne) ponselnya. Kemudian dia berfoto selfi.


Hanabi :"waaah, cantik sekali. Hmm. . aku harus meminta nomor ponsel haru. Hehe". Ucapnya sambil gulang-guling(tuhkan lidah Sunda nya mulai lg) di tempat tidurnya.


** * **