
Sepulang sekolah, seperti biasa hanabi berjalan kaki sambil menikmati hari. Saat itu, dia pulang berpapasan dgn haru yg berjalan di depannya. Rumah mereka satu arah, dan itu membuat hanabi dan haru pulang bersama.
Haru menyadari seseorg yg berjalan d belakangnya, dia menengok. Dan ketika dia tahu itu hanabi, dia langsung mengerutkan alisnya memasang wajah kesal. Hanabi tdk mau kalah, dia juga memasang wajah kesal.
Perjalanan terasa menyebalkan bagi mereka berdua.
"Apa dia masih marah padaku karna aku melempar penghapus itu padanya? Cih, begitu saja marah. Apa itu yg dinamakan seorg leader". Gerutu hanabi sambil berjalan.
"Dia tdk merasa bersalah, dia malah memasang wajah menyebalkan itu. Andai saja bukan tetanggaku, sudah ku bully dia. Hmp. . tapi dia cantik sekali, aku tdk tega". Gerutu haru.
**
Beberapa puluh menit kemudian, mereka hampir sampai d rumah mereka. Dari kejauhan, terlihat beberapa mobil terparkir d depan rumah bibi hanabi.
"Ibu sudah kembali". Gumamnya senang. Namun wajahnya berubah ketika melihat mobil ambulance di antara mobil mobil itu.
Hanabi diam terpaku, begitu jg dgn haru. Hanabi mengucek(mengucek apaan sih bro?) matanya yg membuat lensa kontaknya terjatuh, lalu hanabi berlari. Haru yg melihat itu merasa penasaran dan ikut berlari d belakang hanabi.
Sesampainya d depan pintu. .
Hanabi :"iie. . ". Teriaknya dan masuk k dalam rumah.
Beberapa org berkumpul d dalam dan sedang menangis.
Paman :"hanabi-chan". Ucapnya.
Hanabi berlari kemudian terjatuh , dengan penglihatan yg kurang jelas tanpa lensa kontak, dia samar samar melihat sebuah peti dgn foto ibunya yg di pajang disana.
Hanabi :"ibu. . . jangan tinggalkan aku". Tangis nya saat tiba d dekat peti itu.
"Tenanglah nak, masih ada ayah disini". Ucapnya.
Hanabi :"iie, aku ingin ibu. . kembalikan ibuku ". Tangis nya. Hanabi histeris di depan peti itu.
Lalu di luar, haru menghampiri ibunya yg juga ada dsana.
Haru :"ibu, ada apa? ". Tanya nya.
Ibu :"ibunya, meninggal karna kecelakaan pesawat, ". Ucapnya. Haru terkejut mendengar itu. .
Haru :"masaka. . ". Ucapnya terkejut.
Haru :"hmmm". Mengangguk.
Haru menatap iba pada hanabi yg sedang merasakan kesedihan mendalam.
**
Hanabi terus menangis d depan peti itu. Ayahnya dan istri barunya jg ada d sana. Mereka berusaha membuat hanabi tenang, tapi hanabi tetap menangis dan memanggil nama ibunya
Hanabi :"kenapa ibu meninggalkan ku". Tanya nya dalam tangis nya.
Miki :"hanabi-chan, sabarlah, ibu mu akan bersedih jika melihatmu seperti ini". Ucapnya.
Hanabi :"aku ingin ibu. . aku ingin ibu". Teriaknya. Ayahnya dan pamannya berusaha membawanya ke kamar untuk menenangkannya.
Dgn meronta ronta, hanabi menolak pergi dr dekat peti itu. Dengan susah payah, ayahnya pun berhasil menggendong dan membawanya ke kamar.
Ayah :"dengarlah, hanabi-chan, dengarkan ayah". Pinta nya.
Hanabi :"aku ingin ibu ayah, kembalikan ibuku". Tangis nya.
Ayah :"ibumu sudah tiada, sabarlah nak". Ucapnya sambil memeluk hanabi.
Hanabi :"tidak mungkiiin". Teriaknya. Hanabi terus menangis d pelukan ayahnya.
Ayah :"gommen, gommen". Ucapnya.
Hanabi :"kenapa ibu meninggalkan ku, kenapa buuuu". Teriaknya dalam tangisnya.
Ibu yg selalu mencintainya sudah meninggal karna kecelakaan pesawat saat akan pergi ke Singapura untuk mengurus bisnisnya pagi tadi.
**
Disisi lain, haru memikirkan hanabi, dia melihat jelas rasa sakit akan kehilangan yg hanabi alami. Dia merasa iba padanya.
"Menyakitkan. Pasti sangat menyakitkan. Aku memang kesal padanya, tapi jika melihatnya seperti itu. Dia, kasihan jg". Gumam haru.
** * **