
Hanabi terus bermain dgn ponselnya. Tak lama. .
*kreeek*. Seseorg membuka pintu kamar hanabi.
Miki :"hanabi-chan, turunlah kebawah, ada seseorg yg mengunjungi mu". Ucapnya.
Hanabi :"seseorg? Siapa? ". Herannya.
Miki :"hehe, kau lihat saja ya. Ayo". Ajaknya kemudian pergi.
Hanabi merapikan pakaian dan rambutnya, dengan memakai dress tidur, dia sangat kawaii. Setelah itu dia turun ke bawah dgn membawa ponselnya.
Dia sangat penasaran dgn org yg miki maksud, karna tidak seorg pun teman yg tahu rumah hanabi. . kecuali . .
Hanabi :"mit. . suo. . kun. .? ". Kaget nya yg melihat haru duduk d sofa ruang tengah.
Hanabi terhenti d tangga dan terbelenggu. Haru menyadarinya kemudian tersenyum padanya.
Hanabi :"kenapa kau disini? ". Ucapnya pelan sekali.
Haru :"hanare. .me-nel-pon. ". Ucapnya sambil mengangkat ponselnya.
Lalu hanabi langsung berlari menuju haru dan mengambil ponselnya.
Hanabi :"ini hanare? ". Tanya nya.
Haru hanya menganggukkan kepalanya.
Hanabi :"halo. . hanare kah? ". Tanya nya dalam telpon.
Hanare :"hanabi-chan, yokatta. . aku sangat mengkhawatirkan mu". Ucapnya.
Hanabi :"gommen, aku tidak ada bersama mu saat itu". Ucapnya mulai menangis.
Hanare :"iie, seharusnya aku yg meminta maaf telah meninggalkan mu". Ucapnya.
Hanabi :"itu memang salahku". Ucapnya menangis.
*ssrrrkkk*. Lalu mengelap ingusnya menggunakan baju haru.
Hanabi :"gommen haru". Ucapnya sambil menangis.
Haru :"daijoubu . . ah. . hehe". Ucapnya.
Tak lama. Paman dan bibinya datang dgn menggunakan pakaian bagus.
Paman :"hanabi-chan, hm. . kami akan dinner dulu, kau. . bisa jaga loli? Dia sedang tertidur". Ucapnya.
Hanabi :"ya paman, bisa, tenang saja". Ucapnya.
Miki :"gommen ne, tapi karna haru ada d sini jadi bibi tdk terlalu khawatir. Onegai, haru, hanabi". Ucapnya.
Haru :"ya, bibi miki". Balasnya.
Miki :"untuk makan malam mu, bibi sudah siapkan. Ajaklah haru makan". Ucapnya pada hanabi.
Paman :"ya sudah, kita pergi dulu. Tolong jaga mereka ya, haru". Ucapnya sembari pergi.
Haru :"oke". Balasnya.
Mereka pun pergi meninggalkan dua insan itu dirumah, haru menatap hanabi penuh harapan tapi hanabi sibuk dgn telponnya dan hanare.
Hanabi :"oh ya, skrg aku sudah punya ponsel, kau menelpon ke nomor ku saja". Ucapnya.
Hanare :"ya, berikan nomormu padaku". pintanya.
Haru :"ah hanabi, sepertinya ibu sudah memintaku pulang". Ucapnya.
Hanabi :"tunggu sebentar ya, aku ingin memberikan. . aah". Ucapnya terhenti saat haru mematikan telponnya.
Haru :"sudah cukup. ". Ucapnya.
Hanabi :"kau pelit sekali padaku. Berikan nomornya, biar aku yg menelponnya". Pintanya.
Haru :"iie". Tolaknya.
Hanabi :"kau. . . cih". Ucapnya lalu cemberut.
Haru :"kau akan berbicara dgnnya sampai larut malam? ". Tanya nya.
Hanabi :"biarkan saja, dia perempuan kan ".
Haru :"lalu, kapan kau punya waktu untuk ku". Ucapnya menyandarkan kepalanya di bahu hanabi.
Hanabi :"itu. . ". Berhenti bicara.
Haru :"berikan nomormu padaku". Pinta nya lalu hanabi memberikan ponselnya dan haru menyimpan nomornya.
Hanabi :"hmm. . gommen". Ucapnya.
Haru :"daijoubu". Ucapnya mendekatkan wajahnya pada wajah hanabi.
"Glek". Hanabi menelan ludahnya. Bibir mereka sangat dekat, tidak ada penghalang apapun, kemudian haru memejamkan matanya, lalu hanabi menyusul nya. Ketika mereka akan kiss. Tiba tiba. .
Terdengar dr kamar suara loli menangis.
Hanabi :"loli". Ucapnya lalu pergi ke kamar untuk memeriksa keadaan loli.
"Kusooo. . hampir saja, tidak bisakah menangisinya nanti saja ". Kesal haru karna gagal kiss.
Hanabi datang dgn menggendong loli.
Hanabi :"gommen ne haru, loli terbangun". Ucapnya kemudian duduk d samping haru.
Haru :"ah ya, daijoubu. . hay loli". Sapa nya.
Setelah itu mereka bermain main dgn loli, dan mereka gagal berduaan. Loli tidak mau lepas dr hanabi, itu membuat haru kesulitan berdekatan dgn hanabi.
** * **