
Mereka berdua berjalan bersama. Haru sangat senang bisa menghabiskan waktu dgn hanabi lg, dan berharap. . kali ini dia tdk akan gagal.
Perjalanan tidak terlalu jauh, beberapa menit mereka pun sampai. Terlihat disana hanare dan yg lain sudah menunggu. Lalu tiba tiba, hanare berlari ke arah hanabi dan memeluknya.
Hanare :"gommen, kemarin aku meninggalkanmu". Ucapnya sambil menangis.
Hanabi :"d-daijoubu, aku baik baik saja". Ucapnya sambil mengelus bahu hanare.
Hanabi merasakan sesuatu yg berbeda. Dia dan hanare tdk terlalu dekat saat d kelas, tapi hari ini, dia merasa kalau hanare sudah seperti saudaranya sendiri.
Tamada :"Woooy, apa kalian akan terus berpelukan? ". Tanya nya.
Hanabi :"diam kau". Bentaknya.
Mereka melepaskan pelukan itu.
Hanabi :"arigatou sudah mengkhawatirkan ku, hanare". Ucapnya.
Hanare :"hmm. . ". Menyeka air matanya.
Hanabi :"ayo, tugas kita blm selesai kan". Ajaknya.
Merekapun pergi ke tempat itu untuk melakukan penelitian. Tempat yg mudah d jangkau dan tdk memerlukan banyak waktu.
**
Tak berapa lama mereka sampai disana. Mereka langsung mengerjakan tugas itu karna waktu semakin siang.
Haru sesekali melirik hanabi yg sedang fokus kemudian dia tersenyum.
Saat itu, yg hanabi pikirkan hanyalah keberhasilan tugas penelitiannya, karna waktu yg sedikit. Mereka berharap tugas itu selesai hari ini jg.
Mereka tidak memandang permusuhan dan lebih fokus pada tugas. Terlihat dari devil genk yg bersikap baik pada hanabi dan hanare.
Tamada :"hanabi-chan. . apa aku harus mencatat yg ini jg? ". Tanya nya.
Hanabi :"ya, catatlah. ". Suruhnya.
Mereka sangat akrab. Hanabi memang tdk menginginkan permusuhan itu, tapi keadaan yg memaksanya terlibat d dalamnya.
**
Hari mulai sore, dan tugas berhasil d selesaikan oleh mereka. Tinggal menyimpulkannya dalam bentuk laporan dan memberikannya pada guru.
Hanabi :"untuk membuat laporan, biar aku saja yg mengerjakannya. Aku akan meminta paman untuk membantuku". Ucapnya.
Hanare :"aku akan membantu juga". Ucapnya.
Hanabi :"daijoubu, besok kita akan mengumpulkannya ". Ucapnya.
Tamada :"yokatta. . akhirnya tugas selesai dan aku tdk perlu menghabiskan waktu dgn wanita **** gede itu". Ejeknya.
Hanabi :"apa 'wanita **** gede' yg kau maksud itu adalah aku? ". Tanya nya sinis.
Tamada :"kau pikir siapa lg? ".
"Cih. . baru saja tadi dia bersikap baik padaku, skrg sudah kumat lg". Gerutu nya menahan emosi.
Hanare :"hanabi-chan ".
Azusa :"itu karna. . kau. . leader mereka. . ". Ucapnya.
Hanabi :"aku tdk pernah meminta untuk menjadi leader mereka, mereka sendiri yg memintaku". Ucapnya.
Azusa :"lalu kenapa kau selalu menentang kami". Tanya nya.
Hanabi :"menentang apanya? Aku hanya melakukan apa yg menurutku benar". Ucapnya.
Tamada :"kalau begitu. . kencan lah bersama kami, maka kami akan memaafkanmu". Ucapnya.
Haru :"Tamada! ". Bentaknya membela hanabi.
Hanabi :"kenapa kalian selalu menggangguku? Kenapa kalian selalu memandangku hina? ". Tanya nya hampir menangis.
Hanare :"hanabi-chan, mereka tdk bermaksud seperti itu". Ucapnya.
Kemudian hanabi berlari dan menangis. Dia sangat sakit hati dgn perkataan mereka yg melecehkan nya.
Haru :"kalian sudah sangat keterlaluan, di sekolah mereka memang musuh kita, tapi d luar sekolah. . itu berbeda. . ". Bentaknya lalu mengejar hanabi.
**
Hanabi terus berlari dgn air mata yg terus menetes.
Haru :"yamete, sora". Panggil nya yg membuat hanabi berhenti melangkah.
Hanabi :"kenapa mereka mengatakan itu padaku". Tanya nya dalam tangis.
Haru :"tenanglah, aku sudah memukul mereka". Bohong nya sambil memeluk hanabi.
Hanabi dan haru pulang bersama. Haru menghiburnya hingga dia berhenti menangis.
*
Berjalan sambil berpegangan tangan. Tak lama, mereka hampir sampai. Didepan rumah bibi hanabi terparkir mobil yg hanabi kenali.
"Ayah". Gumamnya merasa senang.
Hanabi :"Mitsuo, arigatou. . aku pulang dulu ya. Ja". Ucapnya melepaskan tangannya lalu berlari.
Haru menatap hanabi dgn senyuman. Dia tahu kalau mobil yg terparkir disana adalah mobil ayah hanabi.
*
*kreeek*. Membuka pintu.
Hanabi :"tadaima. . ayaaaah". Ucapnya sangat senang dgn kedatangan ayahnya, hanabi merentangkan tangannya hendak memeluk ayahnya.
Ayah :"okaeri. . ooh putri ayah. . ayah sangat merindukanmu". Ucapnya menyambut hanabi.
** * **