World Real

World Real
07. Wanita yang di sukai Nanda



Di ujung kantin smk citra permata ada Ikbal dan kawan-kawan yang sedang mengobrol sambil makan siang.


"Gimana entar siang latihan kan?"


Tanya Akmal sambil melihat ke teman-teman nya itu.


"Jadilah kan emang udah jadwal nya kita latihan futsal."


Jawab Irfan sambil menyedot jus jambu kesukaan nya itu.


Nanda terdiam mendengar perbincangan teman-teman nya tentang latihan futsal nanti siang. Ia memandang ke atas langit-langit kantin dengan senyuman tak enak.


"Gua kayak nya gak bisa ikut latihan dulu deh."


Nanda memandangi wajah teman-teman nya dengan senyuman canggung.


"Lah kok gak bisa nan?"


Tanya Akmal yang jarang mendengar Nanda absen latihan futsal. Nanda menggaruk kepala nya yang tidak gatal, Ia merasa tak enak dengan yang lain nya.


"Gua...mau cari tau tentang cewek yang lagi gua suka."


Nanda berbicara dengan gugup dan sedikit malu kepada teman-teman nya.


"Ciailah....siapa sih cewek nya?"


Tanya Akmal sambil meledek Nanda yang tersipu malu. Raut wajah Irfan juga terlihat penasaran.


"Tau nih, gua juga jadi ikut penasaran"


Irfan menatap Akmal dan Nanda yang sedang tersenyum tak jelas.


Nanda tersenyum sambil menggaruk-garuk wajah nya dengan malu, sedangkan Akmal dan Irfan sudah sangat penasaran dengan gadis yang di sukai oleh Nanda. Ikbal tetap fokus menyantap roti bakar nya dan menyimak perbincangan teman-teman nya.


"Sebenernya gua belum tau siapa nama nya."


Jawab Nanda dengan raut wajah polos dan juga tersenyum malu. Irfan dan Akmal menepuk dahi mereka bersamaan.


"Ya ampun...masa kagak tau sih nama nya"


Akmal menggeleng-geleng kan kepala nya karena tak percaya Nanda menyukai seorang wanita, akan tetapi ia tak tau siapa nama nya.


"Aneh banget sih lu nan. Terus kok lu bisa suka dan tau tuh cewek?"


Irfan terheran-heran dan juga bingung kenapa Nanda bisa suka dengan wanita yang belum ia kenal.


"Jadi gini guys, gua ketemu sama cewek itu di perpus. Rambut nya pendek, mata nya indah banget, tatapan nya itu kosong tapi kayak ada makna yang tersembunyi. Yang gua tau dia kelas sebelas"


Nanda menjelaskan ciri-ciri wanita yang ia sukai dan juga pertemuan nya yang pertama kali itu.


Mendengar penjelasan Nanda, tiba-tiba Ikbal langsung menatap wajah Nanda yang sedang tersenyum memikirkan wajah wanita yang ia sukai. Padahal dari tadi Ikbal hanya fokus sendiri dengan makanan nya. Entah apa yang di pikirkan oleh Ikbal, ia langsung menyimak dengan serius tak seperti sebelum nya.


"Kelas sebelas?"


Tanya Irfan yang terkejut dengan nama kelas itu. Di dalam otak Irfan ada satu wanita yang selalu terukir di pikiran nya.


"Iyaa, kenapa emang nya? kok lu kayak kaget gitu dengernya?"


Tanya Nanda yang bingung dengan ekspresi Irfan.


"Gak apa-apa sih, gua cuma ragu aja"


Senyum terpaksa Irfan yang tak ingin yang di pikirkan nya menjadi kenyataan.


"Kok lu ragu sih bro, aturan kita dukung dong sahabat kita ini."


Akmal merangkul Irfan sambil tersenyum nakal ke arah Nanda dan Ikbal.


Irfan tertawa kecil, namun Nanda dan Akmal merasa Irfan terlalu memaksa kan diri untuk tertawa.


Akmal tertawa nakal melihat raut wajah Irfan yang canggung itu. Bola mata nya tak sengaja melihat ke arah pojok kantin, ia melihat rena dengan seorang wanita yang seperti nya pernah ia lihat.


"Eh guys, Itu bukan nya rena yaa? Tapi dia sama siapa tuh?"


Tanya Akmal kepada teman-teman nya. Irfan dan Nanda pun langsung melihat ke arah Rena dan seorang wanita yang duduk di samping nya.


"Iya itu si rena, tapi yang di sebelah nya gua gak bisa liat mukanya, Kketutupan sama kepalanya Rena."


Jawab irfan yang terus saja berusaha melihat wanita yang berada di samping rena.


Nanda memandangi wanita tersebut. Ia melihat dari atas ke bawah, setelah itu ia sudah yakin dengan penglihatan nya.


"Guys...itu cewek yang lagi gua suka". Nanda tersenyum puas kepada teman-teman nya itu. Sementara Irfan dan Akmal semakin tak bisa diam karena ingin melihat wajah wanita itu.


Ikbal langsung menatap wanita itu dengan fokus dan serius. Ikbal sebenarnya sudah mulai penasaran ketika Nanda menyebut kan kelas sebelas, dan setelah ia yakin bahwa wanita yang duduk di samping Rena adalah wanita yang sama seperti yang ada di pikiran nya.


"Samperin sono nan". Ucap Ikbal yang baru mengeluarkan suara nya setelah sekian banyak kata yang di ucap kan oleh teman-teman nya itu.


"Kagak deh, ada Rena males gua. Lu pada kan tau kalo rena masih suka sama gua"


Nanda menolak untuk menghampiri wanita tersebut karena ada Rena.


"Terus, gimana lu mau tau siapa tuh cewe, seenggaknya lu nama nya lah."


Ucap Irfan yang tak habis pikir dengan cara berfikir Nanda yang sulit di prediksi.


"Selow aja, gua udah banyak rencana kok."


Nanda tersenyum mencurigakan sambil memakan roti milik Akmal.


"Roti gua weh"


Ucap Akmal yang tak terima rotinya di makan oleh nanda yang fokus tersenyum sambil menatap ke arah wanita tersebut.


Entah apa yang di pikirkan oleh Nanda, akan tetapi Ikbal menatap nya dengan penasaran. Ikbal sebenarnya tau siapa wanita itu, namun ia masih ragu kalau perkiraan nya salah.


Di pojok kantin Dian dan Rena sudah selesai makan. Dian tak sengaja melihat ke arah ujung kantin dan terlihat oleh nya Ikbal yang sedang menatap ke arah nya. Mereka berdua pun saling bertatapan dari jarak yang lumayan jauh.


Akmal,Irfan dan Nanda beranjak dari tempat duduk nya, mereka sudah selesai dan ingin kembali ke kelas mereka. Akmal pun mengajak Ikbal yang masih bertatapan dengan Dian.


"Bal, Ayok ke kelas"


Ajak akmal yang bingung melihat Ikbal yang fokus itu.


"Duluan aja, nanti gua nyusul". Jawab Ikbal yang masih fokus menatap Dian.


Akmal tak terlalu peduli dengan apa yang sedang di tatap oleh Ikbal, karena bagi nya Ikbal memang suka menatap orang dengan sembarangan dan tak ada maksud lain.


Langkah Akmal sudah jauh dari tempat duduk Ikbal. Mata mereka berdua masih saling bertatapan, Dian yang baru sadar kalau dia saling bertatapan dengan Ikbal segera memalingkan pandangan nya.


Dian sedikit takut melihat Ikbal yang masih menatap nya dengan tajam, di dalam pikiran nya mungkin Ikbal masih tidak terima dengan kejadian kemarin. Karena tak nyaman dengan tatapan Ikbal, Dian pun menutupi wajah nya dengan buku menu makanan kantin.


Seketika pandangan Ikbal terhalang oleh buku menu makanan yang sengaja oleh Dian untuk menutupi wajah nya. Ikbal semakin yakin dan sudah terbukti juga bahwa wanita yang di sukai oleh Nanda adalah dian.


Ikbal beranjak dari tempat ia duduk, ia berjalan menuju pojok kantin smk citra permata, tempat Dian yang sedang duduk sambil menutupi wajah nya karena takut dengan Ikbal.


Jantung Dian berdebar ketika ia melihat ada seseorang yang berdiri di hadapan nya. Dian memandang orang tersebut dari bawah ke atas, sampai terlihat oleh nya wajah Ikbal yang menatap nya dengan datar.


Dengan spontan Dian semakin menutupi wajah nya dengan buku menu makanan kantin, akan tetapi tangan Ikbal merebut buku tersebut sehingga Dian tak bisa menutupi wajah nya. Ia hanya bisa menunduk karena takut, sedangkan Ikbal menatap wajah Dian dengan tajam dan serius.


........🎶🎶🎶........