
Malam ini dian sedang duduk di atas balkon kamarnya. Mata nya sedang menatap bintang-bintang yang bersinar terang. Suasana yang begitu hening membuat dian teringat dengan seseorang yang selalu saja hadir di setiap ia melihat bintang.
"Kenapa mimpi aku gak jadi kenyataan, mengapa hati ini harus terluka, dunia yang kuharap kan tak jadi kenyataan."
Ucap dian kepada dirinya. Matanya mengeluarkan air mata yang begitu bersih dan bening.
Di tempat lain ikbal memainkan gitar di teras kamar nya. Ia merasa sesak ketika mengingat kejadian yang membuat dia tak bisa berkata-kata dan juga merasa kecewa yang teramat dalam. Bibir nya mulai bergerak untuk bernyanyi.
Ku merasa telah kehilangan...
Cinta mu telah lama hilang...
Kau pergi karena salah ku
yang tak pernah menganggap
kamu adaa...
Hatinya menunggu seseorang yang sangat ia kecewakan. tetapi ia juga mencari seseorang yang tak pernah ia temukan dan dia akan terus berusaha menemukan orang itu, dan melupakan orang yang membuat nya kecewa.
Ikbal menatap langit malam yang begitu gelap, Namun tetap terang karena ada nya bintang-bintang dan juga bulan yang bersinar begitu terang. Akan tetapi ia juga melihat satu bintang yang sinar nya redup.
"Sudah jelas dan pasti, suatu saat bintang itu akan bersinar terang."
Ucap ikbal dengan spontan. Matanya pun mulai mengalihkan pandangan nya dari istana malam itu.
........🎶🎶🎶........
Keesokan harinya...
Pagi yang cerah di smk citra permata. Sinar matahari yang masih segar menyinari sosok gadis yang tersenyum melihat sinar matahari itu. Gadis yang memiliki mata indah.
Di lantai tiga, tepat nya di depan kelas sebelas. Dian sedang berdiri sambil menatap langit dan matahari dengan tenang.
Namun ada seseorang yang berjalan mengendap-endap menuju dian yang tak fokus dengan sekitar nya. Orang itu tak lain adalah lia, dia tersenyum karena akan menjahili dian yang sedang berdiri di teras kelas nya.
"Diannn..."
Teriak lia yang sudah sangat dekat dengan dian. Lia tersenyum puas karena melihat dian yang terkejut itu.
"Aduh...lia, kebiasaan deh bikin kaget gua aja sih"
Dian mengelus dada nya yang langsung berdetak kencang karena terkejut.
"Hehehe, lagian lu juga kebiasaan sih, pagi-pagi udah ngelamun aja."
Ucap lia yang mengira dian sedang melamun.
"Apa sih, gua gak ngelamun tau..., orang lagi nikmatin cahaya matahari"
Dian mengerucut kan bibir nya mungil itu. Lia pun mencubit pipi yang menggemaskan.
"Iyaa deh yang lagi nikmatin cahaya matahari, oh iya lu tau gak?"
Tanya lia yang belum membicarakan apa maksud nya. Dian memutar kan bola matanya dengan malas.
"Enggak tau"
Ketus dia dan kembali memandangi cahaya matahari yang berusaha menembus nya.
"Ish...lu mah, gua serius tau"
Sekarang giliran lia yang mengerucut kan bibir nya karena respon dian yang tak peduli itu.
"Lu nanya nih, tapi gak ngasih tau apa yang lu tanya, emang lu mau bilang apa sih."
Tegas dian yang melihat lia memelas kan wajah nya.
"Itu loh di, berita yang lagi hits di sekolah ini"
Ucap lia dengan semangat. Dian masih tak paham dengan yang dimaksud oleh lia.
"Iyaa apaan"
Dian melihat lia dengan raut wajah yang malas dan gemas karena lia yang tak langsung terus terang.
"Oh yaa"
Singkat dian yang tak peduli dengan berita itu. Lia malah menjadi terheran-heran melihat dian yang biasa saja.
"Kok lu kayak biasa aja sih di, emang lu gak seneng atau kaget kah."
Lia malah jadi penasaran dengan sikap dian yang aneh, tidak seperti siswi yang lain nya.
"Itu kan bukan urusan gua li, jadi buat apa gua harus ngurusin itu, apalagi kalo ikutan heboh, kan gak nyambung banget ama hidup gua."
Jelas dian dengan penuh penekanan di setiap kata, setelah itu ia masuk ke dalam kelas nya.
"Ya ilah kebiasaan deh ninggalin gua" Ketus lia yang di tinggal kan oleh dian ke dalam kelas.
Lia baru saja melangkah, namun langkah nya terhenti karena ada seseorang yang menepuk bahu nya. Dengan segera Lia menoleh ke belakang. Ternyata yang menepuk bahu nya adalah Ardi.
"Eum...gua mau ngomong sama lu"
Ucap ardi sambil tersenyum canggung, mata nya terlihat serius.
"Ngomong apa kak?"
Tanya Lia yang baru kali ini ada kakak kelas laki-laki yang mengajak nya berbicara. Ia juga sedikit penasaran apa yang mau di bicarakan oleh Ardi.
"Itu tadi yang masuk ke dalam kelas, itu temen lu?" Tanya ardi dengan ragu. Ia sangat canggung berbicara dengan lia.
"Eh iya kak"
Jawab Lia yang langsung terheran-heran dalam hatinya. Mata Lia sedikit melotot mendengar apa yang ditanya kan oleh Ardi.
"Eummmm, nama nya siapa kalo boleh tau?"
Ardi menanyakan nama dian, tangan nya gemetar seperti tak tenang.
"Dian kak, emang ada apa ya kak?"
Lia menjadi sangat penasaran, karena tujuan Ardi ternyata adalah ingin tahu nama teman nya itu.
"Gak apa-apa sih, gua cuma tertarik aja sama tuh cewe."
Terus terang Ardi dengan gugup yang membuat Lia tercengang sekaligus terkejut.
"Tertarik??? Maksud nya apa yaa kak"
Ucap Lia yang terkejut dan mulai berpikir ke arah yang tak seharusnya ia pikirkan.
Sebelum Ardi menjawab pertanyaan Lia, ia memeriksa jam tangan nya, kemudian ia melihat raut wajah Lia yang tak menyangka dan juga terlihat penasaran dengan maksud Ardi.
"Kayak nya udah mau bel masuk deh, lain kali gua kasih tau."
Jawab Ardi dan langsung bergegas menuju kelas nya yang ada di dua gedung smk citra permata.
Lia terpaku melihat Ardi yang pergi tampa menjawab pertanyaan nya. Ia menggaruk kepalanya karena kebingungan. Lia pun masuk ke dalam kelas dan duduk di samping Dian.
"Tadi di luar lu abis ngobrol sama siapa li?"
Tanya Dian yang tadi sekilas melihat seseorang yang berbincang-bincang dengan lia.
"Eh itu, yang tadi kakak kelas, dia nanya jadwal piket perpus."
Lia terpaksa berbohong sebelum ia mengetahui apa maksud Ardi yang sebenarnya.
"Owh...kok tumben gak nanya ke Dika, dia kan ketua kelas kita"
Dian sedikit bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Lia. Otak nya sedikit berputar sambil memikirkan nya.
"Tadi dia mau nanya ke Dika di, tapi takut ke buru bel masuk, makanya nanya ke gua deh, hehe"
Lia berbohong lagi agar Dian tak curiga dan tak perlu memikirkan soal itu.
Dian pun percaya dengan ucapan Lia, sedangkan Lia tersenyum lega. Bel masuk pun berbunyi. Dian dan lia termasuk para murid-murid kelas sebelas langsung merapihkan tempat duduk mereka, sebelum wali kelas masuk.
........🎶🎶🎶........