World Real

World Real
06. Suka sama dian



Jam istirahat sudah tiba. Murid-murid smk citra permata keluar dari kelas mereka masing-masing, akan tetapi tidak dengan seorang gadis yang hanya diam di dalam kelas nya. 


"Jangan bilang lu gak mau keluar kelas?"


Tanya Lia sambil melihat Dian dengan wajah yang sedikit kesal.


"Yoi, gua mau tidur di kelas"


Dian tersenyum, ia tampak lebih mementingkan tidur nya di banding kan ke kantin bersama sahabat nya itu.


Senyum Dian terlihat manis karena gigi gingsul nya yang terpajang di atas kiri gigi nya. 


"Ah ilah...ke kantin ih...dian....ayo...." Lia memaksa Dian dan juga menarik-narik tangan Dian.


"Kagak mao....".


Dian berteriak menolak Lia. Tangan nya ia lipat agar tak bisa di tarik-tarik oleh Lia yang memaksa nya pergi ke kantin.


Di saat lia sedang memaksa dian dengan segala cara, ada seseorang yang mengetuk pintu kelas mereka. Tak lain orang tersebut adalah Ardi.


"Ekhem..."


Ardi seperti memberi kode kehadiran dirinya yang berada di pintu kelas sebelas.


Dian dan Lia yang mendengar suara itu langsung berpaling ke arah pintu. Mereka berdua tercengang melihat Ardi yang sedang berdiri menatap ke arah mereka berdua.


"Maaf kalo ganggu, gua mau ngomong sama lia, boleh?" Tanya ardi kepada dian dan lia yang masih terpaku melihat Ardi.


"Gua???"


Lia tampak bingung dengan Ardi. Sedangkan Dian tersenyum jahil melihat liat yang bingung itu. Dian pun mendekati Lia dan membisik kan sesuatu.


"Mau pdkt kali li" Bisik dian sambil tertawa kecil meledek sahabat nya itu. 


"Ih apaan sih, ngaco banget"


Ucap Lia dengan raut wajah datar. Ardi masih menunggu Lia, Kemudian Ardi pun memastikan sekali lagi.


"Bisaa kan?"


Tanya ardi sedikit gugup dan ragu. Dian menyikut tangan Lia agar segera pergi dengan Ardi.


"Eh iyaa..."


Gugup Lia. Dian tersenyum puas melihat Lia yang tampak bingung dan gugup.


Lia dan Ardi pergi keluar kelas, mereka berjalan menuju taman belakang sekolah. Sepanjang jalan ardi dan lia hanya diam tak bersuara, mereka berdua seperti gugup dan canggung.


Sesampai nya di taman, Lia dan Ardi langsung duduk di sebuah bangku taman. Suasana hening dan canggung pun terjadi. Hingga akhirnya lia berusaha untuk bertanya terlebih dahulu.


"Mau ngomong apa kak?"


Tanya Lia dengan perasaan tak enak dan juga gugup. Ardi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ia bingung harus mulai dari mana.


"Eum...lu udah lama kenal sama dian?"


Ardi memulai perbincangan. Ia mulai bertanya. Lia sedikit bingung mengapa Ardi menanyakan tentang Dian lagi.


"Eh udah kak, Aku sahabat nya dian dari kira masih smp" Jawab lia dengan jujur, ia seperti tak nyaman berduaan dengan Ardi, Tapi yang di bahas adalah Dian.


"Berarti lu deket banget dong sama Dian."


Ucap ardi sambil mengangguk-angguk kan kepala nya.


"Iya pasti lah kak, Ups..maaf kak hehe"


maaf Lia yang reflek menepuk bahu Ardi karena menjawab pertanyaan Ardi yang kali ini membuat nya tak gugup.


"Gua sebenernya cuma mau ngasih tau lu, kalo ada yang suka sama Dian."


Ucap Ardi terus terang yang membuat Lia terkejut bukan main. 


"Siapa kak?"


Tanya Lia yang penasaran dengan orang yang menyukai sahabat nya.


Ardi tersenyum melihat raut wajah Lia yang lucu ketika dia penasaran. Ia tertawa kecil sehingga membuat Lia terheran-heran. 


"Kok kakak malah ketawa sih, siapa orang nya kak?"


Lia masih fokus dengan pertanyaan nya itu. Namun respon Ardi tersenyum.


Ucap Ardi sambil mengusap kepala Lia dengan jahil. Lia yang tadi nya terfokus dengan pertanyaan nya, menjadi gugup dan jantung nya berdebar.


"Deg..."


"Udah gua cabut yaa, thanks udah kasih gua informasi" Ucap Ardi sambil beranjak dari bangku taman tersebut.


Ardi tersenyum manis dan pergi meninggalkan Lia yang masih bingung dan jantung nya juga masih berdebar kencang.


"Ih dia kenapa sih"


Lia masih heran dengan sikap Ardi yang menurut nya tidak jelas. 


"Kak Ardi nanyain tentang Dian, tapi kenapa dia malah bikin jantung gua mau copot!"


Gumam Lia yang terus memandangi Ardi dari belakang sampai tak terlihat oleh mata nya.


Sementara itu di kelas sebelas Dian duduk sendiri, tak ada siapa-siapa pun di kelasnya selain dirinya sendiri. 


Dian melamun dan sesekali menyandar kan kepala nya di atas meja. Ia memejamkan matanya berusaha untuk tidur, namun tetap saja dia tidak bisa tidur.


"Aduh...perasaan tadi gua ngantuk deh, kenapa sekarang gua malah gak bisa tidur. Bosen juga sendiri di kelas, laper juga"


Gumam Dian yang menopang dagunya dengan kedua tangan nya. 


Dian beranjak dari tempat duduk nya. sekarang dia malah mondar-mandir tak jelas. Ia ingin ke kantin tapi dia ragu apakah ke kantin atau tidak.


"Kalo gua ke kantin, masa sendirian sih. Lia pasti masih sama kak Ardi, tapi gak apa-apa lah daripada gua bosen and kelaperan." Dian bicara kepada dirinya sendiri.


Dian berjalan pergi keluar dari kelas nya menuju kantin smk citra permata. Beberapa saat kemudian dian sudah ada di kantin. Ia pergi memesan satu mangkuk siomay, setelah selesai ia langsung duduk di kursi pojok kantin.


Dian menyantap siomay dengan lahap. Saat itu juga ada seorang wanita yang berdiri di hadapan dian sambil memegang makanan yang baru saja ia pesan.


"Boleh ikut gabung makan di sini gak?"


Tanya Rena wanita yang berdiri di hadapan dian. Mata Dian menatap Rena yang tersenyum kepada nya.


"Eh...boleh kak"


Senyum canggung Dian. Dian awal nya hanya ingin makan sendiri, ia tak nyaman jika bersama orang yang tak dekat dengan nya.


Suasana hening pun tercipta. Dian sangat tidak nyaman dengan suasana seperti ini, apa lagi ia harus merasa canggung karena tak dekat dengan orang-orang.


"By the way lu ekskul musik yaa?"


Tanya Rena mencairkan suasana, ia juga terlihat canggung dengan dian.


"Iya kak"


Jawab singkat dian sambil makan siomay nya. Rena semakin canggung mendengar jawaban dian yang singkat itu.


"Kalo boleh tau, lu bagian apa di ekskul musik?"


Tanya lagi Rena yang kali ini sambil menyantap makanan nya.


"Gitar and nyanyi"


Jawab Dian dengan singkat lagi, ia sebenarnya masih canggung dengan Rena, oleh sebab itu Dian tak banyak bicara.


"Wah keren dong bisa main gitar, di kelas gua yang bisa main gitar cuma ikbal doang. Kayak nya asik deh kalo ada cewek kayak lu di kelas gua."


Ucap Rena dengan kagum dan terus saja menatap dian sambil tersenyum, kemudian Dian tersenyum terpaksa.


"Makasih kak, tapi kakak terlalu berlebihan"


Ucap Dian yang tak nyaman dengan ucapan Rena yang memuji nya itu.


"Berlebihan?"


Tanya Rena yang sambil makan, ia sedikit bingung dengan ucapan Dian.


"Iyaa, aku gak seasik yang kakak pikirin". Ucap Dian sedikit ketus.


Rena langsung terdiam mendengar ucapan Dian yang terdengar ketus itu. Mereka berdua pun lanjut makan dengan suasana canggung seperti awal pertama tadi.


Dian tak ingin dianggap baik oleh orang-orang, Apalagi sampai merasa nyaman dengan dirinya. Ia tak mau membuat orang kecewa atau malah melukai perasaan orang lain.


........🎶🎶🎶........