World Real

World Real
01. Suatu tempat???



Seorang gadis berambut panjang dan hitam pekat, matanya yang indah, paras nya yang menawan sedang duduk di sebuah taman sekolah. Ia sedang melamun, matanya, aura matanya kosong dan hampa. Sesekali ia melihat ke arah langit yang hanya bisa menjadi saksi bisu kehampaan nya.


Tak selang beberapa menit datang seorang gadis yang mempunyai rambut pendek dan ikal itu. Wajahnya sangat baby faces ditambah lagi lesung pipinya yang menarik perhatian setiap orang yang melihat nya.


"Woy!! Lu ngapain di situ hah?"


Tanya Lia gadis berambut pendek yang mempunyai lesung pipi itu. Ia duduk disamping gadis yang menawan tadi.


"Ngapain kek."


Singkat Dian, gadis cantik beparas menawan dan yang memiliki mata indah itu. Ia memalingkan wajah nya dari tatapan lia yang mencurigai nya.


"Hayo...pasti lu lagi menghayal yaa??"


Goda Lia yang berusaha melihat wajah Dian.


"Apaan sih! Please deh gak usah sok tau."


Jawab dian dengan ketus. Lia hanya menghela nafasnya dan berbicara lagi.


"Lagian lu ngelamun mulu sih di, gua kan takut kalo lu ampe kesambet, Hahaha."


Lia tertawa menggoda Dian yang tampak kesal, akan tetapi Dian tetap dengan wajah kesalnya.


"Dari pada lu ngelamun doang disini, mending ikut gua yuk." Lia mengajak Dian ke suatu tempat.


"Mau kemana sih? nanti lu malah ngajak gua ke tempat aneh lagi."


Ucap Dian sambil menatap Lia dengan penuh kecurigaan. Lia tersenyum melihat raut wajah Dian yang curiga kepadanya.


"Enggak kok, tenang aja gua gak bakal ngajak lu ke tempat aneh kok."


Bujuk Lia ditambah senyuman nya yang membuat Dian percaya.


"Yaudah gua mau mau ikut, yuk" Tersenyum Dian.


Akhirnya dian pun ikut dengan lia ke tempat yang di pilih oleh lia. Mereka berjalan bersama...


Dian aprilia adalah salah satu siswi di smk citra permata. Ia sekarang duduk di bangku kelas sebelas. Ia juga sangat terkenal suka melamun. Padahal ia mempunyai paras yang cantik menawan di tambah lagi matanya sangat indah, orang selalu terpesona jika melihat senyuman nya. Selain itu Dian juga terkenal dengan kepintarannya di angkatan nya, di tambah lagi ia sangat rajin.


Akan tetapi banyak yang mengatakan bahwa Dian tak akan pernah bisa di dekati oleh para siswa laki-laki di smk citra permata. Mungkin jika hanya teman ia bisa menerima nya, tetapi jika lebih dari teman dia akan menjauhi orang tersebut.


Entah apa yang membuat Dian tak suka jika ada yang berusaha mencuri hatinya. Dia juga tak memiliki banyak teman. Yang ada dan selalu bersama nya hanya Lia adinda. Dia selalu ada dan jika Dian sedang bersedih lia akan menghibur nya atau memberi nya waktu untuk sendiri.


......🎶🎶🎶......


Seperti tahun kemarin, tahun ini di kelas XIID, para anggota osis akan berdiskusi untuk memilih ketua osis melalui vote para anggota osis dan juga guru-guru.


"Gimana nih, bentar lagi bell masuk loh, masa kita nunggu ikbal mulu, lama tau"


Gerutu Ardi yang sudah tak sabar, namun mereka masih menunggu kedatangan ikbal.


"Sabar dong ar, Ikbal kan ketua kelas kita, dan dia juga anggota osis. Gak sah kalo gak ada Ikbal."


Rena berusaha menjawab Ardi dengan tenang. Namun Ardi tetap tak sabar dan mulai kesal.


"Ah elu mah emang belain Ikbal mulu."


Celetuk Ardi yang membuat Rena malah menjadi kesal. Padahal ia sudah berusaha untuk sabar.


"Eh gua gak belain Ikbal ya!"


Kesal rena. Irfan yang melihat mereka berdua malah ribut langsung angkat suara.


"Udah-udah! Ngapa jadi ribut sih lu berdua!"


"Lagian tuh si Ardi ngeselin banget jadi cowok." Jawab Rena sambil membuang wajah nya dari depan Ardi.


"Lah kok gua!" Jawab Ardi dengan nada yang sedikit tinggi.


Irfan sudah semakin kesal melihat mereka berdua yang masih saja ribut. Dengan reflek Irfan memukul meja yang ada dihadapan nya.


"Brak!!!"


"Woy! Lu berdua bisa diem gak sih!"


Emosi Irfan yang sudah tak bisa di tahan. Akmal yang dari tadi hanya menunggu sambil memainkan pulpen ikut angkat suara.


"Taulah, lu berdua berisik banget, sabar dikit bisa kan" Ucap akmal dengan santai dan tak terlalu terbawa emosi.


Pintu kelas terbuka di saat mereka sedang bertengkar dan juga terdengar suara seseorang. Suara nya khas dan agak sedikit serak-serak basah.


"Eum...hai guys, sorry ya gua telat"


Ucap Ikbal ketua kelas XIID.


Ikbal anggara adalah ketua kelas XIID. Ia juga salah satu anggota osis dan juga anggota futsal smk citra permata. Badan nya yang tinggi dan gagah, wajah nya yang cool ditambah lagi suaranya yang bagus membuat dirinya menjadi siswa terpopuler di sekolah itu.


"Udah bal gak usah minta maaf, kita langsung mulai aja"


Ucap Irfan yang sudah tak bisa menunggu lagi. Ikbal hanya mengangguk mengiyakan ucapan Irfan.


Mereka semua langsung memulai vote sebelum bel masuk berbunyi. Sementara itu di tempat lain, tepat nya di perpustakaan ada Dian dan Lia. Ternyata suatu tempat yang dimaksud Lia adalah perpustakaan smk citra permata.


"Maksud nya apa ini?"


Tanya Dian dengan tampang jutek nya. Lia pun menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Hehehe, lu kan tadi ditempat yang sunyi, makanya itu gua bawa lu kesini karna kan sama-sama sunyi. Malah disini lebih berfaedah, lu jadi bisa sambil baca buku, ya kan..."


Senyum Lia yang melihat Dian mengangguk-angguk.


"Iyaaa bener juga sih kata lu, mendingan kita nunggu bel sambil baca buku, kan bisa nambah pengetahuan kan."


Senyum Dian ke arah Lia yang tidak suka membaca-baca buku pelajaran.


"Kayaknya gua mah gak usah ikut baca buku deh di, lu aja yang baca buku, biar lu makin pinter"


Mencari alasan Lia. Dian tersenyum mengerti bahwa Lia tak mau ikut membaca buku.


"Loh kok lu enggak? kan lu yang ngajak gua kesini, lu juga harus baca buku li, biar nilai lu naik, gak dibawah terus!"


Ucap Dian yang awalnya lembut tapi semakin lama jadi ngegas. Lia masih belum menyerah untuk mencari alasan.


"Eh tapi gua lagi ada tugas ngedit video nih di, lu baca buku aja yaa, biar gua nemenin lu sambil ngerjain tugas gua, hehe"


Senyum terpaksa Lia. Wajah Dian tak terpengaruh dengan alasan lia yang ini juga.


"Tugas yaa?? maksud lu tugas ngedit video bias lu itu hah? udah deh gak usah cari alesan terus, gua nih pengen lu dapet nilai bagus li, ayo dong ikut baca buku jugaa"


Ucap Dian penuh dengan kelembutan. Dian adalah orang yang berhati lembut, Namun ia sering jutek terhadap Lia karena ia tau bahwa Lia akan mengerti jika dia sudah jutek berarti Dian sedang tidak mood.


"Iya deh, gua ikut baca"


Lia pun sudah tak bisa mencari alasan. Lagi pula mood Dian sedang buruk, ia tak mau membuat dian semakin tidak mood.


Dian dan Lia pun membaca buku pelajaran yang sama dengan pelajaran nya di kelas. Dian terlihat sangat fokus sedangkan Lia tampak tak bersemangat. Mereka terus membaca buku sampai bel masuk berbunyi.


......🎶🎶🎶......