World Real

World Real
03. Menghayati



Jam pelajaran untuk hari ini telah selesai. Di lorong koridor smk citra permata terlihat seorang wanita yang sedang tergesa-gesa.


Dian ingin menuju ruang ekskul musik. Akan tetapi seketika langkah nya terhenti saat di depan gor lapangan futsal yang pintu nya terbuka sedikit.


Feeling nya pun merasa bahwa dia ingin sekali mengintip gor futsal tersebut. Dengan ragu dian melangkah maju ke pintu.


"Oper sini mal!"


Teriak irfan yang menunggu operan Akmal.


Dian melihat team futsal smk citra permata yang sedang berlatih. Mata hatinya tertarik untuk melihat seseorang yang sedang berada di pinggir lapangan, tepat nya di tempat istirahat para pemain.


Ikbal sedang duduk melihat pemain futsal yang lain nya tengah berlatih. Dia merasa seperti ada yang memperhatikan dirinya.


"Kenapa gua ngerasa dia itu beda dari yang lain nya yaa?"


Gumam dian sambil memperhatikan ikbal dengan serius.


Bola mata ikbal melihat ke arah pintu masuk gor lapangan futsal. Dia melihat sesosok wanita yang sedang berdiri melihat ke arah nya.


Dian menyadari bahwa keberadaan nya telah diketahui oleh ikbal. Dengan gugup ia pun pergi meninggalkan gor tersebut sebelum semua orang menyadari keberadaan diri nya.


"Perasaan gua kayak liat orang di situ"


Ucap ikbal yang berdiri sambil matanya mencari ke sudut-sudut gor tersebut.


"Makanya bal, Jangan pake perasaan mulu"


Nanda menepuk bahu ikbal dan tertawa kecil meledek nya.


"Gua serius nan, Gua tadi liat orang di pintu"


Tegas ikbal ke nanda yang tidak mempercayai nya.


"Orang kan intinya" Nanda melihat ikbal yang tampak serius dengan kata-kata nya.


"Mungkin cuma orang lewat doang kali ya?"


Ikbal meyakinkan dirinya sendiri. Namun mata nya masih saja memperhatikan pintu gor lapangan futsal yang terbuka sedikit.


"Udah bal, Mending lu ikut latihan sana" Saran nanda yang sedikit bingung melihat tingkah ikbal.


Ikbal pun memasuki lapangan tersebut, dan ia ikut berlatih bersama yang lain nya. Di tempat ekskul lain ada seorang gadis yang tengah asyik bermain gitar sekaligus bernyanyi dengan suara nya merdu itu. Gadis itu adalah dian, memainkan gitar nya sambil bernyanyi dengan sepenuh hati.


Saat kau pergi...


Berlinanglah air mataku...


Betapa singkat ku rasakan


Kebahagiaan itu kini lenyaplah sudah 🎶


Tak pernah ku inginkan...


Perpisahan ini terjadi...


Ku hanya bisa merelakan


Jika memang kau pikir inilah yang terbaik


Seketika dian meneteskan air mata nya. Lagu ini seperti sangat mengekspresikan apa yang ia rasakan saat ini.


Tak perlu kau beri alasan


Mengapa kau ingin pergi


Meninggalkan diriku...


Karena ku yakin mungkin semuanya


Itu bisa membuatmu bahagia 🎶


Kebahagian dian lenyap. Ada seseorang yang meninggal kan dirinya sehingga membuat dian begitu sedih dan tertekan.


Sepenuhnya ku menyadari


Bahwa cinta itu


Tak mesti harus memiliki...


Namun ku akan selalu menyanyangimu


Setulusnya hatiku... 🎶


Seseorang yang sangat di cintai oleh dian. Cinta nya begitu besar dan tulus, tapi mengapa ia tampak seperti menghukum dirinya sendiri?


Tak pernah ku inginkan


Perpisahan ini terjadi


Betapa singkat ku rasakan


Kebahagiaan itu kini lenyaplah sudah 🎶


Dian yang tak pernah menginginkan kepergian seseorang itu. Apakah terjadi sesuatu yang membuat dirinya merasa bersalah sampai mengunci hati nya.


Suara nya terdengar begitu penuh dengan penghayatan. Cara nya memainkan gitar dengan baik di tambah dengan suara nya yang merdu, seakan-akan sedang mendengar seorang penyanyi profesional yang sedang bernyanyi.