
Jam istirahat sudah berbunyi. Ikbal memasuki kelas nya untuk menaruh buku yang dari tadi di pegang nya, di dalam kelas Nanda dan Irfan menatap Ikbal dengan penuh kecurigaan dan juga rasa penasaran.
"Bal, tadi Dian manggil lu?" Tanya Nanda yang menghampiri Ikbal di depan meja nya, namun Ikbal hanya melirik Nanda dengan datar dan pergi begitu saja.
"Lah...jawab orang mah!" Ketus Nanda dengan nada sedikit tinggi, ia kesal melihat Ikbal yang tak menjawab pertanyaan nya dan malah pergi begitu saja.
"Udah-udah, daripada lu kesel sendiri mending kita ke kantin aja lah, cacing perut gua udah pada demo nih."
Ajak Akmal sambil memegang perut nya yang sudah berbunyi bagaikan alarm untuk makan. Akmal melirik Nanda yang masih kesal, ia tersenyum di depan wajah Nanda agar ia tidak terbawa emosi.
"Gua duluan yaa guys yaa." Irfan melambaikan tangan nya dan bergegas meninggalkan kelas nya menuju kantin smk citra permata.
Di kantin smk citra permata sudah banyak para siswa dan siswi yang sedang istirahat dan berbincang-bincang. Di pojok kantin tepat nya dekat jendela, Irfan melihat Dian yang sudah duduk menunggu nya.
Irfan berjalan ke depan kantin untuk memesan makanan favorit nya, ia juga memesan minuman favorit nya untuk dirinya dan Dian, setelah itu ia berjalan menghampiri Dian.
"Dian...udah lama nunggu nya?" Tanya Irfan sambil menarik kursi kantin dan duduk di hadapan Dian.
"Enggak kok kak, aku baru juga dateng." Jawab Dian sambil tersenyum melihat Irfan yang sudah ada di hadapan nya. Entah mengapa jika Dian bersama Irfan ia merasa nyaman dan tidak canggung seperti ke kakak kelas yang lain nya.
"Bagus deh kalo gitu, gua juga udah pesenin makanan and minuman favorit gua, pokoknya lu harus cobain." Ucap Irfan sambil tersenyum hangat ke Dian.
Beberapa menit kemudian pesanan Irfan sudah datang, yaitu dua mangkuk bakso isi keju dan es coklat keju. Mata dan mulut Dian terbuka ketika melihat makanan dan minuman yang di pesan oleh Irfan.
"Ini sih makanan favorit aku juga kalo di kantin, apalagi es coklat keju, emang minuman yang cocok kalo makan bakso isi keju." Dian tertawa kecil karena tak menyangka ternyata makanan dan minuman favorit Irfan di kantin adalah kesukaan nya juga.
"Wah...parah sih, selain kita sama-sama suka film fantasi, ternyata makanan and minuman favorit kita sama juga loh." Irfan tertawa tak habis pikir dengan kesamaan antara dirinya dengan Dian.
"Aku juga bingung kok bisa sama gitu yaa." Dian menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Jangan-jangan kita jodoh kali, hahaha, muka lu sama gua juga keliatan agak mirip." Irfan tersenyum menggoda Dian yang melihat nya dengan raut wajah polos nya.
"Jodoh?? hahaha bisa jadi sih, kalo emang jodoh hahaha." Dian tertawa tak menganggap serius ucapan Irfan, ia menganggap nya hanya sebuah candaan.
"Hahaha kalo jodoh, udah yuk makan." Irfan tertawa dengan apa yang di ucapkan nya. Mereka berdua pun memakan bakso keju yang sudah ada di atas meja makan mereka berdua.
Di depan pintu kantin ada Akmal, Nanda, dan Ardi yang baru saja memasuki kantin smk citra permata. Mata Ardi yang sedang mencari tempat duduk tak sengaja melihat Irfan dan Dian yang sedang makan bersama.
"Eh entar dulu deh, itu bukan nya Irfan sama Dian ya?" Tanya Ardi ke Nanda dan Akmal untuk memastikan penglihatan nya.
"Eh iya, ngapain Irfan makan bareng Dian?" Tanya Nanda dengan raut wajah tak suka, ia seperti cemburu melihat Irfan dan Dian yang terlihat dekat dan akrab.
"Mending gabung ama mereka aja." Saran Ardi ke kedua teman nya itu. Akmal sedikit khawatir kalo Nanda akan bertengkar dengan Irfan, apalagi hubungan mereka bukan hanya sekedar teman.
mereka bertiga pun memesan makanan dan setelah selesai langsung menghampiri Irfan dan Dian sambil membawa makanan dan minuman yang telah mereka pesan.
"Boleh gabung kali." Senyum Ardi yang langsung duduk di samping Irfan. Dian dan Irfan terkejut dengan kehadiran mereka bertiga.
"Gak apa-apa kali, kan kita gak kebagian tempat duduk." Jawab Nanda dengan senyuman nakal ke Ardi dan Akmal yang ikut tersenyum juga.
Dian tampak tak nyaman dengan kehadiran mereka bertiga yang secara tiba-tiba. Mata nya terlihat canggung, ia juga makan dengan gugup dan takut kalo orang-orang sekitar nya berfikir yang tidak-tidak.
Sekilas Akmal melihat Ikbal yang duduk sendiri di ujung kantin sambil memainkan handphone nya. Ia sudah biasa melihat Ikbal di tempat favorit nya itu.
"Kebiasaan dah si Ikbal mau nya sendiri mulu." Ucap Akmal sambil melihat ke arah Ikbal yang asyik sendiri itu.
"Udah biarin aja sih mal, mending makan." Ardi langsung melahap bakso mang udin yang enak itu.
Dian sangat tak nyaman berada di antara mereka berempat, di tambah lagi ia wanita satu-satu nya. Dian tak ingin jadi bahan pembicaraan orang-orang sekitar nya yang mulai berbisik-bisik dan memandang nya dengan tatapan tak suka.
"Kak maaf banget yaa, aku gak enak sama yang lain nya. Aku pindah aja ya." Ucap Dian dengan hati-hati dan tak enak, ia juga takut menyinggung perasaan Irfan yang mengajak nya makan bersama.
Irfan melihat ekspresi Dian yang terlihat memang sangat tak nyaman, ia juga melihat ke seliling nya yang mulai membicarakan yang tidak-tidak tentang dian. Baru juga Irfan ingin bicara, namun langsung di selak oleh Akmal.
"Gak apa-apa kok, lu gak usah mikirin orang-orang yang gak penting. Kalo ada yang ngusik lu bilang aja sama gua, haha." Akmal tersenyum nakal ke arah Nanda seperti memanas-manasi nya.
Ardi dan Nanda hanya bisa tersenyum ke Dian agar ia tak pindah tempat duduk. Dian pun terpaksa tetap di situ sampai makanan nya habis, mungkin jika sudah selesai baru ia bisa pergi.
Di sisi lain ada sekelompok wanita yang menatap tak suka ke arah Dian. Mereka adalah Rena dan beberapa anak kelas dua belas yang sedang makan bersama di kantin.
"Eh itu bukan nya anak kelas sebelas yang banyak di sukai itu ya?." Tanya Sasha dengan nada ketus sambil melihat Dian yang sedang makan bersama cowo kelas dua belas.
"Ngapain coba dia gabung sama Irfan and friends." Sambung Fika yang ikut tak suka melihat Dian yang menurut nya tak layak bersama dengan Irfan dan kawan-kawan.
"Itu emang Dian anak kelas sebelas." Ucap Rena yang sedikit mengenal Dian.
"Kok lu tau?". Tanya Sasha yang penasaran mengapa Rena teman sekelas nya yang jarang mengenal adik kelas bisa mengenal Dian.
"Pastilah gua tau, dia kan satu-satunya nya adek kelas yang gua kagumi." Senyum Rena sambil memandang Dian dengan rasa kagum.
"Kecentilan banget sih tuh cewe! lu juga ren ngapain coba kagum sama dia." Ucap Bianca dengan nada yang ketus dan tatapan tak suka dengan Dian.
Rena menatap Bianca dan kawan-kawan. Ia bingung mengapa mereka tak suka dengan Dian hanya karena ia makan bersama dengan Irfan dan kawan-kawan.
"Emang nya salah ya?". Ketus Rena yang bingung dengan sikap mereka bertiga. Bola mata nya terlihat malas menatap Bianca dan kawan-kawan.
"Masalah nya liat dong siapa yang lu kagumi, cewek centil kek gitu!" Ketus Bianca dengan nada tak suka dan menatap sinis ke Rena yang menurut nya salah menilai orang.
"Apaan sih! gua gak satu pemikiran sama lu pada!" Ketus Rena dan pergi ke tempat duduk yang lain, ia malas harus berdebat dengan Bianca yang tak suka jika ada adik kelas yang dekat dengan Irfan dan kawan-kawan.
Bianca menatap Dian dengan tatapan tajam penuh dengan rasa tidak suka kepada Dian, bagi nya hanya dia yang boleh dekat dengan Irfan dan kawan-kawan, apalagi dengan Ikbal.
........🎶🎶🎶........