
Let's Reading Guyss ππ
" Waktu mu hanya tersisa 4 tahun 5 bulan lagi son".
" Shut up ayah"
" C'mon son. Ibu mu sudah merengek dengan ku ingin menggendong cucu. Atau kau ingin ayah jodohkan dengan Clara? anak sahabat ayah, dia cantik, baik".
John hanya menghela nafas panjang.
" No, thanks!"
" Kau ingin ke mana son?" tanya Carlo saat melihat John berdiri.
" Aku ada meeting ayah. Dan silahkan ayah pulang!"
" Batalkan saja meeting tak penting itu! lagi pula kita tidak akan bangkrut jika kau tidak hadir sekali saja"
" Yeah, sebenarnya aku justru baru kali ini menghadiri meeting"
Carlo melotot mendengar nya. Tentu saja John berbohong kepada nya. Dia jarang bahkan hampir tidak pernah membatal kan meeting-meeting nya. Dia bukan tipe lelaki yang tidak bertanggung jawab.
" Tak apa, berhenti saja kau dari posisi mu biar kau fokus mencari calon istri mu"
Binggo
Perkataan nya justru menjadi boomerang sendiri untuk John.
" Bicara dengan pria tua ini tak pernah ada habis nya" gumam nya namun masih bisa di dengar jelas oleh Carlo.
" Apa kata mu?"
" kau tidak tuli ayah"
" kenapa aku melahirkan anak seperti ini?" gumam balik Carlo.
" Jadi, kau yang melahir kan ku?" John menatap Carlo aneh.
Merasa salah bicara Carlo langsung membenar kan " maksud ku ibu mu, kenapa ibu mu melahir kan anak seperti mu"
" kau yang membuat ku"
" Tentu saja" Carlo berucap dengan bangga.
John memutar bola mata nya malas.
* * * *
Vien benar-benar mengganti moto hidup nya. Dia menjadi lebih kejam dari sebelum nya. Ia tak terima atas penipuan itu. Berani-beraninya orang itu. Vien akan tunjuk kan siapa Vien Smith sebenar nya. Lagi-lagi club tempat pelampiasan Vien. setelah kejadian tadi, Vien langsung terbang kembali ke L.A dan saat sampai dia langsung mengendarai mobil nya menuju club.
Club ini tak pernah sepi. Tak tau siang, sore, malam, subuh orang-orang terus berdatangan. Entah untuk sekedar minum, bersenang senang, atau melampiaskan rasa frustasi mereka seperti Vien.
Seorang pria datang mendekati Vien. Vien hanya tersenyum miring, malas meladeni.
" Jauh kan tangan kotor mu dari ku!" Vien mengancam.
" Kenapa? kau ingin membunuh ku jika aku tidak ingin menjauh kan nya?"
Vien diam kemudian tersenyum misterius lalu dia menendang ******** pria itu dengan lutut nya.
" Berani-beraninya kau" umpat pria itu.
Perhatian para pengunjung club langsung tertuju pada mereka berdua. Mereka mundur membentuk lingkaran sehingga Vien yang berada di tengah sekarang. Pria itu menatap Vien tajam, kini dia mendekati Vien.
" Berani nya kau! kau tidak tahu aku siapa huh?"
" Not my business" jawab Vien santai lalu ingin segera pergi namun pria itu lebih dulu menahan lengan nya.
" Aku, Mason Androvian!" ucap nya lantang. Vien hanya mengernyit tidak mengerti.
" Lalu?"
Mason tertawa remeh " kau tak mengenal ku? aku anak dari perusahaan Androv's Corps. Perusahaan terkaya ketiga di L.A"
" Aku tidak tanya"
" Kau, kau tidak tahu diri"
" I don't care"
Dia yang memulai. Vien tanpa aba-aba langsung menonjok wajah tampan Mason yang membuat nya terjungkal ke belakang. Para pengunjung memekik, lalu Vien mendekati Mason berjongkok di sebelah nya.
" Pertama, aku tidak suka di ganggu. Kedua, kau hanya anak dari orang yang mempunyai perusahaan itu jadi tidak usah banyak gaya" Vien tersenyum manis.
" Dan ketiga, jangan memancing emosi ku!" dia mendekat pada wajah Mason lalu berkata " karena aku tak segan membunuh mu"
Vien menepuk pipi Mason lalu berdiri. Dengan sengaja dia menginjak tangan Mason yang membuat nya menjerit. Menatap sekelilingnya sebentar lalu melangkah keluar dengan sikap acuhnya.
#Jangan lupa like komen vote dan rate π π Dan jadikan novel favorit Anda untuk dapat notifikasi up nya πππ