Vien Smith is Mrs Mafia

Vien Smith is Mrs Mafia
CHAPTER.6



Let's Reading!!! Dan tinggalkan jejak mu dengan like komen vote dan rate nya πŸ™πŸ™


Bunyi klakson panjang dibunyikan mobil dibelakang mobil John. John menarik nafas dan turun dari mobilnya. John lalu mengecek bagian depan mobilnya karena orang yang didalam mobil itu belum turun ia lalu mengetuk kaca mobil yang hampir bertabrakan dengannya. Setelah kacanya diturunkan John terpaku sejenak.


"Wanita? astaga cantiknya" John bergumam.


"Aku tak butuh ganti rugi" ucap wanita itu lalu ingin kembali menutup kaca mobilnya namun John lebih dulu menahannya.


"Kalau begitu,aku minta maaf. sebagai gantinya apakah kau ingin makan malam dengan ku?".


Tapi wanita itu hanya tersenyum sinis, tak menanggapi.


"Bagaimana?" tanyanya lagi.


"Aku sibuk"


"Aku juga, tapi aku bisa meluangkan waktu untuk mu"


Dia tak menanggapi nya dan kembali ingin menutup kaca mobilnya.


"Tunggu" John kembali menahannya "Siapa nama mu?"


"Aku sedang terburu-buru tuan,bisakah kau menjauh dari jalan?"


"Cukup beritahu nama mu maka kau akan ku lepaskan"


"Sheza"


"Good girl. Oke see you again Sheza" John mengedipkan satu matanya.


Kemudian kaca mobil itu tertutup. Wanita itu tak membalas ucapan John. Dia segera melaju kembali membelah jalan raya. Tanpa diketahui,John berhasil memasukkan kartu namanya dari kaca pintu belakang mobilnya.


"Tunggu saja, maka kau akan jatuh cinta pada ku!"


****


Dentuman musik keras memekakkan telinga terdengar. Namun gadis yang sedang minum minuman whiskey nya itu tak peduli. Dia hanya menatap semua manusia yang sedang berjoget ria di dance floor tanpa berniat untuk bergabung. Bartender di sana juga sesekali meliriknya namun tetap diacuhkannya.


Bron's Club. Salah satu club terkenal di negara itu yang di kelola oleh keluarganya. Club dengan ketinggian tujuh lantai itu menyajikan berbagai macam kebutuhan.


"1 lagi" pintanya saat whiskey miliknya sudah habis. Bartender itu mengangguk dan segera menuangkan minuman yang diminta Vien.


Vien risih sekali dengan dua orang lelaki yang duduk disebelahnya. Ingin rasanya Vien hancurkan muka mereka yang sok ganteng itu. Salah satu dari mereka mendekat ke arah Vien, Vien tau itu tapi dia tetap diam.


"Waaw bung,kau terlalu cepat" ejek teman lelaki itu. Namun, temannya tak menghiraukan.


" ck, berusaha mengacuhkan ku sweety?" kini tangannya sudah menjalar ditangan Vien.


" Jauhkan tangan mu jika kau masih sayang nyawa mu!" ucap Vien dingin.


" Ternyata kau berani juga sweetie. But I love it" ucapnya seraya mengedipkan satu matanya.


Lelaki yang sedang menggoda Vien terkejut ketika ada yang menarik kerah bajunya kasar dibelakang.


" who are you?"


" This is my girlfriend" Jawab pria yang menariknya tadi.


Vien hanya diam tak menanggapi. Dia meminum segelas whiskey nya yang sudah siap dari tadi hingga habis, lalu Vien berdiri. Dia berjalan mendekati lelaki yang menggoda nya tadi.


" simpan baik-baik nyawa mu" ucapnya lalu segera berlalu pergi.


Pada kenyataannya Vien bisa menahan sedikit emosinya.


Pria yang menolong nya tadi dengan cepat mengejar Vien.


" Sheza,Hay we meet again" sapa nya saat mereka sudah diluar.


Tak banyak orang yang tahu nama asli Vien. Hanya segelintir orang kepercayaannya saja. Vien tak menanggapi perkataan John.


" Ah, bagaimana dengan makan malam? sekarang, untuk yang tadi siang?"


" Tidak perlu" Jawabnya kemudian berjalan meninggalkan John.


Tak henti sampai disitu, John terus saja mencoba memaksa agar Vien ingin makan malam dengannya.


Ketika Vien sampai di mobilnya, tepat saat itu sebuah peluru meleset 1 cm dari sebelah kanan Vien yang membuat kaca jendela mobilnya pecah berlubang.


Tentu saja Vien kaget, namun ia segera menormalkan kekagetan nya. Berbeda dengan John yang sudah celingak-celinguk ke sana kemari mencari si pelaku.


" kau tak apa Sheza?"


Vien tak menjawab, Vien dengan cepat membuka pintu mobilnya dan langsung menancap gas meninggalkan John. John hanya menghembuskan nafas melihat reaksi Vien.


#**Jangan lupa like komen vote dan rate πŸ™πŸ™


SALAM AUTHORπŸ˜‰πŸ˜‰**