
*Tok...tok....tok
"masuk*" seru Vien yg tengah duduk di kursi kebesaran nya membelakangi pintu.
Pintu telah terbuka dan msk lh seorang lelaki berbadan kekar dan menunduk hormat pada Vien.
"pria itu sdh di temukan Ratu".
Vien tersenyum tipis lalu memutar kursi nya."Bagus bawa dia ke hadapan ku sekarang".
lelaki berbadan kekar itu menyeret seorang pria msk ke dlm. Lelaki berbadan kekar itu mendorong pria yg di seret msk td dgn sgt kasar sehingga dia tersungkur lalu memaksa nya kembali utk berlutut dgn kedua tangan yg di ikat ke belakang.
"Dia adlh pria yg mencoba menipu kita Ratu" Jelas nya.
"Hmm" Vien berdehem.
Pria itu msh tertunduk. Dia sesekali meringis kesakitan karena skrg seluruh tubuh nya terhiasi dgn luka lebam.
"Jd tuan,utusan siapa kau?" tny Vien tnp mau basa-basi. Skrg dia sdh berdiri dan mulai berjalan perlahan ke arah pria itu.
Namun,bukan ny menjawab pria itu tetap diam. Vien lalu duduk di atas meja nya berhadapan dengan pria itu.
"Answer please!".
Pria itu tetap saja diam dan sekarang pistol milik Vien sdh siap bertengger manis di kepala nya.
Karena kesal. Dgn geram Vien menendang pria itu hingga membuat nya jatuh terlentang. Wajah pria itu sdh penuh dgn lebam dan darah, tapi ia tidak peduli.
Vien berjongkok di samping pria itu.
"suruhan siapa kau huh? Jwb aku!" tny Vien kembali.
Pria itu terkekeh. "apa beda nya jika aku menjawab mu atau tidak? kau akan tetap membunuh ku bukan?".
Vien pun menghenti kan pergerakan nya.
"Bagaimana jika kita ganti pertanyaan?". Vien berdiri dan berjalan ke arah meja nya dan duduk di sana.
Suasana di massion milik Vien semakin tegang dan mencekam. Mereka memiliki dua massion. Massion pertama bernama BLACK VS dan yg kedua bernama BLOOD KING. dan sekarang mereka berada di BLACK VS.
"kau mengenal Amelie dan coleene?" tny ny pada pria itu.
"Jgn sakiti keluarga ku" teriak pria itu.
"Oh jadi mereka keluarga mu?" Vien memasang wajah ny yg pura2 tidak tahu.
"Berani kau sakiti mereka lihat saja nanti aku akan membalas nya". Pria itu sdh tak mampu menahan emosi ny.
"*Bagaimana kau akn membalas ku jika semenit lgi kau akn mati".
"*Itu tergantung pada mu".
"Siapa yg menyuruh mu Tuan? cpt kata kan waktu mu sdh tdx byk dan aku sudah lelah terlalu byk bicara".
"M-M-Macks Dallas" Jwb nya. "Aku sudah menjawab nya maka kau harus...."
"**DOR***!"
Hny dgn sekali tembakan nyawa pria itu sdh melayang. Vien tersenyum devilπππ
****
Di sisi lain. Di sebuah club ternama seorang lelaki tengah duduk di kursi bar sambil memperhati kan teman nya yg sedang berjoget ria dgn musik yg sgt memekakkan telinga.
"Vodka please" pesan nya pada bartender club.
Bartender club segera menyajikan Vodka yg di pesan. Tak lama teman nya yg tengah berjoget dtg menghampiri nya.
"Wine" pesan teman lelaki itu.
"*Apa kau ingin bermain-main bersama di sini Nick?".
"Aku tak berminat*" ucap Nick santai sambil meneguk Vodka milik nya.
"Seriously?" tny Hendry.
"Kau saja" Jwb Nick acuh.
Lalu tak lama Hendry beranjak dan pergi melanjut kan aktivitas nya td.
"Entah kpn dia akan berubah" ujar Davian menggeleng kepala ny melihat tingkah Hendry.
"Kau pasti msh ingat bkn moto hidup nya?".
Hendry memang memiliki moto hidup. "Nikmati masa muda mu dgn bersenang senang dlm hal apa pun dan nikmati masa tua mu dgn lembaran-lembaran kertas yg akn menumpuk setiap hari di meja mu". Kira2 begitu lh moto hidup Hendry.
#Jgn lupa like komen vote dan rate ππ
ntarr Author lanjutin lagi!!!
Jgn lupa mampir di karya novel author yg lain
"Cinta sejati Shafira" dan "Tomboy Girl".
TERIMAKASIH!!!