
Let's Reading Guyss ππ
Sampai sekarang rasanya John masih belum bisa mengalih kan pikiran nya dari gadis yang bernama Sheza itu. Dan John pun belum tahu dia tinggal di Italia atau tidak. Sudah John selidiki namun yang memiliki nama Sheza bukan dia. John melonggar kan dasi nya serta melepas jas nya.
" Hurf"
Suara ketukan pintu mengalih kan pandangan nya.
" Masuk!"
Luna sekretaris nya John berjalan dengan anggun mengguna kan heels 7 cm.
" Tuan" sapa Luna dengan sedikit membungkuk kan badan nya hormat.
" Langsung saja Luna!"
" CEO dari Androv's Corps ingin menemui anda tuan"
Androv's Corps adalah perusahaan multi-nasional yang berada di urutan ketiga setelah Bron's Corps. Lalu di urutan kedua ada perusahaan John's Corps. Tentu saja mereka saling bersaing namun tak ada yang bisa menggeser posisi Bron's Corps.
CEO dari Androv's Corps ini adalah musuh John.
" Ada urusan apa dia ingin menemui ku?" tanya John tak suka.
" Saya kurang tahu tuan"
" Suruh dia masuk!"
"Baik tuan"
John berdiri dari duduk nya menghadap kaca jendela memperhati kan pada lalu lintas kota LOS ANGELES setelah kembali beberapa hari lalu dari Italia pikiran John selalu mengingat Sheza.
" Long time no see.... friend"
" Apa orang tua mu tak pernah mengajar kan untuk mengetuk pintu Mr.Mason?" sindir John.
" Oh ya, tadi aku sudah mengetuk nya tapi seperti nya kau terlalu asik melamun Mr.John"
John membalik kan badannya menatap Mason yang sekarang sudah duduk santai di sofa dengan kaki menyilang.
" Langsung saja!" John langsung saja menanya kan maksud dan tujuan nya datang kemari.
" Santai lah dulu! apa orang tua mu tak pernah mengajar kan mu untuk memberi minuman pada tamu?"
Binggo
John diam lalu tersenyum sinis, rupanya dia membalas.
" Kami tidak pernah menerima tamu seorang pengkhianat"
" Ohh Begitu kah?"
" Aku tak punya banyak waktu, jika tidak ada yang ingin di bicara kan silah kan keluar!'
"Aku ingin mengaju kan kerja sama dengan perusahaan mu. Kau tentu tau bukan, walau pun perusahaan ku berada di tingkat ketiga tapi konsumen tak pernah jera dengan has-"
" Aku tak berminat" potong John cepat.
" Kau terlalu cepat memutus kan nya"
" Tak ada lagi yang bisa di bicara kan silah kan keluar!"
" Bagaimana jika ada sedikit negosiasi?" tawar Mason.
" Negosiasi?"
" Ya, jadi begini...."
Setelah menghabis kan waktu 50 menit ke depan Mason menjelas kan dengan teliti.
" Bagaimana?" tanya Mason setelah selesai.
" Menarik"
" Ya, tentu saja" ucap Mason bangga.
" Tapi aku tetap tidak tertarik"
" W-what?" tanya Mason hampir berteriak.
" Aku tidak tertarik" ucap John dengan penuh penekanan.
"Sekarang sudah jelas kan? kau bisa pergi dari sini!"
Mason menarik nafas panjang.
" Ku harap kau memikir kan nya!" ucap nya lalu berjalan keluar dari ruangan John.
* * * *
"STUPID"
" kenapa kalian bisa lengah, huh?"
Vien memang seorang mafia wanita. Tapi bukan berarti dia tidak kejam. Malah dia di kenal dengan mafia wanita terkejam. Jika Vien menyuruh membunuh maka dia harus terbunuh.
" Answer please!"
" Apa yang kalian lakukan hingga kita bisa tertipu hah?"
Mereka masih berada di Italia. Dan sekarang anak buah itu bukan anak buah Vien melainkan semua nya kepunyaan Macks.
#Jangan lupa like komen vote dan rate ππ
Dan jadikan novel favorit supaya dapat notifikasi up nya ππ