Vien Smith is Mrs Mafia

Vien Smith is Mrs Mafia
CHAPTER.10



let's Reading Guyss πŸ˜‰πŸ˜‰


John sedang fokus pada rapat nya saat tiba-tiba saja entah dari mana datang nya padahal tidak ada petir tidak ada hujan bayangan wajah wanita itu terlintas di otaknya.


Bagaimana mata wanita itu menatap John tajam. Dan bagaimana sikap acuhnya. Masih terekam sangat jelas di alam otak John. Seperti baru kemarin saja kejadian nya. Padahal sudah beberapa hari yang lalu. Dan apa lagi saat kejadian tembakan itu.


John sudah mencoba melacak nya. Siapa dia, diana dia tinggal tapi sejauh ini tidak ada perkembangan.


" Jadi, bagaimana tuan?"


" Tuan!!"


Guncangan pelan di bahu John menyadar kan nya kembali ke dunia nyata. Di samping nya dia melihat Luna yang mengangkat alis nya seakan bertanya ada apa. John lalu menatap sekelilingnya memperhatikan bawahan nya yang bingung. John merasa seperti orang bodoh sekarang. Dia lalu berdehem menegak kan duduk nya dan menjadi jas nya.


" Kita lanjut kan besok" putus nya kemudian dia berdiri dan keluar dari ruangan itu di ikuti Luna di belakang nya.


" Anda sedang penat tuan?" tanya Luna saat mereka memasuki lift menuju lantai 32. Ruangan John.


John adalah sosok yang selalu di dambakan para kaum hawa bahkan menutup kemungkinan bahwa para kaum Adam banyak yang iri pada John. John sempurna di mata semua orang. Dia tampan, kaya raya, muda, berkharisma dan gentle sekali.


Bahkan hanya dengan sekali lihat saja semua wanita akan terpesona pada ketampanan John. John memang selalu mempesona dalam balutan jas mahalnya itu.


" Menurut mu?" jawabnya sambil berjalan keluar lift.


" Sepertinya iya"


* * * *


Vien mengendarai mobilnya ke arah masion nya. Entah lah sudah berapa lama dia tidak pulang ke masion orang tua nya.


Di tengah perjalanan ponselnya berdering.


"......."


Vien tersenyum miring, dia membenarkan letak kacamata hitam nya dan berucap


" Siapkan mobil ku!"


Vien langsung memutar balik monilnya melawan arah untuk ke rumahnya. Dan aksinya itu membuat mobil yang berada di belakang nya otomatis mengerem mendadak. Tak memperdulikan umpatan orang-orang Vien memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setengah jam memacu mobilnya dengan salip menyalip Vien akhirnya sampai di tempat yang di tuju nya.


Riuh tepuk tangan langsung menyambutnya saat dia datang.


Seorang lelaki membuka kan pintu mobil untuk nya. Vien keluar dengan aura yang mendominasi. Celana jeans hitam dengan sobek di bagian paha kiri dan lutut kanan nya serta baju tank top di tambah jaket kulit yang berwarna senada menjadi pakaian nya sekarang. Banyak wanita berpakaian minim menatap nya tajam. Vien tetap memukau walau pun hanya seperti itu. Sapuan make up tipis dengan lipstik warna natural membuat siapa pun iri melihatnya.


Seorang pria di sebelahnya yang dari tadi menatapnya bersiul sok akrab sedangkan wanita yang bergelut manja di tangan pria itu menatap Vien tajam. Vien menatap tangan itu sebentar lewat kaca mata hitamnya tanpa berniat membalasnya.


" Ready?" tanya nya.


" Varo" panggil Vien sambil membuka kacamata hitamnya dan ditaruhnya di atas kepalanya untuk menahan rambutnya.


Yang di panggil langsung mendekat " Ya Ratu"


" Apa kita siap?"


Varo tentu saja tahu. Vien bertanya seperti itu hanya untuk meremehkan lawannya. Dia selalu siap tak perlu bertanya lagi.


" Sangat siap Ratu"


" Hear?" kini Vien mengalihkan tatapannya pada pria didepannya.


" Of course"


" Jadi Alex, apa yang kau taruhkan kali ini?" Varo berbicara, dia maju selangkah supaya lebih dekat dengan Alex.


Alex hanya diam. Dia masih tak bisa melepaskan tatapannya dari Vien. Wanita disebelahnya merengek meminta di perhatikan tapi Vien tidak peduli pada mereka. Dia hanya bersender di mobilnya dan memainkan kuku jarinya. Ada banyak orang sebenarnya di belakang Vien. Tapi tak ada yang berani berbicara dengan nya.


Mereka semua segan, karena Vien jarang ke arena balap.


Vien sekarang sedang berada di arena balap. Karena Alex menantangnya tak terima atas kekalahannya beberapa bulan yang lalu. Dan Vien menerimanya jadi mereka akan kembali balapan liar hari ini.


" Babe!" kesal wanita yang dari tadi disebelahnya membuat Alex sadar.


Varo menatapnya, kemudian dia maju menutupi Vien dari Alex.


" My car"


Varo menoleh ke belakang meminta persetujuan dan Vien mengangguk.


" Okay"


" And what will you bet on?"


Saat Varo ingin menjawab Vien sudah lebih dulu menahannya.


Dia maju mendekati Alex tak memperdulikan wanita di sebelah Alex yang menatap nya tajam. Saat sudah sampai tepat di depan Alex, Vien dengan spontan langsung menarik tengkuk Alex membuat wajah mereka sangat dekat. Vien tau Alex kaget. Bahkan orang-orang yang ada di sana memekik.


#Don't forget klik Like coment vote dan rate πŸ™πŸ™


Dan jadikan novel favorit Anda untuk dapat notifikasi up nya πŸ˜‰πŸ˜‰