
Sebelum baca jangan lupa vote dan rate!!!
Jam sudah menunjukkan pukul 20.15 saat John pulang ke rumah nya. Dia tidak ke kantor lagi, pekerjaan nya sudah selesai.
John langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur king size miliknya saat sudah sampai di kamarnya. Masih dengan setelan lengkap dia terus saja memikirkan kejadian tadi siang.
" Jadi dia anak pemilik Bron's Corps?" tanya nya sendiri.
Masih hanyut dalam pikirannya saat suara ketukan pintu menyadarkan nya. Ia melihat ke arah pintu yang sudah terbuka menampilkan sosok ibunya yang sudah berdiri di sana dengan senyum manisnya.
" Ibu boleh masuk?" tanya nya.
" Silahkan!"
Jessica masuk, John mengganti posisi tidur nya menjadi duduk. Jessica duduk di dekat John di tepi ranjang nya.
" Tumben sekali" ucap John, karena memang benar tak biasanya ibunya datang ke kamarnya saat dia baru saja pulang kerja.
" Ibu ingin bicara serius" Jessica menatap John serius, yang di tatap justru mengangkat alisnya.
" Bicara saja"
" Kau akan ibu jodohkan dengan anak teman ayahmu"
John diam. Raut wajahnya tiba² menjadi datar.
" Kau tentu tahu, ibu sangat ingin mempunyai cucu. Teman² ibu sudah mempunyai nya, hanya ibu yang belum. Dan di usia yang sekarang ini memang sudah sepantasnya kau menikah. Tidak ada yang perlu di tunggu lagi, kau mapan dan tampan. Siapa pun akan dengan senang hati bisa memiliki mu. Oleh karena itu ibu yang akan memilih kan calon nya. Agar kau tak salah memilih." Jelas Jessica. Sambil meneliti perubahan pada raut wajah John.
" Lalu?"
" Dia wanita yang baik, cantik dan ibu rasa dia akan cocok dengan mu"
" Aku sudah mempunyai calon" jawab John berbohong.
Hell. Calon? Wanita yang sedang dekat dengan nya saja tidak ada sekarang. Bagaimana ia bisa mengatakan bahwa ia sudah mempunyai calon.
" Tidak, walaupun di langsung kan aku tetap tidak ingin dan tidak mau"
" Kau harus mau! ini demi ibu sayang, kau tidak ingin melihat ibu mu bahagia?" Jessica terus saja membujuk John sambil membelai lengan nya lembut.
John menjauh kan tangan nya dari Jessica.
" Egois sekali" John memalingkan wajahnya dari pandangan ibu nya.
" Ini juga demi kebaikan mu sayang. Ibu tidak ingin kau salah pilih"
" Aku menolak!" tolak nya tegas dengan penuh penekanan.
" John"
" Aku lelah, pergi lah!"
Tidak, John tidak bisa sabar jika sudah di hadapkan dengan situasi seperti keadaan ini.
Dan.... bagaimana bisa itu demi kebaikan nya. Bullshit.
" Tapi"
" Ibu tidak mengerti bahasa ku?"
John kini sudah berdiri. Dia tidak sedang ingin berdebat. Pikiran nya sedang terganggu sekarang yang membuat kepala nya sakit. Dia memijit pelan kening nya.
" Ibu harap kau mengerti dan kau mau mempertimbang kan nya"
Jessica keluar kamar John dengan wajah murung nya. Sedang kan John kini memilih memasuki kamar mandi nya dengan pintu yang di tutup kasar. Dia langsung mengguyur tubuh nya dengan air dingin tanpa melepas pakaian nya. Pikiran nya terlalu kalut sekarang.
Don't forget klik like coment Vote and rate 🙏
Follow akun Author dungss 😅 ntar follback deh😉