
" Tidak dad!"
" Tolong lah Vien, hanya satu kali ini saja"
" Tidak!"
" Vien Smith!!!"
" Dad bisa menyuruh Christ untuk menghadirinya kenapa harus aku?"
" Dia memang sudah di sana, tapi klien kita ingin bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan. Dad sedang tidak bisa meningal kan kantor di sini"
" Lalu Anthony?"
" Kau lupa? bukan kah dia pergi ke Dubai beberapa hari yang lalu"
" Aku tetap tidak mau"
" Ayo lah sweetie, bantu daddy mu ini"
Vien diam sejenak. Menghembuskan nafasnya kasar.
" This is for first and last!"
" Kau baik sekali sayang. Daddy menyanyangi mu. Daddy akan memberitahu Christ dulu. Bye sayang"
Vien langsung mematikan teleponnya tanpa menjawab daddy nya. Kemudian dia berdiri keluar ruangan nya yang berada di masion. Joe menunduk hormat.
" Bagaimana? apakah anak buah Macks yang menyamar itu sudah menangkap pelaku nya?"
" Belum Ratu"
" Kirim orang-orang kepercayaan mu untuk menghabisi mereka semua!"
" Baik Ratu"
* * * *
" Apa masih lama?" tanya salah satu pria yang duduk berhadapan itu.
" Sedang di perjalanan" jawab pria di depan nya.
" Jika dalam 10 menit belum datang, aku tidak bisa menunggu lagi"
Lama hening karena menunggu kedatangan seseorang lalu saat pintu restoran di buka dan menimbulkan suara salah satu pria itu menoleh dan tersenyum.
" Hallo Ms.Smith, selamat datang"
" Tak perlu menyambut ku Christ"
" No problem Ms.Smith"
Sedangkan pria yang satu nya masih sibuk menatap perempuan yang ada di depan nya ini.
" Mr.Barnaby silahkan duduk kembali"
" Sebelum nya perkenalkan ini nona V-"
" Sheza Smith" potong Vien cepat.
" Sheza?" bengong Christ akhirnya.
" Apa Daddy ku belum pernah memberitahu mu nama ku?" tanya Vien pada Christ sambil memberikan kode padanya.
" Ah iya, maafkan saya nona" jawab Christ setelah mengerti.
" Dan nona Sheza kenalkan ini Mr-"
" Aku tau" kembali Vien memotong ucapan Christ.
Vien sangat tak suka pertemuan formal semacam ini. Dia sangat membencinya dan ayah nya serta sekretaris ayah nya ini mengetahui nya. Tapi tetap saja dia harus menggantikan ayah nya atas pertemuan ini. Hanya sekali tidak akan lebih!.
" Aku tak punya banyak waktu, langsung saja!" ucap Vien saat menyadari John terus saja menatap ny.
" Oh tentu. Jadi...."
Christ mulai menjelaskan tentang bagaimana pembangunan nya, sebesar apa biaya nya dan sebesar apa keuntungan nya serta apa saja yang perlu di tandatangani. Tak terasa sudah dua jam waktu berlalu saat mereka sudah selesai membahas semua nya. Vien menandatangani beberapa berkas, membaca nya dengan teliti dan selesai.
" Sudah selesai? aku pergi"
Tak ingin berlama-lama di sana karena dia tidak berniat untuk mengobrol santai Vien langsung beranjak berdiri.
" Tunggu" tahan John, saat Vien melewati nya.
" Kau, bukan kah kita pernah bertemu?"
Dari sejak tadi John ingin menanyakan itu. Dari tadi juga dia menahan dirinya agar fokus terhadap presentasi nya.
Dan sekarang sudah selesai maka John tak bisa menahan lebih lama lagi untuk bertanya.
" I think so" jawab Vien cuek.
" Senang bertemu kembali nona Sheza"
" Hmmm" gumam Vien.
Malas berada di antara orang-orang penting itu Vien segera berlalu pergi keluar dari restoran itu. John terus saja menatap nya hingga Vien hilang di balik pintu.
" Jangan berharap kau bisa mendekatinya" celetuk Christ saat melihat John sepertinya tertarik dengan Vien.
" Why?"
" Because-" Christ menggantung ucapan nya yang membuat John penasaran.
" Cepat katakan!" desak John.
" Rahasia"