Vien Smith is Mrs Mafia

Vien Smith is Mrs Mafia
CHAPTER.4



Let's Reading Guyss πŸ˜‰


Vien maju melihat isi yg ada di dlm kotak tersebut. Ia terdiam. Dan itu adlh kepala ank buah nya yg dipenuhi dgn darah. Dan di atasnya tertulis.


"Do you like playing with me? Wanna play? I really like play with you".


Tak lama ponsel Vien berbunyi dan segera di angkat oleh Joe.


"Bagaimana? kau sdh menerima hadiah ku? ku harap kau menyukainya" lalu org di seberang tertawa puas.


Vien merebut ponselnya dr Joe.


"Kau slh memilih tandingan Macks. Dan ya... let's play!" tantang Vien dan langsung mematikan ponsel nya.


"Siapa dia Vien?" tny Edward.


" Yah, hanya pengganggu kecil yg belum ku basmi".


" Kau mau ke mna Vien? Mom tak bisa mengijin kan mu" cegah Cordelia.


"Mom benar Vien" timpal Anthony.


Sedang kan Althea sdh tak kuat utk bersuara. Dokter itu sgt syok dgn apa yg dia lihat barusan.


" Tenang saja Mom, aku akan menambah keamanan di rumah ini dan Joe akn mencari tahu siapa penyusup nya".


****


" Masuk".


Seorang wanita msk. Dan suara heel wanita itu pun beradu dgn lantai marmer mewah itu.


" Maaf tuan John, tuan Carlo meminta anda utk dtg ke pertemuan di Italia tuan. Dia tidak bisa menghadiri nya".


" Shitt" umpat John.


John malas sekali rasanya datang ke Italia.


" Kpn pertemuan nya?".


" Sy kurang tahu tuan, Mr.Carlo hanya mengatakan bahwa Anda harus terbang sekarang. 10 Menit lagi helikopter akan sampai tuan".


" Baik lah siapkan semuanya!" perintah nya.


"Baik tuan".


Helikopter milik John telah mendarat.


"Ini berkas yg harus di tandatangani tuan". Luna memberi berkas yg harus di tandatangani oleh John setelah sampai di Italia.


"Ya letakkan di sana!".


Mereka sdh sampai beberapa jam yg lalu.


"Apa kau sdh mengabari ayah ku?" tny John dgn mata yg msh fokus menatap laptop di dpn nya.


John mengalihkan pandangan nya dari laptop dan menatap Luna bingung. Memang ada masalah di sini tapi tak begitu serius. CEO disini tak becus mengurus nya.


" What the ***! utk apa dia ke sini? Bukankah dia bilang tidak bisa hadir?".


" Saya juga tidak tahu tuan. Dan tadi Mr.Carlo sendiri yang menyuruh Anda datang*" Jelas Luna.


John menghembuskan nafasnya kesal. Ini sungguh merepotkan. Ayahnya dan segala kegilaan nya yang tak pernah bisa John pahami.


****


" Jadi?" tanya pria paruh baya pada Vien.


" Jadi?" tanya Vien balik tak mengerti.


Pria itu tertawa. " *kau sudah menemukan keberadaan Macks? ku dengar anak buahnya sudah menyatu dengan anak buah mu".


" Wah kau sangat update*" Jawab Vien malas.


" *Benarkah? dan ya aku cukup terkejut dia bisa mengelabui mu".


" Mengelabui ku? heh*" Vien memutar bola matanya.


" *Harus ku akui dia cukup berani".


" Langsung saja pria tua! untuk apa kau memanggil ku kesini?".


" Vien...Vien... Untung kau sangat dekat dengan ku sehingga aku tidak harus memisahkan kepala mu dari tubuh mu karena telah mengejek ku, santai lah sedikit Vien*!".


Vien memang memiliki hubungan dekat dengan kepala Mafia di Italia. Mereka bekerjasama untuk melancarkan aksi dan serangan mereka.


" Lakukanlah jika kau bisa pria tua!" ejek Vien.


" Whooo kau menantang ku?" tanya Ronald.


" Ahh ya ku dengar keberadaan mu sedang dalam bahaya karena Macks" Ronald berbicara dan menatap Vien serius.


" Ya pria bodoh itu selalu saja mengganggu ku".


Ronald terkekeh.


Musuh terbesar Vien adalah Macks. Dia tidak pernah menyerah mengganggu Vien karena dia sangat iri dengan kepopuleran Vien. Sedangkan Vien wanita.


" *Jika kau masih ingin berbicara aku pergi saja. Aku tak punya banyak waktu".


" Baik-baik jadi begini*...."


**Jangan lupa like komen vote dan rate nya πŸ™ πŸ™πŸ™ author akan lanjutkan lagi nanti.


Dan jangan lupa mampir ke novel author yang lain.


Salam author"Amisah"πŸ˜‰**