
Ayo di baca jangan lupa like komen vote dan rate nya🙏
Vien bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya.
" Singkirkan saja makan siang ku" ucap Vien dengan menekankan kata makan siang nya.
Lalu sesuai perintah tadi dia menyuruh pelayan hotel membersihkan makanan yang belum di sentuh sedikit pun itu.
Tak lama Vien keluar dengan pakaian lengkap nya.
Justin berbalik dan menundukkan kepalanya tanda hormat.
" Semua sudah siap Ratu" ucap Justin Vien mengangguk lalu berjalan keluar kamar hotel. Di sana sudah tidak ada lagi pengawal yang berjaga.
Vien tiba-tiba berhenti membuat Justin yang ada di belakangnya hampir saja menabraknya.
" Bagaimana dengan senjatanya?"
" Aman Ratu" Jawab Justin, tanpa menjawab Vien melanjutkan jalannya.
Sampai di bawah mobilnya sudah di siapkan. Vien memakai kacamata hitamnya lalu berjalan dengan congkak di antara tamu-tamu hotel lainnya. Dengan Justin yang berada di belakangnya. Anak buahnya sudah lebih dulu menunggu di mobil yang berada di belakang mobilnya.
" Joe memberikan nya saat dia sadar Ratu" ucap Justin sambil menyerahkan phonsel yang dari tadi berada di saku celana bahan nya.
Vien mengangguk dan mengambil. Memeriksa email nya dan sesekali email yang masuk. Bahkan dari Ronald ada puluhan kali, tanpa Vien buka pun dia sudah tahu Ronald pasti menanyakan kenapa misi Vien belum tuntas. Vien mengernyit saat melihat email John. Tentu saja Vien bingung dapat dari mana dia email Joe.
Dan tentang misi dari Ronald. Vien belum bisa fokus sepenuhnya pada misi itu. Markasnya terus saja di serang dan dia di tipu masih ada yang lebih penting yang harus dia tangani dari pada misi Ronald.
*Tuesday, 04 08 2020
Pemilik perusahaan Bron's Corp?
Anda sudah tahu saya bukan? Kita pernah bertemu dua kali sebelumnya. Pertama di Italia dan kedua saat meeting.
Thursday, 06 08 2020
Bisa kita bertemu nona? Setidaknya sebagai ucapan selamat karena kita telah bekerja sama.
Saturday, 08 08 2020
Nona kau sibuk*?
Itu email terakhir yang di kirim John. Mengesankan. Dan apa tadi dia bilang? Pemilik perusahaan? Hello Vien hanya CEO dan itu pun pura-pura saja. Pemilik perusahaan tetaplah dadynya. Lagi pula dia terpaksa kemarin menghadiri pertemuan itu, kalau bukan karena dadynya yang pergi keluar negri dan kakaknya yang juga ada rapat penting hari itu. Dan sekarang dia sudah benar-benar mengangkat Edy menjadi CEO di salah satu perusahaan dadynya tempatnya menyamar. Dengan iseng Vien membalasnya.
Baiklah, setelah aku kembali dari New York.
Vien langsung menghapus email dari John dan menyerahkan lagi pada Justin. Perjalanan dari hotel Vien menginap dengan tempat pertemuan mereka cukup jauh. Membuat Vien memutuskan untuk memeriksa lembaran demi lembaran yang ada di sebelahnya.
Lembaran di sana berisi tentang kenaikan penjualan senjata, senjata apa saja yang sudah siap di jual, senjata mana saja yang kehabisan stok, jenis peluru keluaran terbaru, serta banyak nya peluru yang di pakai akhir-akhir ini. Ya Vien sangat teliti ia akan memeriksa semuanya bahkan detail terkecil pun seperti siapa saja anak buahnya yang sudah mati. Dia akan memeriksa semuanya.
Terimakasih karna masih setia membaca Novel ku😁 Jangan lupa untuk selalu like, komen nya, Vote nya juga rate 5 nya❤️
Jadikan novel favorit kamu, supaya dapat notifikasi up nya 😘👀
Ehh ngemeng² kuy follow author😉
Author sayang klean💋