Vien Smith is Mrs Mafia

Vien Smith is Mrs Mafia
CHAPTER.14



Let's Reading♡


"Sam...sampai ma...ti pun...uhukkk a...aku tak ak...an menga...takannya uhukk"


"Sayang nya kau tak akan ku biarkan mati sebelum mengatakan nya"


Joe sudah mendapatkan pelakunya. Cukup jauh di Alaska dia berada. Pelaku yang bekerjasama dengan Macks untuk menipu Vien. Walaupun terlambat beberapa jam dan membuat Vien murka tapi mendapat berita bagus meredakan sedikit emosinya. Terlebih saat menyiksa orang itu.


"Arrgghhhh" erang Sam saat Vien menginjak luka pada betisnya dengan sepatunya.


" Ambilkan aku air garam Joe" perintah Vien semakin menjadi saat Sam tetap bungkam dengan siksaan nya. Joe hanya menurut dan pergi sebentar untuk mengambil permintaan Vien.


Tak lama Joe kembali dengan membawa segelas air yang sudah ia campurkan dengan garam dapur. Dengan cepat Vien mengambilnya dan memainkan gelas itu di pipi kanan Sam yang sedang berjongkok.


" Aku akan bertanya sekali lagi pada mu Sam. Siapa dalang nya?" tanya Vien dengan menekan setiap kata terakhirnya.


" Su...sud...ah ku bi...lang buk...kan. Arrgghhhh!" ucapan Sam terpotong ketika Vien tiba² saja menumpahkan air garam itu ke lukanya yang tadi di injak Vien.


Padahal tanpa menyiksa seperti itu pun Vien sudah tahu dalang nya. Hanya saja melihat musuhnya tersiksa ada kepuasan tersendiri dalam dirinya. Tapi tetap saja Vien bukan lah seorang psikopat.


Napasnya ngos²an. Dan dia sudah mendapat banyak siksaan. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Namun, Vien masih saja belum membunuh nya. Dalam hal seperti ini hanya Vien yang boleh menyiksa nya kecuali Vien memberikan perintah pada orang² nya. Joe sendiri bergidik melihatnya. Ratunya ini, walaupun sudah sering kali Joe melihatnya menyiksa musuh nya tapi tetap saja selalu takut juga.


" Apa aku harus membunuh semua keluarga mu di depan mu huh?"


" Jang...an, jan...jangan lakukan"


" Jadi katakan!" bentak Vien.


" M...ac...Macks"


Vien tersenyum smirk. Lalu


DOR!


Tubuh Sam langsung tumbang dengan satu peluru yang sudah bersarang di kepalanya. Vien menatap sekelilingnya mereka semua menundukkan kepalanya ngeri melihat Vien.


" Jika, di antara kalian ada yang berkhianat, maka hukumannya akan lebih dari ini."


Kemudian Vien melangkah keluar melewati mayat Sam diikuti Joe di belakangnya.


* * * *


" Bedebah gila, untuk apa kau ke sini?" umpat John.


" Ckckck, kau kelihatan serius sekali"


" Ckckck, kau berisik sekali" balas John.


" Kau tidak bosan menghadapi tumpukan kertas itu setiap hari nya?"


" Aku tanya, untuk apa kau kemari? jika bukan urusan penting enyahlah" John masih fokus pada berkas² nya


" Hanya ingin mengunjungi mu" ucap nya sambil duduk dengan menyilangkan kakinya.


John diam saja tak menanggapi. Meladeni si Hendry ini sama saja memperlambat tugasnya.


" Santai lah dulu dan temani aku di sini" Pinta Hendry saat John terus saja mengabaikan nya.


" Seperti wanita saja, untuk apa aku menemani mu"


" Ohh tentu saja untuk membersihkan sepatu ku" Jawab Hendry santai membuat John melotot.


" Kau gila?"


" Kau bodoh?" tanya balik Hendry mengikuti John.


" Berpikirlah dengan logis tentu saja untuk menemani temanmu ini"


" Tidak, kerjaan ku masih banyak"


Hendry berdecak.


Hening. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing². Hendry masih sibuk melihat² isi kantor John. Hendry memang tidak bekerja, belum lebih tepatnya. Dia belum siap menggantikan ayahnya. Katanya ingin menikmati masanya.


Jangan lupa tinggalkan jejak mu dengan memberikan author like, komen, vote dan 5 rate.


Silahkan follow akun Author♡


Salam author♡