
I'M COMEBACK😚🤗
" Masuk!" bukan John yang memerintah tapi Hendry. John hanya menggeleng kan kepalanya.
Itu ternyata Luna.
" 15 menit lagi rapat di mulai sir" peringatnya.
" Kenapa kau tidak pernah memberitahu ku kalau kau punya sekretaris yang wow" ucap Hendry sambil memperhatikan Luna lalu mengedipkan satu matanya membuat Luna salah tingkah.
John tak menanggapi nya, sedangkan Luna wajahnya sudah memerah.
" Kau bisa pergi!"
Luna menggangguk, lalu dia undur diri dengan siulan nakal dari Hendry. John yang melihatnya hanya memutar bola matanya jengah lalu akhirnya dia berdiri duduk bergabung bersama Hendry.
" Kau tidak ingin pergi? aku ada rapat sebentar lagi"
" Aku tau. Orang sibuk selalu seperti itu tak pernah punya waktu. Makanya aku malas mengganti kan posisi ayah ku".
" Itu karena memang kau pemalas"
" Enak saja, aku ini rajin kau harus tau itu"
" Ya, rajin" John hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
John berdiri, mengambil jasnya yang tergantung dan memakainya.
" Ingin ke mana kau?" tanya Hendry sambil berdiri.
" Kau tak dengar?" John berbalik bertanya.
" Rapat?"
John menggangguk. Mereka berjalan beriringan keluar ruangan, di situ sudah ada Luna yang menunggunya dengan setumpuk dokumen di tangan nya, mereka berhenti.
" Apakah berat?" Hendry mulai lagi.
" Tidak sir"
" Tidak perlu terlalu formal dengan ku. Hendry, panggil saja nama ku"
" Kau sudah siapkan ruang rapat nya?"
" Ya tuan. Semua rincian juga sudah saya persiapkan di sana. Ini hanya beberapa dokumen yang berisi lebih detail nya"
" Kau tidak lelah bekerja untuk nya?" Hendy bertanya pada Luna sambil melirik John.
" Tidak tuan"
" Hendry" koreksi Hendry.
" Sebaiknya kau pergi. Dia ketakutan melihat mu" John mendorong Hendry untuk menjauh.
Hendry melotot mendengar nya. Apa katanya? Sedangkan Luna mati²an menahan tawa nya.
" Si*lan kau John"
" Saya permisi tuan"
Luna pamit undur diri ingin duluan saja ke ruang rapat. Tapi baru saja dia melewati Hendry lengan Luna langsung di tahannya cukup keras membuat dokumen yang sedang di bawanya terjatuh berhambur di lantai marmer. Tentu saja Luna terkejut.
John melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. John merasa ini seperti kantor mereka berdua dan John hanya menumpang di sini. Dia berdehem untuk menyadarkan dua insan di depannya ini bahwa masih ada dirinya di sini Luna tersadar dan cepat² menjauh dari Hendry.
" I'm sorry sir"
" Tidak perlu takut ada aku" bela Hendry menjadi pahlawan kesiangan.
John hanya mengabaikan dia berjalan melewati mereka berdua menuju lift pribadinya lalu di ikuti Hendry dan Luna. Hendry masuk ke dalam pintu lift yang telah terbuka. Begitu juga dengan John dan Luna. Luna memencet lantai 20 tempat meeting di adakan barulah dia memencet lantai 1 untuk Hendry.
__________________________________________
" Joe sudah sadar Ratu"
Setelah mendengar laporan dari anak buahnya yang menangani Joe di rumah sakit Vien langsung mematikan panggilan nya. Dia akan ke New York malam ini untuk menjalankan transaksi jual beli senjata.
Dia akan turun tangan langsung mulai sekarang. Joe terkena tembakan, keadaan kacau semalam di markas Black VS markas inti mereka. Anak buah Macks habis²an menyerang, awalnya di dahului oleh anak buah Macks yang menyamar yang sengaja menembak penjaga markas itu. Lalu di susul yang lain nya yang bersembunyi. Sedangkan saat itu di Black VS hanya ada beberapa orang² Vien karena sedang tidak ada aktivitas di sana.
Terimakasih🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak mu dengan memberikan author like, komen, vote dan rate😚🤗