
Mendengar suara pintu kamarnya yg di buka paksa, Cera menoleh. Dia melihat seorang perempuan dengan pakaian pelayan serta mukanya yg tak bersahabat.
"Ckk, apa apaan pakaian nya itu" batin pelayan itu
"no_nona, akhirnya anda sadar. Saya sangat khawatir huhuhu dan pakaian apa ini nona, anda terlihat sangat kuno dan tak menarik" Ucapnya dengan mimik wajah yang di buat sesedih mungkin dan air mata buaya nya itu
"Dia pasti Faza, setan berkedok pelayan yg membawa orang dalam kesesatan" Batinnya
"Anda siapa berhak mengatur penampilan saya dan mengapa masuk tanpa mengetuk pintu, di manakah sopan santun anda" Ucap Cera dengan tegas, dia sangat tidak menyukai ucapan pelayan tersebut
"Sa_saya Faza pe_pelayan di sini" Ucap nya dengan sedikit gemetar
"Jadi??kenapa kau masuk ke kamarku?" Ucap Cera mengintimidasi
"Saya mendengar kabar bahwa anda telah sadar dari koma jadi saya langsung kesini. Saya juga mendengar kabar bahwa anda kehilangan ingatan"
"Hmmm"
"Berarti anda juga melupakan saya"
"Namaku saja aku lupa apalagi kau"
"Ya sudah, boleh kah saya ceritakan tentang hidup anda sebelumnya" Tanyanya
"Ceritakan" Meskipun tidak akan percaya dengan cerita pelayan itu. Cera tetap akan mendengarnya untuk menguji karakter nya
Setelah lama bercerita Cera menyuruh pelayan tersebut pergi karna semua ceritanya itu bohong dan membuang buang waktunya.
Pelayan itu mengatakan bahwa di hidupnya dulu tidak ada yang menyayangi Cera selain dia. Dia juga mengatakan bahwa Cera asli sering berkeluh-kesah kepadanya dan dia yang selalu menyemangati nya. Kenyataannya pelayan itu memanfaatkan nya dan mengambil kesempatan untuk menjatuhkan nama Cera.
"Woyy, Kia bangun" Teriak nya di samping telinga kucing itu
"Apaan sih berisik banget" Kesal karena tidurnya terganggu
"Bawain aku jalan jalan lah. Aku belum lihat dunia di sini, kau itu tidur mulu perasaan" Ucap nya manja
"Gak mau, jalan aja sendiri kau punya kaki kan" Jawabnya
"Kalo gak mau yaudah, aku jalan aja sendiri" Ucap nya dengan cemberut seraya pergi menjauh dari tempat tidurnya
sebelum keluar dari kamarnya, dia menuju ke cermin untuk melihat penampilannya dulu. Merasa sudah puas dia baru pergi keluar.
...----------------...
Di jalan
Meskipun Cera hanya jalan sendiri tetapi dia sama sekalii tidak merasa kesepian karena banyak nya pengunjung. Meskipun banyak namun juga tak berdesakan.
Dengan langkah santai ia melihat sekeliling nya. Ramai nya pengunjung di tempat ini menjadi mood nya tersendiri. Di mana banyak orang menyukai kesepian namun dia malah menyukai keramaian.
Setelah lama nya berkeliling Ia berhenti di toko roti. Toko minimalis dengan desain sederhana namun memiliki kesan tersendiri. Jangan lupakan bau harum dari toko ini sungguh sangat menggugah selera nya.
Cera masuk dan memesan roti panggang lalu duduk di kursi yang disediakan. Bau khas dari roti ini membuat nya nyaman dan familiar. Ya, dia mengingat mama nya yg seorang penjual kue dan sering memanggang roti nya sendiri.
Pesanan nya pun datang, ia segera menyantap makanan nya. Saat sedang asik-asik nya memakan makanan nya, tiba-tiba seorang pria mengajak nya berbicara.