Transmigration The Antagonist'S And Secret

Transmigration The Antagonist'S And Secret
Bab 8



Saat sampai di kamarnya Cera pun langsung merebahkan tubuhnya. Dia merasa otaknya sedang kosong saat ini. Setelah pembicaraan nya tadi dengan Cera asli.


Flashback on


Saat hendak menuju kamar, tiba tiba pandangan ku menjadi putih. Aku terdiam sekaligus merasa takut, tapi bagaimanapun aku tak boleh hanya diam. Dengan langkah pelan menyusuri tempat putih ini.


Pandanganku tertuju pada seorang gadis dengan rambutnya yg hitam bergelombang sedang duduk membelakangi ku. Dia menunduk dan ku lihat setetes air mata menetes di pipinya.


Aku menghampirinya dan menepuk bahunya. Dia mendongak ke arahku dan ternyata dia adalah Cera asli. Bagaimana aku tahu tentu saja karena aku menempati tubuhnya.


Dia menarik tanganku untuk duduk di sampingnya. Menatap ku dengan tatapan sendu dan senyuman yang sangat manis.


"Lyn, maafin aku ya" Ucap nya membuyarkan lamunanku


"Hahh, maaf karena apa" Ucapku heran


"Karena aku membuat mu terseret dalam cerita ini"


"Sudahlah tak apa, aku juga seneng kok di kehidupan keduaku. Tapi ayahmu__"


"Ya sikap ayahku emang begitu dia egois juga seenaknya tapi dia juga ayahku. Karena kau berada dalam tubuhku, aku ingin kau mewujudkan satu permintaan ku"


"Apa??" Tanyaku


"Buat ayah dan saudaraku menyayangi mu dengan tulus setelah itu kau boleh melakukan apapun termasuk rencana mu untuk keluar dari keluarga Abraham" Ucap Cera dengan serius seraya menghapus air matanya.


"Aduh duh duh, dimana ya Cera si antagonis yang terkenal dengan sikap angkuh dan sombong nya. Kok yg ku lihat sekarang Cera yg lemah dan cengeng" Canda ku dengan senyum miring


"Itu kan karna hasutan si Faza, aku aslinya baik loh tapi gak lemah dan cengeng juga kan" Elak nya


"hehehe iya iya baik deh"


"Baiklah, jika kau sudah berhasil mewujudkan permintaan ku maka kau bebas melakukan apapun dan sesuka hati mu. Bahkan suatu saat nanti kau bisa pulang ke dunia mu"Ucapnya tersenyum manis


Aku bingung dan tak tau harus menjawab apa hanya bisa menganggukkan kepala sebagai jawabannya. Seketika pandanganku buram, aku memejamkan mataku. Saat membuka mata ternyata aku berada di depan kamar.


Flashback off


Cera merebahkan tubuhnya sambil menatap langit langit kamarnya. Dia bingung bagaimana cara agar mendapatkan kasih sayang ayahnya sedangkan dia baru saja bertengkar dengan ayahnya. Apalagi kasih sayang saudara dan keluarga Abraham dia bahkan tak mengenal mereka.


Sepertinya ini tak semudah yg dia bayangkan.


"Arghhh, bagaimana ini andai di sini ada hp. Hp kuuuuu...." Sepertinya dia sangat merindukan benda pipih itu


"Huhh, pokok nya harus semangat gak boleh nyerah demi kembali ke dunia nyata"


Setelah lama mencari cari akhirnya dia menemukan Kia di bawah tempat tidur nya. Melihat Kia yg sedang tertidur pulas, sifat jahil Cera keluar. Dia memencet hidung kucing itu, menarik telinganya, memain mainkan kumisnya dan menggoyang goyangkan tubuhnya. Namun kucing itu masih saja tertidur.


Cera mengangkat kucing itu ke tempat tidur nya dan berbaring di sampingnya, mengelusnya serta memeluknya. Kucing itu menggeliat, tidurnya terganggu.


"Kia...bangun, dari semalam kau tidur terus" Ucapku saat melihat dia menggeliat


Kia terbangun, mata indah nya itu menatap ku dengan intens dan tajam. Tapi, aku tak menghiraukan tatapannya. Ku peluk dia dengan erat, Kia diam dan sepertinya dia menikmati pelukan ku.


"Baiklah, ada apa kau membangunkan ku" Ucapnya dengan muka garang.


"Wehhh santai lah, muka imutmu itu tak ada cocok cocoknya sama suaramu, seperti cerita transmigrasi lain yg ada misinya, jadi apa misiku??" Tanya ku


"Tidak, kau tak mempunyai misi tapi kau harus mewujudkan permintaan Cera" Ucapnya


"Peliharaan sama majikannya sama saja" Batin nya


"Yaudahlah" Jawabnya asal


Cera terdiam bingung harus ngapain saat ini. Di lain sisi dia sangat bosan, biasanya kalau bosan begini dia akan membaca novel tapi di dunia ini tidak ada novel


"Ah iya buku itu, mungkin tulisan nya udah menyatu sempurna" Ucap nya membuka buku itu


"Masih belum nyatu" Ucapnya kecewa


Brakkk


Pintu kamarnya di buka dengan paksa padahal tidak terkunci.


*****


***


**


*


Hehehe maafin author ya udah lama gak up


Ni tangan rindu banget pen ngetik tapi di lain sisi author sibuk plus tugas sekolah numpuk banget.


Nulis ini pun karna ada sedikit waktu luang. Pengennya sih double up tapi__ah sudahlah


Dan makasih buat yang masih setia baca cerita ini