Transmigration The Antagonist'S And Secret

Transmigration The Antagonist'S And Secret
Bab 12



"pffftt hahaha ternyata, pantesan serasa ada yang kurang. Kira kira di mana ya kucing galak yang menggemaskan itu." Ujar Cera setelah menyadari Kia tidak berada dalam kamar nya.


hhhh hufftt


Cera menghela napas. lelah kata yang bisa di gambar kan saat ini. Dia hampir mengelilingi seluruh kamar nya, namun hasil nya nihil dia tak menemukan nya.


cklekk


Cera menoleh ke arah suara pintu terbuka. Dia mengernyitkan alis nya. Siapa anak kecil yang lancang memasuki kamar nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Adek siapa, kok bisa sampai di sini?" tanya nya dengan selembut mungkin dan mensejajarkan diri nya dengan anak itu yang tinggi nya hanya sebatas di atas lutut nya.


Anak tersebut menatap sekeliling nya dan terakhir menatap mata Cera lekat. Mata anak itu menatap lekat pada nya. Tatapan nya membuat si empu meleleh tak tahan untuk mencubit pipi nya yang chubby.


"Aku mau permen itu" Tunjuk anak itu pada permen di atas meja nya.


Cera memberikan 2 permen kepada anak itu dan menyuruh nya untuk duduk. Permen buah yang pernah di buat nya dua yang hari lalu. Dia bahkan tak pernah mencicipi nya.


"Gimana rasa nya?" Tanyaku


"ennyack" ucap nya dengan permen di mulut nya


"emm boleh minta lagi" lanjut nya


"Gak boleh, permen ini manis gimana kalo nanti gigi kamu bolong"Ujar Cera dengan sedikit tegas


"emang siapa yang bilang permen itu pahit" batin anak itu


"Edlyn" panggil anak itu


Cera membeku nama yang sudah lama dia tak dengar dan di mana anak ini tau bahwa aku bukan lah Cera.


"Ss-siapa kau" Ucap nya


"astaga kau belum mengenali ku" Ucap nya menepuk wajah nya. Cera menggeleng pelan


"Tunggu mata anak ini seperti mirip..." Ucap nya sambil berpikir


"Jadi kau benaran Kia? kok bisa? jadi manusia??" Tanya Cera dengan kecepatan di atas rata-rata


"Untuk sekarang aku gak bisa cerita, tapi suatu saat nanti kau pasti bakalan tau". Ucap Kia


"Rahasia aja terosss" kesal nya


...****************...


Malam hari


Cera menyesal datang lebih awal saat makan malam. Dia yang saat ini sedang lapar laparnya harus menunggu ayah nya. Dia kira makanan yang tersaji akan segera di makan tapi ya ternyata harus nunggu semua nya dulu.


"Tau begini, lebih baik gue di kamar aja dulu" Ucap nya


bayangkan dia sudah menunggu selama setengah jam lama nya di ruang makan ini, beserta godaan makanan yang telah lama tersaji.


Awal nya Cera ingin beranjak dari ruangan tsb. Namun, satu persatu keluarga nya mulai berdatangan. Dia pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar nya.


Dia ingin mengetahui seluruh keluarga Abraham ini. Dia memperhatikan seluruh keluarga yang sudah berada di ruang makan ini. Rio duduk tepat di samping Cera.


Semuanya telah berkumpul. Selain ayah nya dan Rio, cera tak mengenali satu pun keluarga nya. Meski dia mengetahui nama nama anggota keluarga nya, tetapi dia tak tau yang mana orang nya.


Cera mengetahui nama beserta karakter keluarga nya, karena pernah di jelaskan di dalam cerita novel Gresya yang di baca nya.


Cera membeku dengan tatapan tajam pemuda yang duduk di depan nya. Pemuda yang tadi mengatai nya pembunuh. Entah lah apa yang ada di pikiran pemuda itu.


"Kak siapa pemuda yang ada di depanku ini?"Bisik ku pada kak Rio


"Ohh, dia kakak ketiga mu, Ziordano Ditanio Abraham" Jawab nya dengan berbisik


Cera seketika terkejut, nama itu. Ya dia Zio kakak ketiga nya Cera juga Zio lah yang membunuh Cera. Tokoh yang hanya di cerita kan tiga atau empat kali. Dia harus menjauhi pemuda ini atau dia akan mengalami kematian seperti yang di ceritakan di dalam novel.


Ziordano dia memiliki dendam yang amat mendalam pada nya. Dalam novel tak pernah di ceritakan alasan mengapa dia sangat membenci Cera. Namun dia lah yang paling tega membunuh adik nya sendiri.


Cera bergidik ngeri. Dia mengalihkan pandangannya dari Zio. Pokok nya dia harus menjauhi pemuda ini