Transmigration The Antagonist'S And Secret

Transmigration The Antagonist'S And Secret
Bab 15



Di sisi lain


"Ketemu?" Ucap nya setelah mengangkat teleponnya


^^^"Sudah Pak bos"^^^


"Hm"


^^^"ga-gadis itu bernama Cera Ditania Apriani Abraham. Dia anak bungsu dari 4 bersaudara. Ketiga kakaknya adalah laki laki. Ayahnya bernama Zainal Abraham dan ibunya bernama Cerelia Ditania Abraham. Ibunya meninggal saat dia berumur 3 tahun. Tetapi kami tak mendapat informasi tentang penyebab kematiannya"^^^


"Cera nama yang cantik" ucap nya dalam hati


"ya!"


^^^Ya berarti bos belum puas dengan informasi nya^^^


^^^"Cera gadis itu terkenal angkuh dan banyak keluarga nya yang tak menyukainya, baik ayah maupun kakak laki lakinya, beserta para keluarga besar Abraham. Alasannya belum di ketahui". Ucapnya tanpa jeda.^^^


"Hanya itu?"


^^^"i-iiya bos"^^^


"pecat mereka, kalau perlu lenyapkan mereka semua, tak berguna, anak kecil bahkan lebih detail dalam memberikan informasi". Ucap bosnya tegas


^^^"B-baik bos, m-maafkan saya" Ucap nya dengan tangan yang gemetar. Untung saja sekarang tidak berada di hadapan bos nya, karena jika iya di pastikan sekarang dia sudah kencing di celana, akan sangat memalukan bukan^^^


^^^"s-satu lagi bos, kepribadian Cera berubah semenjak dia koma beberapa bulan yang lalu, bukan hanya kepribadian tapi juga penampilan nya. Tampilan nya yang dulu menyakiti mata sekar__"^^^


"Kau bilang penampilan gadisku menyakiti mata. Ingin ku congkel matamu heh" Potong bosnya itu


^^^"Jangan bos, saya masih menyayangi mata saya. Mereka semua yang pernah melihatnya mengatakan itu bos, bukan saya". Jawab nya^^^


"Baiklah akan aku congkel mata mereka semua yang mengatakan itu, dan akan ku berikan pada gadisku sebagai hiasan" Ucap bosnya lagi dengan senyum menyeringai.


Meskipun sekarang dia sedang tidak berada di hadapan bos nya, Tapi dia yakin sekarang bosnya pasti sedang membayangkan mencongkel mata mereka semua serta jangan lupakan senyum psychopath yang selalu menghiasi wajah bosnya. Membayangkan itu membuatnya bergidik ngeri


^^^"jangan boss" lagi lagi dia mengatakan itu^^^


"Mengapa"


^^^"Rata rata perempuan tidak menyukai laki laki yang melakukan tindakan kriminal apalagi kekerasan"^^^


"Kenapa?aku tidak melakukan tindakan kriminal. Hanya melukis abstrak pada tubuh mereka dan hanya mengambil bola mata mereka sebagai hiasan kamar, bukankah itu sangat indah" tanyanya santai tanpa rasa bersalah.


^^^"Karena perempuan memiliki hati yang baik dan lembut bos, jadi mereka tidak akan tega melihat atau melakukan hal tersebut" Jawabnya dengan helaan nafas panjang. Seperti nya dia salah dalam mengambil pekerjaan, sungguh bosnya ini menguji mental dan kesabaran nya.^^^


"Kau benar gadisku memiliki hati yang sangat lembut"


^^^"Giliran tentang gadisnya saja langsung setuju". Cibirnya pelan^^^


"Lanjutkan pembicaraan kau tadi, basa-basimu membuang banyak waktuku". Tegas bosnya lagi


^^^"lihat lagi lagi aku yang di salahkan, apalah aku yang hanya asisten. Sabar sabar, orang sabar di sayang gadis cantik ".^^^


^^^"Baik. Karena mengalami koma Cera terpaksa berhenti dari akademi sampai dia sadar. Dan sekarang Cera telah sadar dan dalam waktu dekat ini Cera pasti akan kembali ke akademi". Ucapnya^^^


"Bagus daftarkan aku sekarang juga di akademi itu, hari masuknya harus tepat dengan hari masuknya gadisku" Ucap bosnya.


^^^"Tapi bos bukankah anda sudah lulus dan menjadi lulusan terbaik di akademi itu". Tanyanya heran^^^


"Apakah itu mustahil, bukannya orang itu juga berada di akademi itu". Jawab bosnya dengan pertanyaan.


^^^"Tentu saja tidak ada hal yang mustahil bagi boss Ryder". Jawabnya serius karena memang benar tidak ada hal yang mustahil bagi bosnya.^^^


"Baiklah, segera daftarkan dan beri mereka semua bonus, batalkan pemecatan tadi". Ucap Bosnya


^^^"meskipun bosnya ini sangat sangat menguji mental tapi dia juga memiliki sisi baiknya. Maka dari itu gue betah kerja sebagai assistennya". Batinnya^^^


Tut Tut Tut...


Baru saja dia ingin memuji, tapi lagi lagi harus mengelus dada


Sudah kesekian kalinya telepon selalu di matikan secara sepihak, ingat harus ektra sabar.


...*...


Di akademi


Cera sudah sampai di kamarnya, yang di sediakan dari akademi. Di kamar ini dia tidak sendiri, dia sekamar dengan 3 orang dan tentu saja perempuan semua. Mereka bertiga sekarang berada di hadapan ku, menatap ku tanpa berkedip.


Tidak sebenarnya bukan bertiga hanya berdua karena satu nya terlihat terpaksa mengikuti kedua temannya.


"ka-kamu beneran Cera?" Ucap salah satu dari mereka yang memiliki rambut bergelombang dengan mata yang berwarna hijau


"Tentu saja itu Cera, Lo pikir siapa, hantu gitu??" Bukan Cera yang menjawab tapi gadis yang di paksa oleh dua temannya yang memiliki rambut pendek dengan mata yang berwarna hijau. Kelihatan aura tomboy pada gadis itu. "Bukan gitu maksudnya" Jawab gadis itu lagi


Dan gadis yang satunya hanya menatapku intens tanpa berkedip sedikitpun. Cera agak risih dengan tatapan gadis yang matanya berwarna biru safir dan rambut yang di kuncir kuda.


"ehmmm, kenalin nama aku Cera, nama kalian siapa??" Tanya Cera ramah sembari menyodorkan tangannya serta senyum canggung karena tatapan gadis kuncir kuda itu.


Mereka sempat terkejut sejenak, karena ini merupakan sebuah fenomena langka. Cera cewe yang sama sekali tidak pernah memandang atau pun menghargai siapapun yang hanya mengganggap setiap orang hanya angin lalu, tidak berwujud. Dan sekarang dia mengenalkan dirinya sendiri.


"Gue Sardha Anicca Davira, panggil aja Dav atau Davi" Ucap cewe tomboy itu seraya menyambut baik uluran tangan Cera.


Davi yang pertama kali tersadar dari keterkejutan nya. Dia melihat kedua temannya yang masih dengan mimik muka menyebalkan menurut nya. Menyenggol pelan lengan cewe yang memiliki rambut bergelombang dengan mata yang berwarna hijau.


"Auuu sakit tau, eh iya aku Ayra Mahya Fidelya. Mereka biasa manggil aku Ay. Dan selamat datang kembali kesini ya, penampilan kamu tuh cantik banget. Boleh kan nanti ngikutin penampilan kamu, beda gitu sama yang la__". Meskipun senggolan Davi pelan namun sakit nya lumayan. Ini bukan pertama kali dia rasakan, Udah sering banget malahan 😭😭.


"Udah udah, dia kalo sudah ngomong emang tiada henti. Woy El giliran lo" Potong Davi. Jika tidak dihentikan Ay pasti akan berbicara sampai malam, bahkan bisa seharian penuh. Sedangkan Ay mendengus kesal.


"WOY EL" teriaknya. Melihat tidak ada respon Davi mendekatkan wajahnya tepat di samping telinga gadis bernama El itu dan...


"WOY EL SADAR WOYYY" Teriaknya lagi. kali ini dia yakin pasti berhasil.


"EHH AYAM ANAK KUCING ANJING COPOT"


"hehhh huhh, bisa gak sih jangan ngagetin. Lemah lembut sopan santun juga bisakan, kenapa harus teriak coba, sakit nih telinga" Sambungnya sambil mengusap telinganya.


"Dihh siapa suruh natap orang sampe segitunya, gue aja risih apalagi Cera". Ucap Davi


"Haii cer gua Grizelle Levronka Qansa. Karena susah di sebut mereka sering manggil gua El. Lo tau gua suka banget sama lo__" Belum selesai ucapannya sudah di potong Davi dan Ay.


"Lo lesbi El, wah ga nyangka. Jangan jangan lo apa apain kita lagi saat tidur" Ucap Ay dan Davi barengan


"Gak lah. Jauh banget pikirannya. Cera itu udah ibarat idola gua tau nggak. Cewe dingin, gak perduli sama siapapun, keren, dan sekarang di tambah penampilannya yang baru kali ini gua liat, beda banget dan tentu saja aura nya makin keluar gitu. Pokoknya idola ku nomor satu deh". Ucap El menggebu.


Sedangkan Cera hanya merespon dengan senyum tipis namun terlihat manis di depan mereka bertiga. Cera sendiri sedari tadi menahan tawanya, entahlah apa yang lucu. Bersahabat dengan mereka sepertinya bagus juga. Tidak ada yang terlihat seperti orang yang bermuka dua.


"Bolehkan Gue jadi sahabat kalian?" Tanya Cera