
Cera bergidik ngeri. Dia mengalihkan pandangannya dari Zio. Pokok nya dia harus menjauhi pemuda ini.
"Mengapa tidak ada anak perempuan yang seumuran dengan ku atau lebih kecil dari ku?" Batin Cera bertanya tanya dengan menatap heran seluruh keluarga yang berada di sini.
Cera ingin bertanya pada Rio namun terhenti karena tak sengaja tatapan nya bertemu dengan tatapan tajam ayah nya yang seperti mengatakan jangan bicara lagi cepat makan.
Cera pun segera menyantap makanan nya. Semua makan dalam keadaan hening hanya terdengar suara dentingan sendok. Saat makanan nya sudah habis dia pun beranjak dari meja makan dan berinisiatif ke dapur untuk segera mencuci piring kotor.
Lagi dan lagi semua keluarga menatap nya heran. Cera yang tak pernah ingin masuk ke dalam dapur sekarang dengan mudah nya dia membawa semua piring kotor ke dapur dan juga mencuci nya.
Cera bingung melihat seluruh keluarga berada di depan pintu dapur dan juga menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan. Ah iya, Cera lupa bahwa dia berada di dunia yang berbeda. Karena di kehidupan sebelum nya dia terbiasa sesudah makan segera mencuci piring kotor nya.
Cera tetap melanjutkan aktivitas nya walau agak risih dengan tatapan semua orang dan jangan lupa para pelayan juga berusaha menyuruh nya untuk berhenti namun tak dihiraukan nya.
Semua sudah kembali ke kamar nya masing-masing. Setelah mencuci semua piring dia segera menuju kamar nya. Saat sudah berada di depan kamarnya dia segera membuka pintu dan merebahkan tubuh nya.
Di dalam novel di cerita kan bahwa Gresya dan Cera adalah satu satu nya sahabat di akademi atau sekarang bisa di bilang saudari satu ayah. Cera yang sudah 8 bulan di akademi namun dia yang 4 bulan tidak sadar, membuat nya otomatis berhenti dari akademi. Di akademi lah Cera bertemu protagonis wanita dan protagonis pria.
"Kalau di pikir pikir menurut cerita nya sepertinya Gresya sudah bertemu dan menjalin hubungan dengan Iknan. Kehancuran antagonis ini dimulai sejak pertama Gresya mengenalkannya pada pria itu" Ujar Cera.
"Tapi sepertinya Gresya belum memperkenalkan pria itu pada ku" Ujar nya lagi
Dan disini di dunia novel sebagai Cera Edlyn mulai berpikir apa yang akan di lakukan setelah ini. Dia tak berniat mengikuti plot cerita yang ada. Dia ingin hidup dengan tenang dan menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang dan damai.
Namun, sebelum itu...sebagai Cera Ditania Apriani Abraham, Apa yang harus dia lakukan di dunia novel ini. Dia tidak bisa makan tidur, makan tidur seperti binatang meskipun biaya hidupnya di tanggung Pak Zainal Ditanio Abraham. Lagipula dia juga ingin mewujudkan keinginan terakhir pemilik tubuh ini
Cera tidak berhenti berpikir, dia ingin kembali ke akademi dan menghapus citra buruk namun apakah ayahnya akan memperbolehkan nya. Cera masih memikirkan cara untuk berbicara pada ayahnya tentang niat nya yang ingin kembali ke akademi.
Hubungan mereka tidak dekat. Cera juga yang tak pernah berkomunikasi dengan ayah nya. Mengingat nya Cera menderita sakit kepala. Cera pun memejamkan matanya, dia tak memiliki kegiatan lain.
tok..tok..tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Cera yang awalnya tertidur, bangun karna mendengar suara ketukan pintu.
Dia pun berdiri menuju pintu kamar. Dia melihat sekretaris ayahnya, dia mengerutkan alisnya.
"Maaf mengganggu Nona Cera, Tuan bertanya apakah anda bersedia menemuinya hari ini?"
Saat mendengar hal ini, Cera segera merubah ekspresi nya menjadi sumringah. Kebetulan sekali, tapi apa yang ingin Tuan Zainal Ditanio Abraham yang super sibuk bicarakan dengannya?