Transmigration The Antagonist'S And Secret

Transmigration The Antagonist'S And Secret
Bab 3



Elyn mengambil kotak Kuno yang telah lama di simpannya. Elyn memikirkan bagaimana lagi dia harus membuka kotak ini, sudah puluhan bahkan mungkin ratusan kali dia mencoba membukanya namun tetap saja gagal.


Tak mau terus memikirkan nya dia menyimpan kembali kotak itu dan beranjak dari kamarnya. Mungkin mama nya sekarang sudah hampir selesai membuat makan malam.


Dengan novel di tangannya dia sudah sampai di meja makan yang jaraknya dekat dengan dapur. Dia melihat mamanya fokus membuat makanan dengan aroma sedap tercium di Indra penciumannya.


"Mahhh, mau Elyn bantuin gak" Ucap nya sedikit berteriak.


"Gak usah sayang udah hampir selesai juga, kamu duduk manis saja di meja makan situ" Jawab mamanya


"Yaudah deh mah"


Setelah selesai makan dan berbincang sedikit dengan mamanya, Elyn kembali ke kamarnya. Entah mengapa dia merasa akan sangat jauh dari mama nya.


Di Pagi Hari


Elyn telah siap dengan pakaian sekolah nya, sekarang dia sedang sarapan bersama mamanya.


"Lyn apa gak terlalu pagi untuk turun ke sekolah??" Tanya mama Elyn


Sekarang memang masih terlalu pagi untuk turun ke sekolah pukul 6 lewat 10 yang pada biasanya dia turun pukul 7 pas. Seperti ada dorongan yang menginginkannya untuk turun sepagi ini


"Masih pagi sih mah, tapi Elyn mau sekalian ke perpustakaan" Jawab Elyn.


"Yaudah deh mah elyn mau berangkat dulu, assalamualaikum" Sambungnya sembari mencium punggung dan telapak tangan mamanya


"Waalaikum salam, kamu hati hati ya dijalan ingat jangan ngebut ngebut" Jawab mama Elyn


" Iya mah"


Brakk!! Kecelakaan tak dapat di hindari, Elyn terlempar jauh dari motornya dan kepala nya pun mengeluarkan banyak darah. Samar samar dia mendengar suara mobil ambulance. Dia juga melihat begitu banyak orang berlarian dan menghampiri nya, melihat setiap pandangan orang terhadapnya, ada yang kasihan, khawatir, ketakutan dan ada juga yg biasa saja.


Dia tersenyum memandang seseorang yang sangat ia sayangi menghampiri nya. Elyn mengucapkan sesuatu sebelum matanya tertutup


"Mah Elyn Sayang Mama" Ucap Elyn lirih sebelum menutup matanya. Ya orang yang sangat Elyn sayangi adalah mamanya sendiri Bu Isma


Ambulance pun datang dan membawa Elyn kerumah sakit di temani oleh mamanya. Dengan tangan yang gemetar Bu Isma berusaha kuat dan tenang untuk anaknya. Dia sangat terkejut mendengar berita kecelakaan putri nya, karna jarak nya lumayan dekat jadi dia berlari kearah kerumunan dimana putri satu satunya itu tak berdaya.


Hatinya bagaikan teriris begitu melihat putrinya. Apalagi saat putrinya masih bisa tersenyum dan mengucapkan kata itu. Mungkin putri nya ingin menenangkan nya.


Di Rumah Sakit


" dok, sus selamatkan anak saya" Teriak Bu Isma


"Bu, ibu tenang dulu ya, jangan teriak teriak disini rumah sakit banyak pasien yang sedang istirahat" Ucap seorang suster lemah lembut berusaha menenangkan Bu Isma. Bu Isma pun mengangguk pelan.


setelah ruangan itu terbuka Bu Isma dengan cepat menghampiri dokter tersebut, dengan napas yang terengah-engah dia ingin segera tau kondisi putrinya.


"Dok, bagaimana keadaan putri saya dok" Ucap Bu Isma


Dokter tersebut tersenyum dan berkata


"Putri Ibu mengalami benturan keras di kepalanya dan mengeluarkan banyak, peluang untuk pasien selamat hanya 20% dan beruntung untuk sekarang kami bisa menyelamatkannya. Tapi___"


"Tapi apa dok??" Tanya bu Isma


"Tapi pasien mengalami koma dan kami tak tahu kapan dia akan sadar dari komanya" Sambung Dokter tersebut menundukkan kepalanya.