
Gadis itu mulai melangkah kan kaki nya kedalam kamar nya.
Berniat ingin membaca novel yang di rekomendasikan oleh teman sekelasnya.
Akhirnya 2 jam pun sudah berlalu, gadis itu pun sudah selesai membaca novel itu.
"Huhhh, akhirnya" ucap gadis itu_Edlyn Efraini
Sama seperti cerita novel yang pernah di bacanya pada akhirnya protagonis hidup bahagia selamanya dan antagonis mendapatkan karma nya karena perilaku nya.
"Kenapa sih Cera harus mati secara tragis, dia kan hanya haus akan kasih sayang. Dia dibunuh oleh kakak kandung nya sendiri. Yaelah malang sekali nasib mu Cera" Ucap Edlyn menghela nafas nya.
Edlyn pun menutup novel nya, mulai memikirkan kalo dia jadi Cera mungkin dia tak akan merebut kekasih dari protagonis_Gresya Anindita karena dia cuma rakyat biasa sedangkan Cera putri bangsawan.
"Akhh, sudahlah daripada gue pusing mikirin cerita itu mending gue tidur udah malam juga" Ucap nya sambil melirik jam tangannya menunjukkan pukul setengah dua belas malam.
"Selamat tidur dunia, Edlyn yang cantik dan menawan ini sudah mengantuk dan ingin tidur" Ucap nya lagi.
...~~~~...
Besoknya
"Lyn, Ke supermarket gih beliin mama bahan buat bikin kue semua bahan di dapur udah pada habis, nih catatannya" Ujar Bu Isma_Mama Edlyn seraya menyodorkan catatan tersebut.
"Iya mah, Lyn udah mau otw doain ya semoga selamat sampai tujuan, Lyn sayang mama" Entah mengapa kata itu terucap darinya, dia merasa seperti akan ada sesuatu yang terjadi.
"husssss kamu itu bicara apaan sih, supermarket nya cuma Deket doang palingan jalan kaki juga udah sampai" Ujar Bu Isma.
"Yaudah deh mah, aku berangkat ya assalamualaikum" Ucap Edlyn mencium tangan mama nya
"Waalaikumussalam" Jawab mama Edlyn
Diperjalanan
Saat di perjalanan pulang sambil menunggu lampu merah Edlyn berdiri di ujung jalan dan tatapannya tertuju pada seorang nenek dengan cucunya dalam gendongannya. Nenek itu melintas jalanan tanpa melihat di sebelah kanan ada sebuah truk yang sedang melintas dengan cepat.
Tanpa aba-aba dia melepaskan barang bawaannya dan berlari ke arah nenek tersebut berniat menolong nya. Dia dan nenek beserta cucunya tersebut berhasil selamat meskipun sedikit luka pada lengannya.
"Nak terima kasih udah nolongin nenek, mungkin jika kau tidak ada nenek udah tertabrak tadi. Sebagai tanda terima kasih nenek nih untuk mu" Ucap nenek tersebut sembari menyodorkan gelang kepada Edlyn.
"Tidak usah nek, saya ikhlas kok nolongin nenek. Saya bersyukur kita bertiga selamat" jawab Edlyn
"Saya juga ikhlas kok ngasih gelang ini buat kamu" Ucap nenek dengan sedikit memaksa
"Baiklah nek gelang ini saya terima. Bukannya lebih baik saya terima dengan hormat di bandingkan saya menolak dengan sopan" Ujar Edlyn seraya memakai gelang itu dan tersenyum pada nenek tersebut.
"Ya sudah nak nenek mau jalan lagi dan pesan nenek ingat ya jangan pernah kau lepaskan gelang itu dalam kondisi apapun" Ucap nenek itu yang mulai menjauh dari Edlyn
"nenek hati hati ya, saya akan selalu ingat pesan nenek dan terima kasih" Ucap Edlyn melambaikan tangannya.
Jangan lupa ya teman teman Like vote dan komen nya ya
tolong ya kalau tidak suka jangan di bully
karna author juga manusia yang bisa patah semangat
dan buat pembaca terima kasih udah mampir di lapak author