Transmigration The Antagonist'S And Secret

Transmigration The Antagonist'S And Secret
Bab 5



"Nona...nona akhirnya sadar hiks sudah sangat lama hiks sudah lama nona terbaring hiks saya sangat bersyukur nona hiks hiks hiks" Ucap seorang wanita paruh baya dengan sesenggukan karena tangisannya.


"Siapakah anda??" Tanya Cera penasaran


" Saya Bu Narti pengasuh nona sejak bayi, apakah mungkin nona lupa ingatan dan tak mengingat apapun??" Ucap Bu Narti dan ingin memanggil seorang tabib.


***


"Tabib bagaimana dengan keadaan putri saya" ucap


"Kemungkinan besar Nona memang sedang lupa ingatan mungkin karena nona sudah 4 bulan terbaring, maka jangan paksa dia mengingat apapun biarkanlah dia istirahat sampai dia mengingat dengan sendirinya." Ucap tabib itu panjang lebar


"Baiklah tabib saya mengerti jika anda ingin kembali silahkan kembali ke tempat anda" Ucap ayah Cera menganggukan kepalanya pelan dan membungkuk.


"Baiklah saya undur diri" Ucap tabib itu


"Dari matanya saja sudah terpancarkan kasih sayang tapi mengapa dia sering menutupi nya pada Cera mengapa juga dia tak pernah memperhatikan Cera" Batin Cera dengan tersenyum miring


Merasa seperti ada yang menarik bajunya dari samping Zainal_ayah Cera pun menoleh ke samping.


"Ada apa?" Tanyanya dengan muka datar dan jangan lupakan suara dingin itu


"Huhh, ni orang beneran ayah Cera gak sih, anaknya lupa ingatan dia masih aja bicara dengan nada dingin plus maka datar." Batin Cera


"Bolehkah saya tau siapakah anda?" Ujar Cera dengan muka polosnya


"Ohh saya adalah ayahmu" Ujarnya masih dengan nada yang sama. "Kenapa putriku sekarang sangat menggemaskan sekali sih" Batinnya


"Ohh" gumam Cera


Ya barang itu adalah kotak kuno yang di berikan kakek Badao. Tapi mengapa bisa ada di sini dan seperti di simpan dengan baik. Tidak ingin terlalu memusingkan nya Cera pun mengambil kotak tersebut dan menaruhnya di atas meja di tempat tidur.


Dia pun menelusuri lagi kamar ini mungkin saja ada lagi barang yang terbawa namun nihil dia tak menemukan apapun. Saat sedang melihat kamarnya dia baru menyadari ternyata gelang yang diberikan nenek itu pun juga terbawa. Cera pun berniat ingin melepaskan gelang nya namun tak sengaja sayap itu gelang itu mengenai tangannya dan darahnya pun menetes.


Darah tersebut mengenai kotak kuno itu dan kotak itu pun mengeluarkan cahaya dan perlahan lahan terbuka. Dia sangat girang dan melompat lompat di atas kasur layaknya anak kecil.


Dalam kotak itu terdapat buku yang lumayan tebal dan bahan bahan seperti bahan membuat obat. Saat membuka buku itu dan ternyata buku itu kosong, tak ada tulisan apapun. Entah ide darimana dia menekan lukanya itu dan mengeluarkan darah. Darah itu menetes tepat mengenai buku itu, Buku itu sedikit demi sedikit mengeluarkan tulisan tulisan.


Tulisan masih belum tahap menyatu semua perlu beberapa hari untuk tulisan tersebut menjadi sempurna.


Karena hari mulai gelap Cera memutuskan untuk tidur. Mulai dari besok dia akan memulai kehidupan keduanya.


......................


Sekian dari Aku


Tolong support nya dong


Hehehe Maksa


Soalnya nih ya kalo boleh jujur aku sedikit kehilangan semangat untuk nulis Karena pembaca kurang dan like sedikit banget apalagi tak ada yang komen seketika mood ku hancur.


Tapi aku usahain tetap up kok walaupun tak tiap hari


Dan buat yang setia baca sampai sini makasih banyak ya kalian lah semangatku tanpa kalian apalah jadi nya aku


Tak akan ada penulis kalau tidak ada pembaca begitupun sebaliknya tak ada pembaca kalau tidak penulis.