Transmigration The Antagonist'S And Secret

Transmigration The Antagonist'S And Secret
Bab 6



Di Pagi Harinya


Cera yang baru bangun dari tempat tidurnya seketika mengedarkan pandangannya dan tercetak jelas raut kekecewaan pada wajahnya


Huftt


Cera menghela nafas berat mengingat jika semua ini ternyata nyata dan bukan mimpi semata. Dia rindu pada dunia nya dan dia sangat merindukan mamanya.


Meskipun begitu Cera sangat bersyukur bisa di beri kehidupan kedua dan akan berusaha menerima semuanya. Cera mengingat bahwa dalam alur cerita tubuh ini akan mati secara tragis yaitu dibunuh oleh kakaknya sendiri.


Cera bertekad akan mempertahankan hidupnya di dunia ini dan tidak akan menyia-nyiakan kehidupan keduanya. Dia akan menjalani kehidupan keduanya sebagai dirinya sendiri yaitu Edlyn Efraini. Dia akan mengubah alur cerita ini dan menjauhkannya dari kematian tragis.


Dia akan memikirkan rencana untuk ke depannya. "Sepertinya aku akan memikirkan rencana untuk keluar dari rumah ini, toh tidak ada yang peduli dengan tubuh ini" Gumamnya


......................


tok tok tok


suara ketukan pintu dari luar


Cera mengernyit heran siapa yang pagi pagi datang ke kamarnya sedangkan dalam novel tidak ada yang mempedulikan nya.


"Siapa?!!" Teriak Cera


"Ini saya nona, Bi Narti. Nona harus segera siap siap dan anda di panggil tuan besar untuk sarapan sekaligus ada yang harus di sampai kan oleh tuan kepada seluruh keluarga" Ucap Bi Narti yang sudah masuk ke dalam kamar Cera.


"Ck..Apa yang akan di sampaikan oleh orang tua itu" gumam Cera yang hanya di dengar nya saja


"Baiklah bi saya akan segera siap siap dan turun ke bawah" Ucap Cera lembut


"Baiklah non saya pamit" Ucap Bi Narti mengundurkan diri


Setelah Bi Narti keluar dari kamarnya dia segera mencari kamar mandi di ruangan itu lalu masuk untuk mulai membersihkan dirinya.


(Beberapa saat kemudian)


"Air di dunia ini sangat segar dan masih sangat bersih di bandingkan di dunia ku dulu dan juga masih sangat melimpah" Mood gadis ini kembali hanya karena mandi


Ya...di dunia nya dulu meskipun masih banyak air tapi tak sesegar dan sebersih di sini


Cera pun berjalan ke arah lemari pakaian yang ada di samping kamar mandi nya


"Pakaian model apa ini??"


Pakaian yang dia lihat adalah pakaian minim bahan dengan warna mencolok yang menyakiti mata.


"Ck... Selera yang sungguh buruk" Gumam Cera berdecak kesal


Dia mengobrak-abrik isi lemari dan menemukan dress sederhana yang enak di pandang di bandingkan dengan pakaian yang lain.


Melihat pantulan kaca di depannya, Wajahnya sangat cantik dengan kulit wajahnya yang putih dan bersih serta bibir merah ranum alami, hidupnya yang mancung dengan mata bulat yang berwarna coklat hazel serta tubuh ramping serta berisi dan jangan lupakan rambutnya yang hitam bergelombang.


Perfect, dia sangat percaya diri dengan penampilannya saat ini


...****************...


Di ruang makan


Sebuah keluarga tengah berkumpul untuk menunggu sarapan. Hening itu yang terjadi di ruang makan itu, semuanya hanya sibuk pada urusannya masing masing sambil menunggu apa yang akan di sampaikan oleh kepala keluarga Abraham.


Di ujung tangga seorang Gadis cantik dengan rambut hitam nan bergelombang serta kulit putih mulus yang menuruni tangga dengan elegan. Walaupun dengan pakaian sederhana namun kesan anggun dan berkelasnya tidak bisa di tutupi.


Semua yang berada di bawah menatapnya dengan kagum sekaligus terkejut. Sedangkan orang yang di tatap hanya acuh tak acuh.


"Dia siapa??"


"Cantik!!"


"Mungkinkah dia adik ke empat"


"Gadis angkuh itu udah sadar"


"Baru kali ini dia memakai pakaian yang tidak menyakiti mata"


"Biasanya juga memakai pakaian minim bahan"


"Meskipun gitu dia tetap gadis angkuh, yang minim akhlak"


Batin setiap orang dari ruangan tersebut


Cera tersenyum miring mendengar setiap ocehan itu. Keahlian lain dari Cera yaitu bisa mendengar kata hati dari siapapun.


Kepala keluarga juga sempat terkejut melihat penampilan putri bungsunya namun dia menyembunyikan nya dengan kembali datar.


Ekhem


"Baiklah semuanya sesudah sarapan saya akan menyampaikan sesuatu jadi saya harap tidak ada yang berdiri dari meja makan sesudah sarapan"Ucap pak Zainal tegas


Semuanya pun sarapan dengan tenang hanya terdengar suara dentingan sendok.


"Oke pertama aku ingin menyampaikan bahwa Putri bungsu telah sadar dari komanya selama 4 bulan ini


"Karena penyakit yang ku idap kemungkinan besar tak akan bisa di sembuhkan, aku juga akan segera membuat surat wasiat yang akan aku berikan pada pengacara dan untuk sementara yang akan mengatur dan mengurus perusahaan adalah adik kedua Faizal Adhitama Abraham dan Putra sulung ku Giordano Ditanio Abraham"


"Terakhir, aku akan menjodohkan putri bungsu ku Cera Ditania Apriani Abraham dengan putra dari kolega bisnis perusahaan" Ucap Pak Zainal


"Tunggu dulu, apa maksud dari semua ini. Aku tak ingin di jodohkan" Bantah Cera