Transmigration The Antagonist'S And Secret

Transmigration The Antagonist'S And Secret
Bab 11



Seminggu kemudian


Sudah seminggu dia berada di sini. Tak ada kegiatan yang menarik menurut nya. Dia hanya tidur, bangun, mandi dan makan begitu lah keseharian nya kehidupan nya monoton.


"Arghh bosen banget sih di sini. Kenapa harus gua coba, gua gaada pengalaman" Entah keluhan ke berapa kalinya.


Cera memutuskan untuk berkeliling di rumah yang bak istana ini. Setelah seminggu di sini, baru sekarang dia berniat ingin melihat lihat rumah ini atau lebih tepat nya istana kerajaan ini.


Pertama tama dia ke taman. Luas taman di sini 3 kali lipat dari rumah nya dulu. Ada bermacam macam bunga di sini dengan wangi yang semerbak. Dia memetik salah satu bunga dan pergi meninggalkan taman.


Entah sekarang dia berada di ruangan mana, yang pastinya dia melihat satu kursi kecil dengan ukiran yang unik. Ruangan yang tertutup namun dengan atap yang terbuka. Serta aroma yang menenangkan. Dia menenangkan diri nya, mengapa tidak di taman karena jujur saja dia kurang suka dengan aroma bunga.


Setelah puas berada di ruangan tersebut dia beranjak pergi. Di pertengahan jalan, dari jauh dia melihat seseorang yang sedang menatapnya dengan tajam, dia tidak tau siapa orang tersebut. Dia terus berjalan melewati orang tersebut tanpa memperdulikan nya.


"Hehh ****** dari mana saja kau" Ucap orang tersebut


"Siapa kau berhak memanggilku ******" Balas ku tajam


"Ternyata lupa ingatan membuat mu berani kepada ku" Ucap pemuda itu dengan senyum smirk


"Sejak kapan aku takut" Balas ku lagi dengan menatap nya remeh


Pemuda itu terdiam lalu tiba tiba mendekat dan membuat Cera refleks memundurkan diri nya. Pemuda itu terus mendekat dan membuat Cera gugup entah perasaan dirinya atau perasaan Cera asli yang masih tertinggal.


"Selama kau masih hidup, aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang, PEMBUNUH" Ucap nya tepat di telinga Cera dengan menekankan kata pembunuh. Dan berlalu pergi.


Cera menatap dengan heran pemuda yang telah menghilang dari pandangan nya tersebut. Apa mungkin ada rahasia dalam kehidupan cera, huhh kehidupan sebagai antagonis itu gak mudah, banyak rahasia kehidupan nya yang tak pernah di ceritakan dalam novel.


"Ya udah lah cer, gak usah di fikirin. Palingan tu cowo cuman iseng doang" Ucap Cera pada diri nya sendiri


Cera melanjutkan perjalanan tadi yang sempat tertunda. Namun, lagi lagi perjalanan nya terhenti karena ada sesuatu yang menarik perhatian nya.


Karena rasa penasaran nya yang cukup tinggi. Jadi, dia berhenti dan menguping pembicaraan ayah Cera dengan ibu nya, ya meskipun gak sopan. Mau bagaimana lagi, di banding kan nanti dia mati kedua kali nya hanya karena penasaran, kan gak lucu.


Dia sedikit terkejut mendengar akan fakta yang baru dia ketahui. Perlu di titik bawahi, dia hanya sedikit terkejut. Cera bergegas pergi dari tempat itu, dia tidak ingin kepergok ayahnya karena ketahuan nguping.


Cera bernafas lega saat sudah berada di kamarnya. Dia masuk ke dalam kamar dan melihat ke sekeliling nya, dia merasa seperti ada yang kurang tapi kira kira apa ya??


*****


***


**


*


Kira kira apa ya yang di bicarakan oleh ayah nya Cera bersama wanita yang kemungkinan adalah ibunya??


Dan menurut kalian apa ya yang kurang dari kamar nya Cera??


Hhhhe, udah lama ya gak up. Jangan lupa like dan komen nya ya.


Pengen nya sih up tiap hari, kira kira ada yang nungguin ceritanya gak??


Niat nya sih gitu, tapi ga ada semangat sama skli. Jadi agak pesimis sama ceritanya


Dan oh ya maafin kalau banyak kesalahan dalam cerita dan alur nya


Dan juga makasih banyak buat yang masih baca ceritanya.