
Drttt Drttt Drtt
Mendengar suara telepon dari meja di samping tempat tidur nya, dia pun bangkit dari kuburnya eh maksudnya dari tidurnya.
"Hmm, ketemu"
^^^"Be-belum bos"^^^
"Menelpon"
^^^"Sa-saya menelpon karena ada^^^
^^^informasi bahwa gadis yang saya^^^
^^^cari bermarga Abraham dan hanya^^^
^^^berada di kota Da Xia"^^^
"Cari, temukan"
^^^"Ba-baik saya akan segera mencari^^^
^^^dan menemukan gadis itu"^^^
"Pengen rasanya ku pecat jadi bos, seenaknya mematikan secara sepihak" gerutu nya
"Calon Bu bos i'm coming, semoga calon Bu bos lebih baik, agar tak sia sia usaha ku huhuhu" dia pun segera berangkat ke kota Da Xia.
Di sisi lain setelah menutup telepon pria itu segera membuka handphone nya dan memandangi gadis yang menjadi wallpaper di handphone nya.
"Sebentar tinggal selangkah lagi, aku akan segera menemukan mu gadisku" dengan tersenyum tipis dia mengusap layar handphone nya. Senyum yang tak pernah dia perlihatkan pada siapapun.
...****************...
"Tunggu dulu apa maksud dari semua ini. Aku tak ingin di jodohkan" Bantah Cera
"Tidak, kau harus menerima perjodohan ini mau ataupun tidak mau" Ucap Pak Zainal tak ingin di bantah
"Siapa kau berhak menjodohkan ku" Saking kesalnya dengan suara yang tinggi kata kata itu terucap. Dia melupakan bahwa dia berada di dalam tubuh Cera.
"Aku ayahmu, mengapa aku tak berhak menjodohkan mu
Ujar pak Zainal dingin.
"Apa kau juga lupa bahwa aku lupa ingatan dan kau tau bahwa aku baru sadar dari koma" Ucap nya masih dengan suara tinggi.
" Cera jaga sopan santun mu. Kau tak boleh meninggikan suara di hadapan semua keluarga" Sela Giordano memperingatkan.
"Terserah" gumam nya yang terdengar oleh keluarga
"Cera kau harus menerima perjodohan ini demi kebaikanmu" Ucap pak Zainal
"Tidak aku tidak mau" tolak Cera
Hening tidak ada suara hanya ada perang dingin sampai Cera kembali bersuara dengan nada sendunya
"Aku ini siapa kalian, mengapa kalian tak pernah menyayangi ku. Kalian tak pernah menanyakan keadaan ku, kalian tak pernah memperhatikan ku, kalian tak pernah mau berbicara padaku seolah olah aku ini hanya sebuah figuran. Kalian hanya bisa memerintah ku untuk bersikap selayaknya putri pada keluarga lain, terutama ayah, ayah lah orang yang paling egois. Ayah aku tahu alasan dari perjodohan ini, perjodohan ini terjadi karena anak haram ayah kan Gresya Anindita, sahabatku sendiri. Hanya karna Gresya meminta ayah untuk menjodohkan ku, ayah selalu mengabulkan keinginannya. aku iri ayah aku iri pada kasih sayang yang ayah berikan pada nya. Sejak kecil ayah selalu merawatnya sendiri sedangkan aku, ayah menitipkan ku pada pelayan, tak pernahkah kau menyayangiku sedikit saja."
Cera pergi ke kamarnya dengan kepala menunduk menahan air matanya yang sedari tadi ingin ia keluarkan. Cera asli mengambil alih tubuh ini dan mengeluarkan semua unek-uneknya yang selama ini ia pendam. Tapi entah mengapa ia yang merasa lega.
Di Sisi Lain
Damn it
Pak Zainal membisu. Begitu banyak pertanyaan di otaknya, mengapa dia bisa tau, darimana dia tahu dan banyak lagi.
Begitu juga para keluarga lain, mereka sudah lama tahu bahwa Pak Zainal memiliki putri lain dan mereka sangat menyayangi nya.
Hanya saja setelah mendengar perintah dari Kakek Cera kepala keluarga Abraham yang dulu yaitu dia tak ingin Putri lain kecuali Cera dan keturunan dari Cera masuk ke dalam keluarga, rumah ataupun marga Abraham.
Terdengar egois namun itulah wasiatnya. Begitu lah cara kakek Cera menunjukkan kasih sayangnya, terlalu berlebihan. Namun, jika ada yang membantahnya maka orang tersebut harus dikeluarkan dari keluarga Abraham dan lebih parahnya akan di hukum mati beserta putri tersebut.
Maka dari itu tidak ada yang berani membantah perintah itu. Perintah yang sangat mengerikan, begitulah kekuasaan orang besar.
Maaf karena lama up nya dan makasih buat para readers yang masih setia baca dan nunggu ceritanya.