
Setelah siang yang gila tadi, kami sibuk bersenang-senang seharian di London.
Lalu malam itu, sekali lagi aku merenung. Aku merasa bahagia jalan-jalan dan bersenang-senang denganku hari ini. Sudahlah, aku memutuskan akan tetap bertahan dengan kehidupan keluarga yang sekarang ini saja. Jika nanti terjadi sesuatu yang buruk barulah aku pergi. Tapi bagaimana dengan kebosananku pada Cherish? Hmm, pikiran jahat kembali membanjiri otakku.
Selingkuh sekali-kali rasanya tidak masalah, bukan? Yang penting tidak ketahuan, kan?
Aku tidak mungkin ketahuan selingkuh: tiap kali seusai aku puas bersenang-senang dengan cewek lain, aku akan kembali ke waktu sebelum itu terjadi; sebelum aku selingkuh. Jadi bisa dibilang, aku tidak pernah selingkuh, kan?
Bagaimana aku bisa dibilang selingkuh, bila itu belum terjadi? Dengan kekuatanku mengulang waktu, mau selingkuh ratusan bahkan ribuan kali pun nggak masalah. Aku nggak akan pernah ketahuan!
Aha! Brilian! Aku benar-benar jenius! Kunamakan kekuatan baru temuanku ini: Selingkuh Unlimited! Hahaha!
Hari ketiga di London, setelah kami lelah berbelanja. Kebetulan sekali sore itu istri dan anakku lelah, mereka ingin beristirahat duluan di hotel.
"Aku dan Eriel kembali duluan ya di hotel? Kita capek banget, sayang."
"Oke, aku masih ingin menikmati sedikit waktu di sini," jawabku.
Setelah memastikan mereka sudah balik ke hotel, diam-diam aku mengunduh aplikasi kencan. Aku memesan cewek yang paling cantik dan mahal di sana. Lalu aku memesan hotel lain dan bertemu cewek itu di sana.
Oh sungguh cantik mempesona cewek bule ini. Begitu... menggairahkan! Serasa di surga bersama bidadari rasanya, saat bersama dia, setelah berhari-hari jenuh melayani hasrat istriku.
Lalu aku berintim dengan cewek bule yang cantik luar biasa ini. Nurani ku serasa bergejolak, aku sedang selingkuh saat ini. Ya sudah lah mau gimana lagi, aku memang manusia sampah. Aku nikmatin saja semua ini. C'est la vie!
Sesi bercinta ini benar-benar menyenangkan. Adrenalin ku berpacu kencang dan detak jantungku menderu lantang. PSK ini terlihat begitu bergairah melayaniku, tapi mendadak aku merasakan perbedaannya dengan istriku. Istriku terlihat begitu antusias dan tulus. PSK ini, terlihat hanya memakai topeng. Sekilas, dia terlihat terpaksa melayaniku. Terlihat bahwa sebenarnya dia jijik padaku, pria tua hidung belang yang sedang dia layani demi uang.
Memangnya aku setua itu ya? Memangnya aku sejelek itu ya? Sambil memeluk PSK ini, aku melihat ke arah cermin kamar. Kupandang diriku, seorang pria tua gemuk jelek bersama seorang cewek bule cantik dan seksi. Aku merasa begitu tidak berharga, padahal aku yang membayar dia. Padahal aku yang membeli harga diri dia. Kenapa malah aku yang merasa rendah diri?
Lalu aku kembali ke hotel tempat istri dan anakku.
Malam itu aku merenung lagi sembari memandang istri dan anakku yang sudah tertidur pulas. Kalau dipikir-pikir lagi, belum pernah aku melihat mereka sebahagia ini. Dulu kalian tidak pernah sebahagia ini, ketika aku miskin! Kalian baru bahagia bersamaku setelah aku sekarang banyak harta, kan? Kalian semua manusia sama saja. Hanya bahagia ketika ada hidup berkelimpahan.
Ketika aku miskin dan emosiku tidak stabil, kalian akan membenciku, bukan? Buktinya kalian dulu semua MENINGGALKANKU! Tiba-tiba rasanya marah sekali. Kalian semua para parasit! Huh, ya memang aku sadar, salah satu faktor kami bercerai karena aku ketahuan selingkuh. Tapi seharusnya kalian bisa memahamiku, mentolerir, memaafkan, dan tetap setia bertahan denganku! Itulah keluarga sejati!
Aku susah tidur malam itu. Aku memutuskan untuk turun ke lobby hotel membawa iPadku. Aku menonton Youtube untuk mengusir pikiran negatifku.
Muncul video di beranda, program baru yang sedang viral itu direkomendasikan padaku.
Hostnya adalah Dorla, model yang cukup terkenal di Indonesia. Aku menontonnya. gila makin cantik aja nih Dorla. Aku ngefans banget sama dia. Kalau dipikir-pikir lagi, dengan kekuatan mind travelku ini harusnya aku bisa dengan mudah mendapatkan cewek secantik dia!
Tapi tidak di usiaku yang 40 ini! Aku tidak mau cewek cantik suka padaku hanya karena uang, mereka bahkan tidak tertarik padaku.
Aku adalah orang yang punya super power, aku harusnya adalah orang terhebat di dunia! Tapi kenapa cewek-cewek itu rasanya tidak tertarik padaku seutuhnya. Sungguh ironis, mereka hanya memandang hartaku.
Quid Pro Quo—aku ingin tubuh mereka, dan mereka ingin hartaku sebagai imbalannya. Aku tidak suka itu! Maka, aku harus lebih muda lagi, dan penampilanku juga harus jauh lebih menarik. Aku sadar harta saja tidak cukup: aku juga mau ketampanan, dan memiliki daya pikat pada wanita! Tekadku pun bulat. Aku akan kembali ke diriku di usia 25 tahun—berarti, 15 tahun yang lalu!
No turning back—aku takkan bisa kembali lagi ke waktu ini. Namun aku sudah tidak peduli! Toh nanti aku pasti bisa mendapatkan istri baru yang jauh lebih cantik lalu tinggal bikin lagi anak yang lebih baik dan manis dari Eriel. Maafkan aku, Eriel, pikiranku sudah sangat kacau. Muak dan lelah dengan diriku yang sekarang.
Baiklah 15 tahun yang lalu, kan?
Aku memerintahkan diriku kembali ke 10 Januari 2024. Di mana aku masih belum segemuk ini. Dimana aku masih jauh lebih muda. Aku berkonsentrasi sungguh-sungguh. Lalu—REVERSE!
BZZT!