
6 Mei 2026—16:00
Wooahh!
Lagi-lagi, aku berhasil kabur dari kematian. Aku lolos dari ajal sekali lagi, aku berhasil menggunakan kekuatanku pada nafas-nafas terakhirku.
Ah, aku berada di mana ini? Nafasku tersengal-sengal di tengah di suasana hiruk pikuk. Aku menghirup nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan diriku dan mengamati sekitar dengan cermat: saat ini sedang aku berada di tengah pusat perbelanjaan dan rupanya aku sedang dikerumuni banyak penggemarku.
"Kak Luno, aku juga mau foto bareng donk. Please—" ucap salah satu gadis berkacamata memohon.
"Kak Luno ganteng banget, kyaaah!" Beberapa cewek tampak histeris. Bahkan juga ada cowok kekar yang memaksa selfie denganku. Ukh!
Situasi ini amat berbahaya. Mana boleh aku berada di tempat terbuka seperti ini. Aku sangat waspada membayangkan Eloussa berada di tengah kerumunan ini. REVERSE!
BZZT!
21 April 2026—17:30
Aku . . . lagi-lagi sedang berada di dalam mal? Aku sedang berada dalam toko Gucci, mencoba sepatu yang harganya cukup mahal itu.
"Ini keluaran terbaru kami, Kak Luno." Kata manager toko yang selalu melayaniku. "Kakak tampak pucat, saya ambilkan segelas minum ya?"
Ngapain sih introvert seperti diriku ini berada dalam mall terus-terusan? Hobi banget sih aku berbelanja! Damn! Aku harus segera kabur ke tempat sepi.
Oh! Aku baru sadar betapa bodohnya aku! Karena panik berlebihan daritadi, aku tidak pernah memfokuskan 'pukul berapa' selama aku mengulang waktu. Aku selalu berada di jam yang salah. Baiklah kalau begitu . . . REVERSE!
BZZT!
Akhirnya. Waktu menujukkan tepat pukul sepuluh malam. Tentunya seorang intovert sepertiku biasanya berada di dalam rumah pada jam-jam segini. Fiuhh! Saat ini aku merasa lega menemukan diriku sedang duduk di sofa, dalam kamar di kondominium mewahku—seorang diri tentunya.
Tapi apakah benar waktu dan tempat ini cukup aman? Aku sangat cemas, hingga kugigiti kuku jariku berulang kali. Aku merasa waktu yang kuulang ini masih kurang lama. Wanita iblis itu seolah sedang berkeliaran di sekitar sini, masih memburuku hingga saat ini.
Sial, berapa lama lagi waktu yang harus kubuang dan kuulang, demi kabur dari iblis keparat itu? Semakin banyak waktu yang kuulang, makin banyak hal produktif yang telah kulalui terbuang begitu saja. Segala hal yang kulakukan capek-capek selama ini jadi sia-sia! Tapi tetap saja tentunya, nyawaku adalah prioritas utama di atas segalanya! SIAL SIAL SIAL! REVERSE!
BZZT!
10 Mei 2025—16:00
Aku berhasil mundur ke satu tahun sebelumnya. Saat ini aku lagi-lagi berada di kondominium mewahku yang sama. Aku yakin apartemen mewah sekelas ini sangat terjamin ketat keamanannya, tidak mungkin ada yang bisa masuk ke sini sembarangan.
Tidak ada tempat yang lebih aman daripada di sini, pikirku. Lalu segera aku memastikan pintu utama sudah terkunci rapat. Buru-buru juga kuganti angka sandi pin kunci pintu utama tersebut.
Belum pernah aku seketakutan ini dalam hidupku. Belum pernah kurasa sedemikian takut dan paranoid semacam ini. Sebelumnya, hidupku begitu mudah sejak aku memperoleh kekuatan ini.
Siapa betina ****** ini? Kenapa dia bisa mengikuti ku kemana-mana, dari waktu ke waktu? Apakah dia punya superpower juga? Mungkinkah dia punya kekuatan waktu yang sama denganku, atau superpower jenis lain? Teleportasi kah, atau apa? Pertanyaan demi pertanyaan muncul menghujani benakku.
Aku menyajikan diriku segelas wine di dapur, mencoba menenangkan diri. Sudah lama aku tidak pernah mendapatkan kesulitan apapun dalam hidupku. Semua masalah menjadi sangat mudah sejak aku mendapatkan kekuatan itu.
Namun, rasa paranoidku malah semakin menjadi-jadi. Tak hanya pintu, aku juga segera memastikan seluruh jendela terkunci rapat, menutup segala tirai. Padahal aku sedang berada di lantai 25, tapi aku benar-benar seketakutan itu. Aku juga memeriksa hampir semua sudut ruangan di kondominium ku ini. Bahkan lemari dan rak pun hampir kubuka satu persatu.
Bagaimana kalau ternyata daritadi Eloussa bersembunyi di dalam lemari pakaian dan tiba-tiba muncul lagi, menodongkan pistolnya dan berkata "Surprise?" Sungguh traumatis! Bahkan aku sampai deg-degan membuka kulkas, tidak mungkin juga kan wanita sinting itu bersembunyi di dalam sana?!
Kurasa aku sudah kehilangan kewarasanku!