
26 Februari 2023—14:00
Siang itu aku mengirim pesan chat ke Aldon.
^^^woi^^^
^^^ngopi yok. la grande. kangen ma lo^^^
^^^Read^^^
^^^14:01^^^
Kuy!
Jam berape?
14:04
^^^hmm, jam 6?^^^
^^^bisa?^^^
^^^woi^^^
^^^Read^^^
^^^14:09^^^
Gas!
Jam 6 ya!
14:12
^^^OK, jangan ngaret y Don!^^^
^^^Read^^^
^^^14:14^^^
Tai. Biasa juga lo yang ngaret..
-_-
14:19
26 Februari 2023—18:45
Aku tiba di La Grande Plaza yang berada di tengah Kota Jakarta, dan segera menghampiri Aldon di salah satu kafe kopi—Brewtopia.
"Yo, Brother!" Aldon menyapa dari dalam kafe.
"Dodon! Hey, mamen!" Aku menghampiri Aldon yang duduk di sudut kafe. "Sorry, sorry man, tadi macet parah, sumpah! Udah nunggu lama kah, bro?"
"Nah kan, lo yang ngaret," Aldon menatapku sambil geleng-geleng kepala. "Udah biasa sih bro, jadi nggak kaget. Ckckck."
Aldon ini lelaki berusia 25 tahun. Meski hanya beda setahun lebih tua dariku, perbedaan tinggi badan kami lumayan jauh. Aku sekitar 182 cm sedangkan Aldon sekitar 165 cm. Rambutnya cepak, tampangnya standard lah. Nggak bisa dibilang ganteng, nggak bisa dibilang jelek juga.
Sambil nongkrong, aku masih mempertimbangkan untuk memberi tahu rahasia kekuatan superku ke Aldon.
"Wah, itu Matcha Frappé buat gua kan?" aku melihat ada segelas minuman hijau yang masih penuh di depan gelas kopi Aldon yang sudah tinggal setengah.
"Ya buat siapa lagi? Gua kan gak terlalu doyan Matcha. Buruan lah abisin, udah gak terlalu dingin. Lo kelamaan sih!"
"Haha maap maap! Dan thanks uda dipesenin!" Aku pun segera menyedot minuman favoritku tersebut.
"Mau curhat apaan lo hari ini, Luno? Tumben-tumben lo ngajak gua ngopi."
"Kaga ada sih. Gua kangen aja ama lo, Don!"
"Halah halah gua kenal lo betul, Luno. Pasti ada sesuatu," Aldon mengernyitkan dahinya. "Ya kan? Ya kan?"
"Kagak ada suer! Gua lagi gabut aja nih bosen. Gak boleh? Parah lo!"
"Ah taik, biasanya juga kalo lo gabut, lo ngajakin gua main PS or Yugioh! Tumben aja ngajak ngopi."
"Beneran, kagak ada apa-apa! Cuman pingin nongkrong aja ma lo, Babi!"
Aku sebenarnya masih belum terlalu yakin, haruskah aku mengungkapkan rahasia terbesarku ini ke Aldon? Sudah terlalu lama aku memendam rahasia sebesar ini seorang diri. Pastinya aku juga butuh wadah untuk mencurahkan segalanya, aku ingin pamer kekuatanku dan juga mungkin butuh tips dan ide dari orang lain. Siapa tau ada ide gila lain untuk menggunakan kekuatan superku ini. Apalagi Aldon itu sangat jenius menurutku.
Aku merasa seperti superhero yang membutuhkan sidekick; seseorang yang dapat dipercaya sepenuhnya dan mampu menjadi partner dalam menggunakan kekuatan super ini.
"Oh ya, Luno, nanti lo mampir apart gua deh bro. Gua mau nunjukkin sesuatu ke lo!" ucap Aldon tiba-tiba antusias.
Dasar wibu bau bawang, pasti si Aldon mau mamerin koleksi figur terbarunya nih. Pasti Chainsaw Man, dia lagi tergila-gila banget sama tuh anime.
"Haha, nunjukkin apaan dah, pasti—"
DUUUAR!!!
Tiba-tiba suara ledakan dahsyat menggelegar, memecah keramaian mal malam itu.
Aku merasakan panas dan tekanan besar dari ledakan itu, dan seketika aku terlempar ke belakang dan terjatuh ke lantai. Serpihan kaca menghujani tubuhku, menembus kulitku.
Aldon terjatuh tepat di atas tubuhku, menindihku. Namun, dia sama sekali tidak bergerak. Apakah dia sudah meninggal?
Sebenarnya ada apa ini? Ada bom meledak? Aksi terorisme kah?
Tubuhku terasa seperti terbakar, kurasakan rasa sakit yang hebat di seluruh tubuhku. Banyak darah mengalir keluar dari tubuhku. Aku mencoba untuk bernafas, tetapi semakin terasa berat dan sulit.
Segalanya terjadi begitu cepat, bisakah aku kabur dari kematian ini?
Dada semakin terasa sesak. Pandanganku mulai kabur, lidah terasa kaku, tubuh makin sulit digerakkan. Aku harus mencoba fokus menyelamatkan diriku di detik-detik kritis sebelum nafas terakhirku berhembus.
Fokus Luno, fokus . . .
Hosh . . . Hosh . . .
Reverse!
BZZT!