
10 Mei 2025—18:00
Kucoba memecahkan teka teki ini dengan segala kejeniusanku. Satu hal yang pasti: Eloussa bukan manusia biasa, bahkan mungkin dia bukan manusia. Apakah dia malaikat pencabut nyawa?
Di Tokyo tadi saat aku menikmati Kobe Beef, jelas-jelas aku dan Eloussa belum saling kenal saat itu. Bagaimana bisa dia tiba-tiba muncul seolah sudah mengenalku bahkan berusaha membunuhku, bahkan di negara Jepang?! Bagaimana bisa dia tahu keberadaanku di sana, bahkan bagaimana bisa dia berada di Jepang juga, saat itu?! Tidak ada satupun hal yang masuk ke nalarku. Semakin aku berpikir, semakin aku bingung dengan semua puzzle ini.
Apa mungkin karena aku terkenal di waktu mendatang? Tahun ini aku masih belum terkenal, bulan Mei 2025 ini adalah saat-saat aku baru saja selesai shooting film 'ATOMIC PUNCH' dan proses pembuatan film ini akan segera memasuki masa paska produksi.
Aku adalah pemeran utama dari film tersebut, yang akan tayang perdana akhir tahun ini. Film ini akan meledak gila-gilaan nantinya bahkan hingga ke luar negeri. Karena itulah aku akan menjadi selebriti yang sangat populer tahun depan.
Saat ini, perasaanku sangat campur aduk. Di satu sisi, aku marah karena harus kembali ke masa ini dimana film tersebut belum tayang, namun di sisi lain aku merasa menyesal jika menjadi semakin terkenal dan diincar oleh orang-orang gila seperti Eloussa. Aku bahkan pernah dikuntit berkali-kali oleh seorang stalker sinting nantinya.
Apa seharusnya aku stay discreet saja, biar tidak terlalu banyak orang yang mengetahui keberadaanku? Hidup makmur bersenang-senang menikmati dunia dengan tenang di bawah radar, tanpa perlu disorot dunia?
10 Mei 2025—19:20
Kutenggak sebutir pil Xanax untuk menenangkan diriku. Lalu kurebahkan diriku pada kursi pijat mewah seharga puluhan juta. Ah . . . sungguh rileks rasanya. Pikiranku sudah cukup tenang saat ini dan tidak merasa panik atau ketakutan lagi.
Lalu, kurasa langkah produktif yang terbaik saat ini adalah menyelami catatan jurnalku. Aplikasi diari digital yang selalu kutulis segala detail hidupku sejak masa Ground Zero. Hampir semua ingatanku tertuang di sana.
Aku mengawali jelajah memoriku dari tahun 2019. Kuamati dengan seksama semua detail catatanku, tidak ada hal spesial yang terjadi di tahun ini hingga beberapa tahun ke depan. Aku hanya sibuk mengembangkan diriku dalam berbagai hal: keterampilan, kekayaan, dan segalanya. Aku terus memahat diriku menuju kesempurnaan.
Waktu dimana aku berhasil lolos dari kematianku yang kedua.
Waktu dimana aku mulai memberitahu rahasia kekuatan waktuku pada satu-satunya orang yang sangat aku percaya.
Waktu dimana aku bermain film superhero yang sangat terkenal: Atomic Punch.
Waktu dimana aku mengenal dua sosok wanita cantik yang paling berkesan di hidupku: Verlice dan Eloussa.
Ya, sejak aku mendapatkan kekuatan mind travel, pertemuanku dengan kedua wanita ini sangat berpengaruh dalam perjalanan hidupku.
Verlice—wanita luar biasa yang aku kejar-kejar dengan menghalalkan segala cara—kutempuh banyak sekali dosa, hal-hal yang sangat kotor, tapi aku tidak pernah benar-benar berhasil mendapatkan hatinya.
Eloussa—wanita cantik yang kukira polos pada awalnya—yang berhasil menjadi kekasihku setelah enam bulan kuberjuang luar biasa, tapi malah berusaha membunuhku berkali-lali.
Mungkinkah Eloussa adalah wujud manifestasi karma dari segala perbuatan dosaku? Apakah ini hukuman yang pantas dan setimpal yang harus kuterima karena aku semena-mena memakai kekuatan waktuku selama ini?
Bukankah jika waktu terus kuulang, maka seharusnya segala dosa yang kulakukan tidak akan pernah terjadi?
Inilah segala kisahku yang belum kuceritakan, sejak tahun 2023.