TIME TRAP

TIME TRAP
VERLICE



19 Februari 2023


Sejak usia 16 tahun, aku telah menjadi milyarder yang tampan, pintar, dan populer. Dengan kata lain, aku adalah sosok pria muda yang sempurna.


Kini, di usia 24 tahun, aku menjabat sebagai CEO perusahaan makanan ringan bernama 'FLOOFY', produk cemilan unik yang tengah merajai pasar saat ini.


FLOOFY adalah makanan ringan unik berbentuk seperti awan. Aku mencuri ide brilian ini dari perusahaan lain di masa mendatang dengan kekuatan waktuku. Aku tahu cemilan ini bakal terkenal luar biasa di beberapa tahun mendatang, dan karena saat ini snack tersebut belum ada, maka aku lah pencipta makanan ringan unik ini. Dengan kekuatan waktuku ini, aku bisa semauku mencuri banyak ide, cerita, karya dan segala gagasan lain yang pernah terpikirkan oleh manusia!


Namun, sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan perusahaan ini. Aku bisa dengan mudah meraih uang berlimpah dengan mudah tanpa harus melelahkan diri berbisnis. Membangun perusahaan FLOOFY ini bisa dibilang hanya sekedar challenge belaka, tantangan di saat senggang sekaligus memenuhi rasa penasaranku: bagaimana sih rasanya menjadi seorang CEO dalam perusahaan?


Tapi ternyata, menjadi CEO tidak semenyenangkan yang kukira. Berbagai tugas dan tanggung jawab yang kumiliki sebagai pemimpin perusahaan telah membuatku merasa lelah dan aku jadi kekurangan waktu untuk bersenang-senang. Maka, kini aku sedang mempertimbangkan untuk menutup perusahaan ini, hanya saja aku sedikit iba memikirkan nasib para karyawan yang akan kehilangan pekerjaannya.


Namun, niat untuk menutup perusahaan kubatalkan seketika suatu hari aku sedang iseng mengamati rekaman CCTV di kantor. Aku melihat seorang wanita cantik luar biasa yang sangat menarik perhatianku. Dia memasuki kantorku dengan tujuan melamar posisi sebagai sekretaris. Buru-buru aku menghubungi HRD dan meminta informasi tentang wanita tersebut. Aku juga memerintahkan agar dia segera dipekerjakan sebagai asisten pribadiku.


Verlice, nama wanita muda cantik berusia 21 tahun itu. Dia juga terlihat pintar dan tegas. Aku jadi nggak sabar untuk segera berkenalan dengannya, dan tentu saja menjadikan dia pacarku!


Lalu beberapa saat kemudian, dia menjadi asisten pribadiku. Tapi, ternyata mustahil untuk mendapatkan hatinya.


"Maaf Pak, saya sudah punya pacar."


Verlice menolak ajakan makan malamku dengan sopan.


"Ah maafkan saya, Verlice, saya tidak tahu," kataku sambil berusaha tersenyum tulus, mencoba untuk menyembunyikan rasa amarah yang mendadak meledak-ledak dalam diriku ini. "Tapi jangan khawatir, Verlice. Saya hanya ingin kamu menemani saya makan malam saja kok, sambil membahas pekerjaan. Bolehkah?"


Verlice mengangguk setuju.


Aku sangat kesal setelah mengetahui fakta bahwa wanita sesempurna Verlice sudah memiliki pasangan. Ah, sial! Mengapa selalu saja wanita kelas atas seperti dia sudah memiliki anjing penjaga? Aku jadi penasaran, siapa sih dia? Sehebat dan sekeren apa dia? Cih, aku benar-benar cemburu dan jengkel!


Aku bisa merebut pacar orang lain dengan cara damai dan elegan, bahkan sama sekali aku tidak bisa dibilang merebut. Bagaimana bisa dibilang aku merebut, kalau mereka pacaran aja belum? Aha!


Semoga mereka belum terlalu lama berpacaran, sehingga aku tak perlu memundurkan waktu terlalu lama.


"Pacar kamu kerja apa, Verlice?"


"Dia bekerja sebagai barista di sebuah kafe, Pak."


Ah, I see, bajingan itu bekerja sebagai barista. Sekarang tinggal mencari tahu kapan mereka mulai berpacaran.


"Memangnya sudah berapa lama kalian sudah berpacaran, Verlice?"


"Kami sudah pacaran sejak SMA, Pak. Sudah sekitar enam tahun. Baru-baru ini kami bertunangan, dan kami sudah lama mengumpulkan uang untuk menikah. Doakan semuanya lancar ya, Pak." jelas Verlice.


What the hell? Enam tahun?


Bagaimana mungkin orang bisa bertahan pacaran selama itu? Tidak mungkin juga aku kembali ke masa sebelum mereka pacaran, membuang semua hal yang kulakukan selama enam tahun ini hanya demi pacaran dengan Verlice. Aaargh, sial! Aku harus gimana? Tapi aku benar-benar ingin dapetin wanita cantik yang satu ini.


Sejak aku mendapatkan kekuatan waktu ini, aku menjadi makin manja dan egois. Apapun yang aku inginkan, harus aku dapatkan. Jika ada yang tidak bisa aku dapatkan, aku merasa jengkel dan tertantang. Masa, aku, orang paling hebat sedunia ini, tidak mampu mendapatkan hati wanita biasa seperti Verlice?


Di tengah segala kebingunganku, kurasa hanya ada satu orang yang bisa membantuku saat ini. Namanya adalah Aldonis, yang biasa kupanggil Aldon.


Aldon adalah sepupu sekaligus sahabatku. Meski hanya satu tahun lebih muda dariku, seumur hidup belum pernah aku menemukan orang lain yang secocok Aldon untuk menjadi sahabatku, dalam suka maupun duka.


Ya, kurasa aku harus memberitahu Aldon tentang rahasia kekuatan waktuku ini!