Three Love Stories

Three Love Stories
9. Kembalinya Alyna



Setelah melihat amira pulih, teman-temannya ijin untuk pulang dulu dan besok pagi mereka akan kembali.


(Di kosan)


Terlihat revan sedang memikirkan sesuatu, karena alfin penasaran ia pun bertanya.


"Ada apa van?" tanya alfin


"saya hanya berfikir" kata revan


"berfikir apa" kata anan


"kalian ingat apa yang diucapkan amira di rumah sakit, mobil yang menabraknya itu berwarna hitam dan ada tulisan Mutiara sari di belakang mobil itu" kata revan.


"ya, memangnya kamu kenal van" kata alfin


"Apakah itu kau alyna" batin revan


(seketika ada yang mengirim pesan pada Revan)


"Assalamu'alaikum revan, ini aku alyna, lama ya tidak bertemu, aku sudah 10 tahun di Amerika, besok kita ketemu ya, di taman biasa" pesan dari alyna.


"Waalaikumsalam, baiklah" jawab revan


"siapa vin?" kata anan


"Alyna kembali" kata revan


Anan dan alfin bingung apa yang di maksud revan, siapa alyna itu.


(Di posisi Alyna)


dia sedang duduk santay di rumah mewahnya.


"Akhirnya kita akan bertemu revan, aku sudah kangen padamu, kau harus menjadi milikku!" kata alyna menatap pemandangan.


"Nona muda, apakah anda menyukai laki-laki yang bernama revan itu?" tanya pelayan pribadi alyna


"benar, dia harus menjadi milikku, hahaha... " jawab alyna sambil tertawa.


(Di kosan)


Revan menceritakan tentang alyna pada alfin dan anan, dia hanya berfikir bahwa mobil yang menabrak amira adalah mobil keluarga alyna, karena tertulis nama Mutiara sari.


"memang apa hubungannya lo sama alyna?" tanya anan


"kami hanya sahabat waktu kecil, namun dia menganggapku lebih dari sahabat" kata revan


"maksud mu alyna menyukaimu" kata alfin


"ya kurasa begitu" jawab revan yang sedang mengambil Al-Qur'an nya.


"van, tapi lo suka amira kan bukan alyna" kata anan


"ya, benar" kata revan tersenyum


"Hati-hati ya vin, gue takut hubungan lo sama Amira putus gara-gara alyna" kata anan


Revan hanya tersenyum lalu ia mengaji di sana.


(Pagi harinya)


"Alyna? siapa dia?" tanya amira


"dia hanya teman masa kecil ku, dia baru datang dari Amerika" kata revan


"ouh, benarkah" kata amira cemberut


"kau cemburu Amira?" kata revan tersenyum menatap Amira


"hah? eh.. nggak kok! hm... ii.. iya.. sih" kata amira ragu-ragu


"kau memang berterus terang ya" kata chelsea


"tenanglah amira, revan tidak menyukainya, dia hanya suka kamu" kata anan


(2 jam kemudian)


revan pamit pada amira dan yang lainnya, ia akan menemui alyna untuk menanyakan soal benarkah dia yang menabrak amira.


"Hati-hati revan" batin amira


"semoga kau baik-baik saja" batin amir


(Di tempat tujuan)


terlihat seorang perempuan berambut panjang yang memakai baju Dress putih selutut.


"assalamu'alaikum" kata revan


"Waalaikumsalam, hey revan lama tak bertemu, kamu tampan juga dengan peci dan sorban itu" kata alyna


"penampilanmu berubah alyna" kata revan


"berubah? makin cantik? kamu suka?" kata alyna


"tidak!" kata revan singkat


"heeeh kenapa gak suka" kata alyna


revan hanya terdiam dengan tatapan datar


"langsung ke intinya, kau yang menabrak gadis bergamis biru dan berkerudung itu kan" kata revan


"kau pintar, benar tapi itu tidak sengaja, memang siapa dia" kata alyna


"menurut mu dia siapa" kata revan dengan senyuman sinis


"pacarmu?" kata alyna


revan hanya tersnyum lalu meninggalkan alyna sendirian di sana.


"siapa gadis itu! revan hanya akan menjadi milikku!" batin alyna kesal


"apasih kurangnya aku, aku cantik, berambut panjang dan kaya" batin alyna


(Bersambung)


(maaf ya kalo kalian merasa ada yang gak jelas di episode ini, mungkin ada yang nanya kok mereka masih libur, maaf ini kesalahan author, author lupa mereka hanya libur satu hari, anggap saja ini setelah pulang sekolah ya☺ mohon maaf sekali lagi 🙏😘🌹)